Lewati ke konten

Rempah yang Perlu Dihati-Hati saat Hamil, dan Alasannya

5 menit baca

Hampir semua rempah aman dipakai saat hamil dalam takaran masak. Yang perlu dibicarakan dengan bidan atau dokter adalah suplemen, ekstrak, dan jamu pekat yang diminum rutin, karena jumlahnya jauh di atas bumbu dapur. Beberapa rempah memang punya alasan khusus untuk dihindari, dan alasan itu bisa ditunjuk sumbernya.

Takaran Masak dan Takaran Suplemen Berbeda

Lembaga kesehatan Amerika NCCIH memakai garis yang sama untuk banyak rempah: aman dalam jumlah makanan, tetapi belum tentu aman dalam jumlah suplemen. Untuk kelabet, NCCIH menulis pemakaian dalam jumlah di atas takaran makanan tidak aman selama kehamilan karena dikaitkan dengan peningkatan risiko cacat lahir. Kelabet sebagai bumbu kari tetap dianggap aman.

Safron punya angka yang lebih jelas. Sebuah tinjauan di jurnal Molecules tahun 2017[1] mengutip monografi Komisi Eropa: sampai 1,5 gram per hari tidak tercatat menimbulkan risiko, 5 gram sudah bisa menyebabkan keracunan, dan 10 gram disebut dosis yang memicu keguguran. Takaran safron di masakan hanya beberapa helai, jauh di bawah angka itu.

Rempah dengan Alasan Kuat untuk Dihindari

Akar Manis berbahaya dalam jumlah besar. Menurut NCCIH, mengonsumsi sekitar 250 gram akar manis per minggu selama kehamilan tidak aman dan dapat menambah risiko bayi lahir sebelum usia kandungan 38 minggu. Senyawa glisirizin di dalamnya juga bisa mengganggu irama jantung pada orang dengan tekanan darah tinggi.

Tonka berkadar kumarin tinggi. Peraturan pangan Amerika (21 CFR 189.130)[2] menggolongkan makanan yang ditambahi kumarin, termasuk dari biji tonka atau ekstraknya, sebagai makanan tercemar.

Jeringau mengandung asaron, yang menurut badan obat Eropa merusak materi genetik pada hewan pengerat. Alasan lengkapnya ada pada pembahasan temu, lempuyang, bangle, dan jeringau. Epazote juga perlu dihindari dalam bentuk minyaknya: tinjauan tentang epazote di jurnal Plants tahun 2025[3] mencatat minyak atsirinya jauh lebih beracun daripada ekstrak daunnya pada penelitian tikus.

Tabel berikut membandingkan rempah-rempah itu. Isinya dibaca langsung dari entri masing-masing.

RempahBagian yang dipakaiIntensitasTakaran lazimPeringatan
JeringauRimpangTidak ada takaran masak

Mengandung beta-asaron, senyawa yang pada penelitian hewan menunjukkan sifat merusak materi genetik, dan sejumlah negara membatasi atau melarang pemakaiannya sebagai bahan pangan. Tidak dianjurkan dikonsumsi rutin, tidak dianjurkan sama sekali saat hamil dan menyusui, dan tidak dianjurkan untuk anak. Kadar senyawanya berbeda jauh antar varietas dan hampir tidak pernah dicantumkan di kemasan.

TonkaBijiSepersepuluh biji untuk 4 porsi

Dilarang sebagai bahan tambahan pangan di Amerika Serikat, dan aturan di negara lain bisa berbeda. Periksa aturan setempat sebelum memakainya di produk yang dijual. Kumarin dalam jumlah besar dan berkepanjangan dikaitkan dengan gangguan fungsi hati pada penelitian hewan, jadi pemakaian rutin dalam jumlah besar tidak dianjurkan, terutama bagi yang punya gangguan hati atau sedang minum obat pengencer darah. Tidak dianjurkan saat hamil.

EpazoteDaun2 sampai 3 lembar untuk sepanci kacang

Mengandung askaridol yang dalam jumlah besar bersifat racun, dan minyak atsirinya pernah menyebabkan keracunan yang berakibat kematian pada anak, sehingga minyaknya tidak boleh dikonsumsi sama sekali. Beberapa lembar daun dalam sepanci masakan aman; jumlah besar tidak. Tidak dianjurkan sama sekali saat hamil dan menyusui, maupun untuk anak.

SafronKepala putik15 sampai 20 helai untuk 4 porsi nasi

Aman dalam takaran masak yang jumlahnya memang sangat kecil. Dosis besar berbahaya: konsumsi di atas sekitar 5 gram sekaligus dilaporkan menimbulkan keracunan, dan jumlah yang lebih besar lagi dapat memicu keguguran. Suplemen safron tidak dianjurkan saat hamil.

SageDaun4 sampai 6 lembar segar, atau 1/2 sdt kering, untuk 4 porsi

Aman dalam takaran masak. Mengandung tuyon, senyawa yang dalam dosis besar bersifat racun saraf, jadi seduhan pekat dan minyak atsirinya tidak boleh diminum rutin. Tidak dianjurkan bagi ibu menyusui yang ingin menjaga produksi air susu, maupun bagi penderita epilepsi.

Akar ManisAkar dan rimpangSatu potong sepanjang 3 cm untuk sepanci kuah

Ini peringatan yang serius, bukan formalitas. Glisirizin dapat menaikkan tekanan darah, menurunkan kadar kalium, dan memicu gangguan irama jantung bila dikonsumsi rutin dalam jumlah besar, dan laporan kasusnya ada. Penderita tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, gangguan jantung, dan yang minum obat diuretik atau kortikosteroid sebaiknya menghindarinya. Tidak dianjurkan saat hamil. Pemakaian sesekali sebagai bahan kuah jauh di bawah jumlah yang jadi masalah.

Aman sebagai Bumbu, Tidak sebagai Suplemen

Sage mengandung tuyon, senyawa yang bisa beracun dalam jumlah besar. NCCIH menyebut sage mungkin tidak aman dipakai selama kehamilan karena tuyon itu, walau sage dalam jumlah makanan umumnya aman.

Kunyit dan Jahe sering masuk daftar larangan, padahal masalahnya ada pada bentuk suplemen. NCCIH menulis suplemen kunyit mungkin tidak aman selama kehamilan, sedangkan suplemen jahe mungkin aman, dengan catatan tetap dibicarakan dengan tenaga kesehatan. Kunyit dan jahe di masakan tidak termasuk yang dipersoalkan.

Safron juga termasuk kelompok ini. Tinjauan tentang safron dan kehamilan tahun 2026[4] mencatat safron dosis rendah sedang diteliti untuk persalinan, tetapi dosis yang lebih tinggi dikaitkan dengan rangsangan pada rahim dan risiko keguguran. Jadi safron sebagai bumbu boleh, sebagai ramuan jangan tanpa petunjuk dokter.

Pala Berbahaya bagi Siapa Pun dalam Jumlah Besar

Pala dalam jumlah besar bisa meracuni siapa pun, hamil atau tidak. Sebuah tinjauan kasus keracunan pala di pusat informasi keracunan Illinois[5] mencatat 32 kasus dalam sepuluh tahun, dengan keluhan halusinasi, pusing, gelisah, mengantuk, mual, dan muntah. Hampir separuhnya terjadi karena pala sengaja dimakan dalam jumlah besar.

Jumlah itu jauh di atas takaran masak, yang biasanya hanya parutan kecil untuk satu panci. Takaran lazim pala tercatat di entrinya.

Jamu Selama Kehamilan

Di Indonesia, pertanyaan soal rempah saat hamil biasanya tentang jamu, bukan bumbu. Kunyit asam, beras kencur, dan racikan jamu lain diminum rutin dalam bentuk seduhan pekat, jadi jamu termasuk kelompok ramuan. Takarannya jauh di atas takaran dapur, dan komposisi racikan pasaran sering tidak tercantum lengkap. Kencur, bahan beras kencur, juga sering disebut sebagai ramuan batuk, padahal bukti kencur untuk batuk baru berasal dari laboratorium dan tikus.

Kalau Anda meminum jamu atau suplemen herbal, bawa kemasan atau daftar bahannya saat memeriksakan kandungan. Bidan dan dokter lebih mudah menilai racikan yang bahannya bisa dibaca. Bagi pengguna obat rutin, yang perlu diperhatikan adalah suplemen, ekstrak, dan jamu pekat, bukan rempah dalam takaran masak.

Isi artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat bidan atau dokter. Setiap kehamilan berbeda, dan sebagian kondisi menuntut kehati-hatian yang lebih ketat daripada yang tertulis di sini.

Kalimat “diteliti” di situs ini perlu dibaca dengan cermat, karena bukti laboratorium dan bukti pada manusia tidak sama kuat. Jahe paling banyak diteliti untuk mual pada masa kehamilan, dengan bukti yang masih bermutu rendah.

Rujukan

Sumber untuk keterangan keamanan di artikel ini.

  1. ↑ Saffron: An Old Medicinal Plant and a Potential Novel Functional Food. Molecules, 2017
  2. ↑ 21 CFR 189.130, Coumarin. Legal Information Institute
  3. ↑ Essential Oils and Extracts from Epazote (Dysphania ambrosioides): A Phytochemical Treasure with Multiple Applications. Plants, 2025
  4. ↑ Saffron and Pregnancy: Cultural Practices, Beliefs, and Safety Evidence: An Integrative Review. Journal of Evidence-Based Integrative Medicine, 2026
  5. ↑ Nutmeg Poisonings: A Retrospective Review of 10 Years Experience from the Illinois Poison Center, 2001-2011. Journal of Medical Toxicology, 2014
  6. Fenugreek: Usefulness and Safety. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH)
  7. Licorice Root: Usefulness and Safety. NCCIH
  8. Sage: Usefulness and Safety. NCCIH
  9. Turmeric: Usefulness and Safety. NCCIH
  10. Ginger: Usefulness and Safety. NCCIH

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.