Lewati ke konten

Rempah yang Berinteraksi dengan Obat Pengencer Darah

4 menit baca

Rempah dalam takaran masak umumnya tidak menjadi masalah bagi orang yang minum obat pengencer darah seperti warfarin. Yang perlu dibicarakan dengan dokter adalah suplemen, ekstrak, dan jamu pekat yang diminum setiap hari. Memorial Sloan Kettering Cancer Center[1] menulis hal yang sama untuk kunyit: aman dipakai di makanan dan teh, tetapi suplemennya jangan diminum bersama warfarin atau obat pengencer darah lain.

Takaran Dapur dan Takaran Suplemen Berbeda Jauh

Bedanya terlihat dari angka yang dipakai penelitian. Sebuah tinjauan sistematis tentang jahe dan penggumpalan keping darah[2] menemukan delapan uji klinis. Empat uji melaporkan jahe mengurangi penggumpalan keping darah, dan empat lainnya tidak menemukan pengaruh apa pun.

Uji yang menemukan pengaruh memakai 5 gram jahe setiap hari selama satu sampai dua minggu, atau 10 gram sekaligus. Jumlah itu jauh di atas jahe yang masuk ke sepiring masakan. Para penelitinya sendiri menyimpulkan buktinya belum tegas dan masih perlu diteliti.

Suplemen kurkumin juga dijual dalam takaran yang tinggi. Menurut LiverTox, takaran hariannya berkisar dari 100 miligram sampai lebih dari 1.000 miligram kurkumin, tergantung sediaannya. Kurkumin sebanyak itu tidak mungkin didapat dari bumbu kuning.

Rempah yang Paling Sering Dibahas

Kunyit mendapat peringatan paling tegas. Penelitian praklinis dan satu laporan kasus menunjukkan suplemen kunyit bisa menambah risiko perdarahan bila diminum bersama obat pengencer darah. Suplemen kurkumin juga tercatat di LiverTox sebagai penyebab cedera hati yang sudah terdokumentasi baik.

Jahe masih diperdebatkan, seperti hasil tinjauan di atas. Karena hasilnya belum tegas, jahe dosis suplemen tetap perlu disebutkan kepada dokter.

Bawang Putih tercantum di keterangan obat warfarin dari MedlinePlus[3] sebagai produk herbal yang perlu dibicarakan dengan dokter, bersama ginkgo, ginseng, dan St. John’s wort. Penelitian bawang putih untuk tekanan darah diuraikan di halaman lain.

Kayu Manis cassia dibahas karena alasan lain, yaitu hatinya. Kayu manis cassia mengandung kumarin, dan lembaga penilai risiko pangan Jerman (BfR)[4] menghitung orang dewasa 60 kilogram sudah mencapai batas aman hariannya dengan sekitar 2 gram cassia per hari. Bedanya dengan kayu manis ceylon yang lebih rendah kumarin punya uraian sendiri.

Jamu yang Diminum Setiap Hari

Jamu yang diminum setiap pagi termasuk konsumsi rutin, jadi sama pentingnya untuk disebutkan kepada dokter. Satu gelas jamu bisa berisi rimpang lebih banyak daripada sepiring masakan, dan jamu itu diminum berbulan-bulan.

Temulawak punya contoh yang dekat dengan kebiasaan di Indonesia. Sebuah penelitian pada tikus tahun 2021[5] dilakukan karena pasien penyakit jantung sering meminum temulawak bersama warfarin. Pada takaran tiga kali takaran lazim, ekstrak temulawak menaikkan kadar warfarin di dalam darah tikus. Hasil pada tikus belum tentu sama pada manusia, tetapi cukup menjadi alasan untuk bertanya kepada dokter.

Banyak rimpang jamu lain belum pernah diteliti bersama warfarin sama sekali. Tidak adanya laporan hanya berarti belum ada yang memeriksanya. Rimpang-rimpang itu termasuk rimpang pahit yang jarang jadi bumbu.

Sebelum Operasi dan Saat Kontrol ke Dokter

Menurut Institute for Safe Medication Practices[6], perhimpunan dokter anestesi Amerika menyarankan semua obat herbal dihentikan satu sampai dua minggu sebelum operasi. Jahe dan bawang putih termasuk dalam daftar herbal yang disebutnya. Alasannya, herbal bisa menambah perdarahan dan bereaksi dengan obat bius.

Keputusan kapan berhenti tetap diambil bersama dokter yang akan mengoperasi. Bawa kemasan suplemen atau jamunya saat kontrol, karena label memuat nama tanaman dan takarannya. Sebutkan juga sejak kapan dan seberapa sering diminum.

Tanda Perdarahan yang Perlu Segera Diperiksakan

MedlinePlus meminta pengguna warfarin segera menghubungi dokter bila muncul tanda perdarahan. Tanda itu antara lain mimisan, gusi berdarah, memar yang mudah muncul, perdarahan yang tidak berhenti, air seni berwarna merah muda atau cokelat gelap, dan tinja merah atau hitam.

Tanda-tanda itu perlu diperiksakan, apa pun dugaan penyebabnya. Jangan mengurangi, mengganti, atau menghentikan obat pengencer darah atas keputusan sendiri. Kelompok lain yang perlu berhati-hati dengan rempah dosis tinggi adalah perempuan yang sedang hamil.

Isi artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dokter atau apoteker. Setiap entri rempah juga punya bagian Peringatan sendiri.

Kalimat “diteliti” di situs ini perlu dibaca dengan memahami beda bukti laboratorium dan bukti manusia.

Rujukan

Sumber untuk keterangan keamanan dan interaksi di artikel ini.

  1. ↑ Turmeric. Memorial Sloan Kettering Cancer Center
  2. ↑ The Effect of Ginger (Zingiber officinale) on Platelet Aggregation: A Systematic Literature Review. PLoS One, 2015
  3. ↑ Warfarin. MedlinePlus Drug Information
  4. ↑ FAQ on Coumarin in Cinnamon and Other Foods. Bundesinstitut für Risikobewertung (BfR)
  5. ↑ The Influence of Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza) on the Pharmacokinetics of Warfarin in Rats. Pharmaceutical Biology, 2021
  6. ↑ Stop Taking Herbal Medicines 1 to 2 Weeks Before Surgery. Institute for Safe Medication Practices
  7. Turmeric. LiverTox, NCBI Bookshelf

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.