Rimpang Jamu yang Bukan Bumbu: Temu, Lempuyang, Bangle, dan Kerabatnya
Rimpang jamu seperti temu ireng, lempuyang, bangle, dan temu putih jarang dipakai sebagai bumbu utama karena rasanya pahit atau aromanya terlalu tajam. Sebagian bagian mudanya tetap dimakan sebagai lalap, jadi batasnya tidak mutlak. Satu rimpang di kelompok ini, jeringau, punya batas keamanan yang tegas dan perlu diketahui sebelum dibeli.
Bumbu Dapur yang Juga Masuk Jamu
Beberapa rimpang dipakai di dapur dan di jamu sekaligus. Kunyit, Jahe, Lengkuas, dan Kencur masuk bumbu masakan setiap hari, dan keempatnya juga lazim di racikan jamu.
Temu Kunci termasuk kelompok ini. Menurut catatan PROSEA untuk temu kunci[1], rimpang dan akarnya lazim dipakai memasak di Jawa dan sebagian besar Indonesia. Akarnya berdaging dan memanjang seperti jari, dengan panjang 5 sampai 30 sentimeter.
Rimpang yang Lebih Sering Jadi Jamu
Temu Ireng paling mudah dikenali dari dagingnya. PROSEA mencatat bagian dalam rimpangnya berwarna kebiruan atau biru kehijauan dengan lapisan luar putih, sehingga temu ireng tidak mungkin tertukar dengan kunyit begitu dibelah.
Lempuyang dijual dalam beberapa jenis. Catatan PROSEA untuk lempuyang[2] menyebut lempuyang pahit bercita rasa tajam dan sangat pahit tanpa aroma, sedangkan lempuyang wangi juga pahit tetapi beraroma harum. Ujung rimpang yang masih muda dimakan sebagai lalap.
Bangle berbau seperti campuran jahe, kamper, dan kunyit, dan dagingnya jingga pucat. Bangle kadang dipakai sebagai pengganti jahe untuk memberi aroma masakan, tetapi di Jawa ia lebih dikenal sebagai bahan jamu. Temu Putih beraroma seperti minyak jahe bercampur kamper, dan bagian rimpang yang masih muda dimakan mentah.
Tabel berikut membandingkan rasa dan intensitas enam rimpang jamu. Isinya dibaca langsung dari entri masing-masing.
| Rempah | Nama latin | Profil rasa | Intensitas | Cara pakai |
|---|---|---|---|---|
| Temu Ireng | Curcuma aeruginosa | Pahit tajam yang menempel lama | Iris tipis, rebus bersama rimpang jamu lain sekitar 15 menit, saring. Jarang dipakai sebagai bumbu masak. | |
| Lempuyang | Zingiber zerumbet | Pahit tajam | Iris tipis, rebus bersama rimpang lain, saring. Dipakai sebagai bagian ramuan, bukan tunggal. | |
| Bangle | Zingiber montanum | Pahit dengan sisa segar | Iris tipis, rebus bersama rimpang lain, saring. Untuk param, ditumbuk halus dan dicampur bahan lain. | |
| Temu Putih | Curcuma zedoaria | Pahit getir dengan sisa kamper | Irisan kering direbus lalu disaring. Bukan bahan masakan. | |
| Temu Mangga | Curcuma mangga | Segar dengan getir tipis, tanpa pahit menonjol | Iris tipis untuk lalapan mentah, atau parut dan peras airnya untuk jamu. | |
| Kunci Pepet | Kaempferia rotunda | Pahit dengan sisa getir yang bertahan lama | Rimpang segar diparut lalu diperas, atau irisan kering direbus dan disaring. Bukan bahan masakan. |
Kolom intensitas membantu memilih. Rimpang dengan intensitas 5 terlalu kuat untuk dimasukkan ke masakan dengan takaran bumbu biasa.
Nama yang Mudah Tertukar
Kunci Pepet dan temu kunci bernama mirip, dan nama latin keduanya sama-sama berakhiran rotunda. Keduanya berbeda marga: kunci pepet adalah Kaempferia rotunda, sedangkan temu kunci adalah Boesenbergia rotunda. Karena itu, mencocokkan bagian akhir nama latin tidak cukup untuk memastikan.
Bentuknya lebih membantu. Temu kunci berakar panjang seperti jari, sedangkan PROSEA menggambarkan umbi kunci pepet sebagai umbi kecil yang berair.
Temu Mangga mudah dibedakan lewat baunya. Catatan PROSEA untuk temu mangga[3] menyebut rimpangnya berbau mangga muda. Orang Sunda menyebutnya koneng lalab, karena ujung rimpangnya yang muda dimakan mentah sebagai lalap.
Jeringau dan Batas yang Tegas
Jeringau mengandung asaron, dan senyawa itu yang membuat jeringau berbeda dari rimpang jamu lain. Menurut pernyataan badan obat Eropa (EMA) tahun 2005[4], alfa-asaron dan beta-asaron merusak materi genetik dan memicu kanker hati pada hewan pengerat. EMA menyarankan kadarnya di produk herbal ditekan serendah mungkin, dengan batas sementara sekitar 2 mikrogram per kilogram berat badan per hari.
Amerika Serikat melangkah lebih jauh. Peraturan pangan Amerika (21 CFR 189.110)[5] menggolongkan makanan yang ditambahi jeringau, minyak jeringau, atau ekstraknya sebagai makanan tercemar sejak 1968.
Kadar asaron juga bergantung pada jenis tanamannya. PROSEA mencatat beta-asaron bisa mencapai 4 sampai 8 persen rimpang pada jeringau tetraploid dari Asia, sekitar 0,3 persen pada jenis triploid Eropa, dan tidak terdeteksi pada jenis diploid Amerika Utara. Jeringau yang dijual di lapak jamu tidak mencantumkan jenisnya, jadi pembeli tidak bisa tahu kadarnya.
Klaim yang Beredar dan Data Keamanannya
Banyak rimpang jamu dijual dengan klaim yang jauh melampaui buktinya. Kunci pepet, misalnya, dijual sebagai pelangsing, padahal klaim itu belum didukung uji klinis pada manusia, seperti tercatat di entrinya.
Temu Giring secara tradisional dipakai perempuan Jawa dan Bali untuk perawatan kulit. Penelitian tentang temu giring[6] menguji sifat itu di laboratorium dan pada kulit tikus, dan hasil semacam itu belum bisa dianggap manfaat yang terbukti pada manusia. Kayu Rapat berbeda karena bukan rimpang. Menurut PROSEA, rebusan kulit batangnya secara tradisional diminum sesudah melahirkan.
Sebagian besar rimpang di kelompok ini belum punya data keamanan yang memadai untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak. Untuk kelompok yang perlu berhati-hati, rempah yang berisiko selama kehamilan punya ulasan sendiri. Orang yang minum obat rutin sebaiknya menyebutkan jamunya kepada dokter, terutama bila sedang minum obat pengencer darah.
Isi artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dokter atau apoteker. Di pasar, kunyit dan temulawak bisa dibedakan dari ukuran dan aromanya.
Cara membaca kalimat “diteliti” di situs ini bergantung pada beda bukti laboratorium dan bukti pada manusia.
Sebagian rimpang ini sampai ke pembeli lewat penjual jamu keliling yang menjajakan jenis-jenis jamu gendong, dan takaran dua jamu yang paling umum, beras kencur dan kunyit asam, sudah dicatat pula.
Rimpang jamu yang dijual sebagai produk kemasan diatur berbeda dari yang diracik sendiri, dengan golongan produk menurut BPOM dari simplisia sampai fitofarmaka. Beberapa rimpang dapur juga dijual sebagai varian tersendiri, seperti jahe merah, kencur hitam, dan lengkuas kecil.
Rujukan
Sumber untuk keterangan botani dan keamanan di artikel ini.
- ↑ Boesenbergia rotunda (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Zingiber zerumbet (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Curcuma mangga (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Public Statement on the Use of Herbal Medicinal Products Containing Asarone. European Medicines Agency, 2005
- ↑ 21 CFR 189.110, Calamus and Its Derivatives. Legal Information Institute
- ↑ Anti-Aging Properties of Curcuma heyneana Valeton & Zijp. PubMed
- Curcuma aeruginosa (PROSEA). Pl@ntUse
- Kaempferia rotunda (PROSEA). Pl@ntUse
- Parameria laevigata (PROSEA). Pl@ntUse
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
- BangleZingiber montanumPahit dengan sisa segar
- JaheZingiber officinalePedas hangat, sedikit manis di ujung
- JeringauAcorus calamusPahit tajam dengan sisa getir yang lama
- Kayu RapatParameria laevigataSepat dengan sisa pahit
- KencurKaempferia galangaTajam getir dengan rasa tanah
- Kunci PepetKaempferia rotundaPahit dengan sisa getir yang bertahan lama
- KunyitCurcuma longaPahit hangat dengan sisa getir di lidah
- LempuyangZingiber zerumbetPahit tajam
- LengkuasAlpinia galangaTajam getir, sedikit seperti mustard
- Temu GiringCurcuma heyneanaPahit dengan getir tipis
- Temu IrengCurcuma aeruginosaPahit tajam yang menempel lama
- Temu KunciBoesenbergia rotundaSegar getir ringan
- Temu ManggaCurcuma manggaSegar dengan getir tipis, tanpa pahit menonjol
- Temu PutihCurcuma zedoariaPahit getir dengan sisa kamper
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
