Lewati ke konten

Bawang Putih Mentah di Kulit: Kasus Luka Bakar Kimia

4 menit baca

Bawang putih mentah yang ditumbuk lalu ditempel ke kulit bisa menimbulkan lepuh yang mirip luka bakar derajat dua. Kasusnya tercatat pada bayi sampai orang tua, hampir selalu karena bawang putih segar yang ditutup plester atau perban selama berjam-jam. Kalau lepuh sudah muncul, bilas dengan air dingin dan bawa ke fasilitas kesehatan, terutama bila korbannya anak kecil atau lukanya luas.

Yang Terjadi di Kulit

Bawang Putih utuh menyimpan alliin dan enzim alliinase secara terpisah, dan keduanya stabil selama siung tidak rusak. Begitu siung dicincang atau ditumbuk, enzim itu mengubah alliin menjadi alisin, senyawa belerang yang sangat reaktif. Irisan Bawang Merah dan Bawang Bombay melepas senyawa belerang yang berbeda, dan senyawa itulah yang membuat mata berair saat bawang diiris.

Laporan kasus lepuh bawang putih di jurnal Cureus[1] tahun 2025 menjelaskan bahwa pada kadar tinggi, alisin mengalahkan pertahanan sel kulit dan merusaknya dengan cepat. Tutup yang rapat memperparah keadaan, karena alisin tertahan di kulit lebih lama.

Kasus yang Sudah Tercatat

Semua bukti di bagian ini berupa laporan kasus, yaitu catatan dokter tentang satu atau beberapa pasien. Dalam tangga bukti dari laboratorium sampai manusia, laporan kasus tidak bisa menunjukkan seberapa sering sebuah kejadian terjadi. Yang bisa ditunjukkannya: kejadian ini nyata dan polanya berulang.

  • Seorang laki-laki berusia 46 tahun di Amerika Serikat menempelkan tumbukan bawang putih segar ke pergelangan tangan yang nyeri, lalu membalutnya dengan perban katun selama sekitar lima jam. Saat dibuka, kulitnya terasa sangat panas dan muncul dua lepuh besar. Dokter mendiagnosis luka bakar kimia derajat dua.
  • Laporan kasus bayi dari rumah sakit di Kota Kinabalu[2], Malaysia, menceritakan bayi laki-laki berusia 3 bulan yang sedang batuk. Ibunya menempelkan satu siung bawang putih tumbuk ke telapak kaki bayi dan menutupnya dengan plester selama 6 jam semalam. Kedua telapak kaki memerah dan melepuh, dengan lepuh terbesar 3 x 3 cm. Lukanya membaik dalam beberapa hari dengan perawatan luka harian.

Laporan Cureus merangkum sebuah tinjauan sistematis yang mengumpulkan 39 kasus antara 1993 dan 2021, pada 21 perempuan dan 18 laki-laki berusia 3 bulan sampai 80 tahun. Lokasi terbanyak di tungkai. Luka biasanya muncul setelah 6 sampai 8 jam pada anak, dan lebih lama pada orang dewasa.

Luka Bakar atau Iritasi

Dokter belum sepakat soal namanya. Surat tanggapan dari dokter keluarga Universiti Malaya[3] berpendapat bahwa istilah “luka bakar bawang putih” menyesatkan. Menurut mereka, kerusakannya lebih tepat disebut dermatitis kontak iritan, yaitu radang kulit karena zat yang merusak langsung, tanpa melibatkan alergi. Bentuknya memang mirip luka bakar derajat dua, tapi penyebabnya reaksi kimia di sel kulit, bukan panas atau zat korosif seperti asam kuat.

Perbedaan nama itu memengaruhi pengobatannya, karena penulis surat khawatir label luka bakar mendorong perawatan yang kurang tepat. Bagi pembaca awam, pelajarannya sama: kulit yang melepuh sesudah ditempeli bawang putih perlu diperiksa dokter, tidak cukup diolesi ramuan lain. Reaksi ini juga berbeda dari alergi terhadap rempah, yang melibatkan sistem kekebalan tubuh.

Yang Perlu Dilakukan dan Dihindari

Lembar keamanan bawang putih dari NCCIH[4] menyatakan bawang putih segar mentah mungkin tidak aman dipakai di kulit karena bisa menimbulkan iritasi berat dan luka bakar kimia. Beberapa bentuk olahan bawang putih untuk kulit tampaknya aman, tapi keamanan pemakaian di kulit selama hamil dan menyusui belum banyak diketahui.

  • Jangan menempelkan bawang putih mentah ke kulit, terutama kulit bayi dan anak, dan jangan menutupnya dengan plester atau perban.
  • Kalau kulit terasa panas atau memerah, lepaskan bawang putihnya dan bilas dengan air dingin. Penulis laporan Cureus menyarankan bilasan paling sedikit 30 menit, tanpa langsung mengoleskan salep.
  • Jangan memecahkan lepuh sendiri.
  • Segera ke instalasi gawat darurat kalau lukanya luas atau dalam, mengenai wajah, kepala, tangan, atau lipat paha, atau kalau tidak jelas zat apa yang mengenai kulit.

Batuk, nyeri sendi, atau keluhan lain yang membuat orang mencoba cara ini juga perlu diperiksakan. Laporan-laporan ini tidak menyangkut bawang putih yang dimakan dalam masakan. Risikonya datang dari tumbukan mentah yang dibiarkan menempel lama di kulit.

Rujukan

Sumber untuk laporan kasus, istilah medis, dan keterangan keamanan bawang putih.

  1. ↑ Blistering Bulbs: The Hidden Dangers of Garlic as a Home Remedy. Cureus, 2025
  2. ↑ Unforeseen sequela of a traditional remedy: A garlic burn case report. Malaysian Family Physician, 2025
  3. ↑ Garlic burns are not burns. Malaysian Family Physician, 2025
  4. ↑ Garlic: Usefulness and Safety. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), 2025

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.