Uap Cabai Digoreng: Iritasi Saluran Napas dan Cara Menguranginya
Batuk dan bersin saat menggoreng cabai terjadi karena kapsaisin, zat pedas cabai, ikut terbawa ke udara dan mengenai saraf di saluran napas. Pada kebanyakan orang, keluhan ini hilang begitu menjauh dari wajan. Data dari pekerja pabrik bumbu memberi gambaran paparan yang jauh lebih berat daripada dapur rumah, dan hasilnya tidak sama untuk semua orang. Penderita asma dan orang yang alergi cabai perlu lebih berhati-hati. Udara dalam rumah juga bisa terganggu oleh sumber lain, seperti dupa yang dibakar di dalam ruangan, yang menaikkan kadar partikel halus PM2,5.
Kenapa Uap Cabai Membuat Batuk
Pedas cabai berasal dari kapsaisin, senyawa yang merangsang saraf perasa panas. Di lidah, rangsangan itu terasa sebagai terbakar, dan air tidak meredakan panas kapsaisin karena senyawanya tidak larut dalam air. Di saluran napas, saraf yang sama memicu refleks batuk.
Penelitian fungsi napas penggiling cabai di Sri Lanka[1] menjelaskan bahwa kapsaisin yang terhirup memicu batuk dan menaikkan hambatan saluran napas untuk sementara, lewat rangsangan pada saraf sensorik di saluran napas. Karena itu, uap dari Cabai Rawit atau Cabai Merah Besar yang digoreng di minyak panas bisa membuat seisi rumah terbatuk, walau yang memasak hanya satu orang.
Yang Tercatat pada Pekerja Cabai
Penelitian di Sri Lanka itu memeriksa 25 pria dari lima pabrik penggilingan cabai, dengan rata-rata masa kerja 6,6 tahun. Sebanyak 15 orang, atau 60 persen, mengalami keluhan awal termasuk batuk ketika mulai bekerja, tetapi keluhan itu hilang dalam 3 minggu sampai 6 bulan. Fungsi napas mereka sebelum dan sesudah satu giliran kerja tidak berbeda nyata dibanding kelompok pembanding. Penelitinya menyimpulkan kenaikan hambatan napas akibat kapsaisin terlalu singkat untuk terukur dalam kondisi kerja biasa.
Studi batuk pada pekerja cabai di jurnal Chest[2] tahun 1991 membandingkan 22 pekerja pabrik bumbu yang terpapar cabai dengan 19 pekerja yang tidak. Batuk dilaporkan 13 pekerja terpapar, atau 59 persen, dibanding 4 pekerja tidak terpapar, atau 21 persen. Fungsi paru dasar kedua kelompok tidak berbeda. Paparan jangka panjang juga tidak membuat semua pekerja kebal, karena kepekaan batuk mereka terhadap kapsaisin terbagi dua kelompok.
Kedua penelitian ini potong lintang dan kecil, dengan peserta di bawah 30 orang per kelompok. Paparannya berupa debu cabai kering selama berjam-jam, jauh di atas uap dari satu wajan sambal. Ukuran penelitian dan jenis paparannya perlu diingat sebelum hasilnya dipakai untuk dapur rumah.
Alergi dan Asma
Batuk karena iritasi berbeda dari alergi. Penelitian 150 pekerja pabrik bumbu di Occupational and Environmental Medicine[3] menemukan 17 persen pekerja punya gejala mirip asma yang berhubungan dengan debu bumbu. Sebanyak 19 persen peka terhadap Bawang Putih, dan 6 persen di antaranya juga peka terhadap cabai. Asma yang mungkin terjadi lebih kuat berhubungan dengan kepekaan terhadap cabai daripada bawang putih. Penelitinya menyimpulkan paparan debu bumbu berisi alergen cabai dan bawang putih menaikkan risiko penyakit napas alergi dan asma.
Pekerja pabrik menghirup debu setiap hari, jadi angka itu tidak bisa dipindah begitu saja ke dapur. Tetapi bagi penderita asma, uap cabai tetap bisa menjadi pemicu. Tanda alergi rempah yang tercatat juga berlaku untuk cabai.
Cara Mengurangi Uap di Dapur
Belum ada uji yang mengukur cara mengurangi uap cabai secara khusus. Yang tersedia adalah penelitian ventilasi dapur umum. Uji coba ventilasi masak di 14 rumah di California[4] memberi keluarga video edukasi dan memastikan tudung isap dapurnya layak. Setelah itu penghuni lebih sering memakai tungku belakang dan sedikit lebih sering menyalakan tudung isap, dan kadar gas NO2 dari masakan turun. Penurunan partikel halus lebih kecil, dan gejala napas anak tidak berubah dalam penelitian sekecil itu.
Dari sana, langkah yang masuk akal untuk menggoreng cabai:
- Nyalakan tudung isap sejak awal, atau buka jendela dan pintu supaya udara mengalir keluar.
- Pakai tungku yang paling dekat dengan tudung isap, biasanya tungku belakang.
- Jangan menunduk tepat di atas wajan saat cabai masuk ke minyak panas.
- Minta anak dan anggota keluarga yang punya asma menjauh dari dapur selama cabai digoreng.
Uap cabai juga bisa mengenai mata dan kulit. Keluhan di tangan setelah memotong Cabai Keriting dibahas terpisah pada rasa panas di tangan setelah memotong cabai.
Kapan Perlu ke Dokter
Batuk karena uap cabai biasanya reda dalam beberapa menit setelah menghirup udara segar. Periksakan diri ke dokter bila sesak napas tidak mereda setelah menjauh dari dapur, bila napas berbunyi mengi, bila muncul bengkak di bibir atau wajah, atau bila keluhan napas selalu kambuh setiap kali memasak cabai. Penderita asma sebaiknya membicarakan pemicu di dapur dengan dokternya dan menyiapkan obat pelega sesuai resep.
Rujukan
Sumber untuk mekanisme batuk, data pekerja cabai, alergi, dan ventilasi dapur.
- ↑ Respiratory function in chilli grinders. Occupational Medicine, 1993
- ↑ Cough in hot pepper workers. Chest, 1991
- ↑ Work-related allergic respiratory disease and asthma in spice mill workers is associated with inhalant chili pepper and garlic exposures. Occupational and Environmental Medicine, 2013
- ↑ Measured air quality impacts after teaching parents about cooking ventilation with a video: a pilot study. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 2025
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
