Alergi Rempah: Yang Tercatat dan Tandanya
Alergi rempah jarang, tetapi nyata, dan wijen adalah rempah yang paling jelas tercatat sebagai pemicu alergi makanan. Rempah lain lebih jarang memicu reaksi, dan pemicunya sulit dilacak karena rempah hampir selalu dipakai dalam campuran. Tanda alergi juga perlu dipisahkan dari rasa panas cabai atau perut tidak nyaman sesudah makan pedas, yang bukan alergi. Reaksi lain yang bukan alergi juga tercatat, misalnya keringat berbau sirup maple karena kelabet, yang tidak berbahaya.
Seberapa Sering Alergi Rempah Terjadi
Angka yang ada masih kasar. Tinjauan alergi rempah di Annals of Allergy, Asthma & Immunology[1] tahun 2011 menyebut alergi rempah dilaporkan mengenai 4 sampai 13 dari 10.000 orang dewasa, lebih sering pada perempuan karena rempah juga ada di kosmetik. Tinjauan itu tidak menemukan angka untuk anak, dan penulisnya menduga alergi rempah jauh lebih banyak daripada yang terdiagnosis.
Menurut tinjauan yang sama, sebagian besar protein pemicu alergi di rempah rusak saat dicerna. Kepekaan terhadap rempah lebih sering terbentuk lewat hirupan serbuk sari tanaman lain yang mirip, terutama mugwort dan birch. Gejalanya mengikuti jalan masuknya: gangguan napas kalau terhirup, dan gangguan kulit kalau tersentuh.
Wijen, yang Paling Jelas Tercatat
Wijen sekarang diperlakukan sama dengan kacang tanah dan susu di Amerika Serikat. Halaman alergi makanan dari FDA[2] menyebut wijen sebagai alergen utama kesembilan lewat undang-undang FASTER yang ditandatangani 23 April 2021 dan berlaku mulai 1 Januari 2023.
Tinjauan alergi wijen di Journal of Food Allergy[3] memperkirakan alergi ini mengenai 0,1 sampai 0,24 persen penduduk Amerika Serikat. Dalam satu laporan yang dikutipnya, 81,6 persen penderita alergi wijen juga alergi makanan lain, paling sering kacang tanah. Sekitar 40 persen penderita alergi wijen bereaksi terhadap kacang tanah. Minyak wijen yang tidak dimurnikan pernah dikaitkan dengan anafilaksis, sedangkan minyak yang dimurnikan biasanya tidak memicu alergi. Biji lain seperti Mustard Kuning, poppy, dan rami juga pernah dilaporkan memicu reaksi cepat, tetapi kasusnya jarang.
Keluarga Seledri dan Bumbu Kari
Biji Seledri, Ketumbar, adas, dan jinten berasal dari satu keluarga tumbuhan, keluarga seledri. Orang yang peka terhadap satu anggotanya bisa bereaksi terhadap anggota lain, karena protein pemicunya mirip. Mugwort dan birch, dua tanaman yang serbuk sarinya disebut di atas, adalah tanaman daerah beriklim sedang, jadi jalur kepekaan lewat serbuk sari itu belum tentu berlaku sama di Indonesia.
Bumbu campuran membuat pelacakan lebih sulit. Laporan kasus alergi bumbu kari di Journal of Dermatology[4] menceritakan perempuan 22 tahun yang mengalami biduran dan sesak napas sesudah makan nasi kari. Uji tusuk kulitnya positif terhadap beberapa rempah keluarga seledri, dan ia juga alergi lateks serta buah melon. Kasus ini baru terurai setelah wawancara yang teliti, uji kulit, dan pemeriksaan darah.
Pedas Tidak Sama dengan Alergi
Mulut panas, keringat, dan hidung berair sesudah makan sambal adalah efek capsaicin pada saraf, dan terjadi pada hampir semua orang. Sebab rasa pedas cabai punya penjelasan sendiri. Alergi berbeda: yang bekerja adalah sistem kekebalan, dan gejalanya bisa muncul walau jumlah rempahnya sedikit.
FDA mendaftar tanda reaksi alergi makanan berikut:
- biduran, kulit memerah, atau ruam
- kesemutan di mulut, atau bengkak di wajah, lidah, dan bibir
- muntah, diare, atau kram perut
- batuk atau napas berbunyi
- pusing, tenggorokan membengkak, sulit bernapas, sampai hilang kesadaran
Kapan Harus ke Dokter
Sesak napas, tenggorokan terasa menyempit, atau pusing sesudah makan adalah tanda anafilaksis, reaksi alergi berat yang bisa mengancam nyawa. FDA menganjurkan berhenti makan saat itu juga, memakai obat darurat seperti epinefrin bila sudah diresepkan, dan segera mencari pertolongan medis.
Untuk reaksi yang lebih ringan tetapi berulang, catat makanan, merek bumbu, dan waktu munculnya gejala, lalu bawa catatan itu ke dokter. Tinjauan tahun 2011 menyebut uji kulit dan pemeriksaan darah untuk rempah belum bisa diandalkan, sehingga diagnosis bergantung pada riwayat yang rinci dan uji makan bertahap di bawah pengawasan dokter. Jangan menguji sendiri di rumah. Sampai ada diagnosis, satu-satunya penanganan adalah menghindari rempahnya, dan itu tidak mudah karena keterangan rempah di label sering tidak lengkap atau kabur. Laporan seperti ini perlu ditimbang menurut kekuatan buktinya, sedangkan rempah yang bermasalah karena sebab lain punya daftar sendiri.
Rujukan
Sumber untuk angka kejadian, tanda alergi, dan keterangan wijen di artikel ini.
- ↑ Spice allergy. Annals of Allergy, Asthma & Immunology, 2011
- ↑ Food Allergies. U.S. Food and Drug Administration
- ↑ A practical focus on sesame allergy and a brief review of other seed allergies. Journal of Food Allergy, 2022
- ↑ Curry spice allergy associated with pollen-food allergy syndrome and latex fruit-syndrome. The Journal of Dermatology, 2009
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
