Bau Napas Bawang Putih: Yang Terbukti Mengurangi
Apel mentah, daun mint, selada mentah, dan susu adalah bahan yang dalam uji kecil pada sukarelawan mengurangi senyawa bau pada napas sesudah makan Bawang Putih mentah. Efek itu diukur pada jam pertama sesudah makan. Bau yang masih tersisa beberapa jam kemudian lebih sulit diatasi, karena sumbernya sudah pindah dari mulut ke dalam tubuh.
Dari Mana Bau Napas Bawang Putih Datang
Bau itu berasal dari beberapa senyawa belerang yang terbentuk saat bawang putih dikunyah atau dihaluskan. Senyawa itu antara lain dialil disulfida, alil merkaptan, dan alil metil sulfida. Nama ketiganya muncul terus di penelitian yang dibahas di bawah, karena alat ukur memantau kadarnya satu per satu.
Sumbernya tidak hanya satu. Dalam penelitian asal gas napas sesudah makan bawang putih[1] yang terbit di American Journal of Physiology pada 1999, lima orang makan 6 gram bawang putih. Sesaat sesudahnya, hampir semua gas belerang jauh lebih pekat di mulut daripada di udara paru. Pengecualiannya alil metil sulfida: kadarnya di mulut, udara paru, dan urine setara, tanda bahwa gas ini datang dari usus lewat darah. Tiga jam kemudian, alil metil sulfida menjadi gas belerang utama di napas.
Hasil itu menjelaskan pengalaman banyak orang. Membersihkan mulut hanya menjangkau gas yang terbentuk di mulut. Gas yang keluar dari paru beberapa jam kemudian tidak ikut hilang. Jumlah pesertanya hanya lima, jadi angka ini gambaran awal, bukan ukuran yang berlaku untuk semua orang.
Apel, Selada, dan Daun Mint
Bahan segar yang dimakan langsung sesudah bawang putih memberi hasil paling konsisten. Pada uji apel, selada, dan mint di Journal of Food Science 2016[2], peserta makan bawang putih mentah lalu segera makan salah satu bahan itu, dan napasnya diukur dari menit ke-1 sampai ke-60. Apel mentah, selada mentah, dan daun mint menurunkan kadar semua senyawa bau secara nyata.
Peneliti menduga kuncinya ada pada enzim di bahan segar, yang mengubah senyawa fenol (senyawa yang juga membuat apel iris menjadi cokelat) sehingga bisa mengikat senyawa belerang. Jus apel dan jus mint juga bekerja, tetapi umumnya kalah dari bahan utuhnya. Apel dan selada yang dipanaskan masih mengurangi sebagian senyawa. Teh hijau tidak memberi efek dalam uji ini.
Di tabung uji, asam rosmarinat paling kuat menekan bau. Senyawa ini dinamai dari Rosemari, tetapi hasil tabung uji belum berarti daun rosemari bekerja sama baiknya di mulut.
Susu, Peterseli, dan Air Jeruk
Susu juga diuji. Penelitian susu dan napas bawang putih tahun 2010[3] menemukan bahwa susu penuh lemak maupun tanpa lemak menurunkan kadar semua senyawa bau di mulut dan hidung. Air adalah komponen susu yang paling berperan. Susu penuh lemak lebih unggul untuk senyawa yang tidak larut air, dan susu yang dicampur ke bawang putih sebelum dimakan lebih efektif daripada susu yang diminum sesudahnya.
Uji lain dari kelompok peneliti yang sama menambah daftar. Dalam uji berbagai makanan penghilang bau napas bawang putih tahun 2014[4], apel mentah, Daun Peterseli, bayam, dan mint bekerja, begitu pula air jeruk lemon. Pada pH di bawah 3,6, enzim alinase yang membentuk senyawa bau berhenti bekerja. Klorofilin, zat hijau yang sering dijual sebagai penghilang bau mulut, tidak memberi efek sama sekali. Protein whey juga tidak.
Uji itu memakai lemon, bukan Jeruk Nipis. Nipis sama-sama asam, tetapi belum diuji dalam penelitian ini. Hasil soal teh hijau juga tidak seragam: uji 2014 menduga ada efek, uji 2016 tidak menemukannya.
Batas Penelitiannya
Semua uji di atas kecil dan diukur dengan alat, bukan dengan penilaian orang yang mencium napas. Jumlah peserta di ketiga uji makanan tidak tercantum di ringkasannya, dan uji 2016 berhenti mengukur pada menit ke-60. Jadi yang terbukti adalah penurunan kadar senyawa dalam satu jam pertama, bukan bau yang hilang seharian. Cara menimbang uji kecil pada sukarelawan seperti ini berlaku juga di sini.
Yang bisa dipakai di dapur: makan apel atau lalapan segar bersama hidangan berbawang putih mentah, minum susu, dan pakai perasan jeruk pada sambal atau saus berbawang. Senyawa baunya terbentuk lewat enzim yang sama dengan yang membuat irisan bawang terasa tajam, jadi perasan jeruk sebaiknya bertemu bawang putih sejak awal, sebelum baunya terbentuk. Bawang putih mentah juga punya risiko lain, misalnya luka bakar kalau ditempel ke kulit.
Bau mulut yang menetap tanpa makan bawang putih adalah perkara lain. Kalau bau itu muncul setiap hari, periksakan ke dokter gigi atau dokter, karena sebabnya bisa berupa masalah gusi, gigi, atau kondisi kesehatan lain.
Rujukan
Penelitian tentang asal bau napas bawang putih dan makanan yang mengurangi senyawanya.
- ↑ Differentiation of mouth versus gut as site of origin of odoriferous breath gases after garlic ingestion. The American Journal of Physiology, 1999
- ↑ Deodorization of Garlic Breath by Foods, and the Role of Polyphenol Oxidase and Phenolic Compounds. Journal of Food Science, 2016
- ↑ Effect of milk on the deodorization of malodorous breath after garlic ingestion. Journal of Food Science, 2010
- ↑ Deodorization of garlic breath volatiles by food and food components. Journal of Food Science, 2014
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
- Bawang PutihAllium sativumTajam menyengat mentah, manis gurih setelah matang
- Daun MintMentha arvensisSegar dingin, lembut pada mint lokal
- Daun PeterseliPetroselinum crispumSegar dengan sisa lada tipis
- Jeruk NipisCitrus aurantiifoliaAsam tajam dan bersih
- RosemariSalvia rosmarinusGetir kuat dengan sisa pahit resin
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
