Sambal Botolan Rumahan: Tanda Matang, Minyak Penutup, dan Umur Simpannya
Sambal botolan rumahan hanya awet kalau airnya habis saat ditumis, botolnya bersih, dan isinya disimpan di kulkas. Lapisan minyak di permukaan menahan udara, tetapi tidak mengawetkan sambal yang masih basah. Satu penelitian sambal kemasan di suhu ruang mencatat umur simpan hanya 5 sampai 6 hari, jadi sambal yang dibiarkan berminggu-minggu di lemari dapur tidak bisa dianggap aman hanya karena tertutup minyak.
Apa yang Disebut Sambal Botolan
Sambal botolan di sini adalah sambal yang dimasak lalu dimasukkan ke botol atau stoples untuk dipakai berhari-hari. Peraturan BPOM tentang produksi pangan industri rumah tangga[1], yaitu Peraturan BPOM Nomor 4 Tahun 2024, mendefinisikan sambal sebagai produk siap makan dari bahan utama cabai, berbentuk semi padat, yang telah dimasak atau diawetkan dengan cara lain. Contoh yang disebut antara lain sambal terasi, sambal bajak, sambal petai, dan sambal cabai hijau.
Definisi itu sekaligus membedakannya dari sambal mentah. Sambal yang tidak ditumis sama sekali berisi bahan segar yang masih berair, jadi memang dibuat untuk sekali makan. Sambal botolan justru bergantung pada proses masaknya.
Menumis sampai Airnya Habis
Air adalah musuh utama sambal simpan. Penelitian umur simpan sambal gami di jurnal AgriHealth[2] dari Universitas Pasundan mencatat kadar air sambal gami buatannya 37,07 persen, dan menyebut batas SNI sambal paling banyak 45 persen. Penulisnya menulis bahwa kadar air yang tinggi memacu pertumbuhan mikroba dan merusak mutu produk.
Belum ada sumber yang memberi angka menit menumis yang berlaku untuk semua sambal, karena jumlah cabai, tomat, dan ukuran wajan berbeda-beda. Patokan yang bisa dipakai adalah tanda di wajan. Cabai Merah Besar, Cabai Rawit, dan Bawang Merah yang dihaluskan mula-mula berbuih dan memercik karena airnya menguap. Sambal siap dibotolkan setelah percikan berhenti, warnanya menggelap, dan minyak mulai terpisah di pinggir wajan, sama seperti bumbu halus yang dimasak sampai airnya tidak tersisa. Tomat menambah banyak air, jadi sambal bertomat perlu ditumis lebih lama daripada sambal tanpa tomat.
Minyak Penutup: Menahan Udara, Bukan Pengawet
Minyak yang menggenang di atas sambal menahan udara dan menjaga permukaan tetap lembap. Minyak itu sendiri ikut rusak selama penyimpanan. Penelitian sambal gami tadi mengukur asam lemak bebas, tanda awal ketengikan: pada suhu 25 °C kadarnya naik dari 1,56 persen menjadi 3,61 persen dalam 6 hari. Sambal gami itu mengandung lemak 12,31 persen, dari minyak goreng yang dipakai memasaknya.
Lapisan minyak juga menciptakan keadaan tanpa udara di bawahnya. Keadaan seperti itu disukai bakteri penyebab botulisme, dan risikonya pada cabai dan bawang yang direndam minyak sudah menjadi alasan untuk selalu menyimpannya dingin. Hal yang sama berlaku untuk sambal berisi Bawang Putih yang terendam minyak. Jadi minyak penutup tidak boleh dijadikan alasan untuk menyimpan sambal di suhu ruang. Saus cabai yang diasamkan lewat fermentasi bakteri asam laktat dijaga dengan patokan lain, yaitu kadar garam dan batas pH 4,6.
Berapa Lama Sambal Botolan Bertahan
Penelitian sambal gami memberi angka yang jarang tersedia untuk sambal. Sambal itu dibuat dari cabai rawit, bawang merah, tomat, terasi, gula, garam, dan minyak goreng, dikemas dalam stoples plastik PET, lalu disimpan pada 25, 30, dan 40 °C. Umur simpannya pada 25 °C diperkirakan 6 hari berdasarkan kadar asam lemak bebas dan 5 hari berdasarkan jumlah mikroba. Makin panas suhunya, makin cepat mutunya turun.
Angka itu berlaku untuk suhu ruang, tanpa pasteurisasi atau pengawet. Di kulkas, penurunan mutu berjalan lebih lambat, tetapi penelitian itu tidak mengujinya, jadi tidak ada angka pasti untuk sambal simpan dingin. Sambal yang berbau asam, berbuih, berjamur, atau tutupnya menggembung harus dibuang tanpa dicicipi.
Penelitian yang sama menyoroti ruang kosong di atas sambal. Stoples yang dipakai menyisakan ruang kosong 40,8 persen dari tingginya, padahal patokan yang baik menurut penulis sekitar 10 persen. Makin besar ruang kosong, makin banyak udara yang ikut terkurung bersama sambal.
Langkah Membotolkan di Rumah
- Cuci botol dan tutupnya, lalu keringkan sampai benar-benar tidak berair.
- Tumis sambal sampai tanda-tanda di atas muncul, lalu isi botol sampai hampir penuh.
- Tutup rapat, dinginkan sebentar, lalu simpan di kulkas.
- Ambil dengan sendok yang bersih dan kering setiap kali memakai.
- Tulis tanggal masak di tutupnya, dan buat dalam jumlah yang cepat habis.
Sambal yang ingin dijual punya aturan tambahan. Peraturan BPOM yang sama memasukkan sambal ke dalam jenis pangan yang bisa didaftarkan industri rumah tangga, dengan syarat produksi dan label yang harus dipenuhi. Sambal tumis dari Jawa diulas lebih rinci lewat sambal bajak dan sambal tomat yang ditumis.
Rujukan
Sumber untuk definisi sambal olahan dan data umur simpan sambal kemasan.
- ↑ Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 4 Tahun 2024 tentang Pedoman Penerbitan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga. Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2024
- ↑ Pendugaan Umur Simpan Sambal Gami Dikemas dalam Jar Polyethylene Terephthalate (PET). AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health, Universitas Sebelas Maret, 2022
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
