Lewati ke konten

Apakah Bawang Putih Benar Menurunkan Tekanan Darah

4 menit baca

Suplemen bawang putih memang diteliti untuk tekanan darah, dan penurunan yang dilaporkan umumnya kecil serta paling terlihat pada orang yang tekanan darahnya sudah tinggi. Menurut lembaga kesehatan Amerika NCCIH[1], bukti yang ada masih terbatas. Hasil itu berasal dari suplemen berdosis tetap, bukan dari Bawang Putih di masakan, dan suplemen yang sama bisa menambah risiko perdarahan.

Apa yang Ditemukan Penelitian

Hasil penelitian bawang putih berbeda-beda menurut kelompok orang yang diteliti. Sebuah meta-analisis di Journal of Clinical Hypertension tahun 2015[2] menggabungkan 17 uji klinis dan menemukan tekanan sistolik turun rata-rata 3,75 mmHg dibandingkan kelompok pembanding. Pada penderita tekanan darah tinggi penurunannya sekitar 4,4 mmHg, sedangkan pada orang dengan tekanan darah normal penurunan sistoliknya tidak bermakna.

Tinjauan lain memberi angka yang lebih besar. Meta-analisis di Experimental and Therapeutic Medicine tahun 2020[3] menggabungkan 12 uji klinis pada 553 penderita tekanan darah tinggi dan melaporkan penurunan sistolik rata-rata 8,3 mmHg. Tinjauan itu banyak membahas satu merek ekstrak bawang putih tua, jadi angkanya berlaku untuk suplemen jenis itu.

Perbedaan dua angka itu menunjukkan batas buktinya. NCCIH merangkumnya dengan hati-hati: bukti yang terbatas menunjukkan suplemen bawang putih mungkin sedikit menurunkan tekanan darah pada orang yang tekanan darahnya tinggi. Suplemen bawang putih tidak menggantikan obat tekanan darah dari dokter.

Bawang Putih di Masakan Berbeda dari Suplemen

Senyawa bawang putih yang paling banyak diteliti adalah alisin, dan alisin baru terbentuk saat bawang putih dihancurkan. Menurut tinjauan di jurnal Frontiers in Nutrition tahun 2024[4], alisin dibentuk oleh enzim aliinase dari senyawa aliin ketika siung dihancurkan, lalu cepat terurai menjadi senyawa belerang lain. Perebusan selama 10 menit menghambat pembentukan senyawa belerang itu. Bawang tunggal pun termasuk bawang putih, hanya saja umbinya membentuk satu siung dan kandungannya perlu dibaca dengan batas klaimnya.

Artinya, bawang putih yang digoreng sampai cokelat membawa senyawa yang berbeda dari suplemen berdosis tetap. Hasil penelitian suplemen tidak otomatis berlaku untuk bawang putih di tumisan, dan menambah jumlah bawang putih di masakan bukan cara untuk meniru dosis penelitian.

Bawang putih di masakan juga punya efek samping sendiri pada sebagian orang. NCCIH mencatat bau napas dan bau badan, nyeri perut, perut kembung, dan mual, serta reaksi alergi pada sebagian kecil orang.

Perdarahan, Obat, dan Operasi

Hal yang paling perlu diketahui dari suplemen bawang putih adalah risiko perdarahannya. NCCIH menulis suplemen bawang putih dapat menambah risiko perdarahan, dan meminta penggunanya memberi tahu tenaga kesehatan, terutama menjelang operasi atau bila sedang minum obat pengencer darah atau aspirin.

Keterangan obat warfarin dari MedlinePlus[5] juga mencantumkan bawang putih di daftar produk herbal yang perlu dibicarakan dengan dokter. Pengguna obat pengencer darah juga perlu memperhatikan rempah lain yang bisa berinteraksi dengan obatnya.

Bawang putih di masakan tidak perlu dihentikan karena alasan ini. Yang perlu dibicarakan dengan dokter adalah suplemennya.

Membaca Klaim Kesehatan Rempah Lain

Pola bawang putih berlaku untuk hampir semua klaim kesehatan rempah. Tanyakan empat hal: siapa yang diteliti, dalam bentuk apa bahannya, berapa dosisnya dibanding takaran dapur, dan seberapa besar hasilnya.

Penelitian pada sel atau hewan belum bisa dibaca sebagai saran untuk manusia. Ekstrak yang dipekatkan tidak sama dengan bubuk di rak bumbu, dan penurunan beberapa mmHg yang bermakna secara statistik bisa terasa kecil dalam kehidupan sehari-hari. Kunyit dan Kayu Manis adalah dua rempah lain yang klaimnya paling sering dibagikan dengan pola yang sama.

Bawang putih yang direndam minyak juga perlu diperhatikan. CDC meminta minyak buatan sendiri yang berisi bawang putih disimpan di kulkas dan dibuang setelah 4 hari, karena campuran itu bisa menumbuhkan bakteri penyebab botulisme. Isi artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dokter.

Tingkat bukti di balik klaim kesehatan di situs ini punya penjelasan sendiri. Hasil penelitian bawang putih untuk kolesterol diulas terpisah.

Rujukan

Sumber untuk keterangan penelitian dan keamanan di artikel ini.

  1. ↑ Garlic: Usefulness and Safety. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH)
  2. ↑ Effect of Garlic on Blood Pressure: A Meta-Analysis. Journal of Clinical Hypertension, 2015
  3. ↑ Garlic Lowers Blood Pressure in Hypertensive Subjects, Improves Arterial Stiffness and Gut Microbiota: A Review and Meta-Analysis. Experimental and Therapeutic Medicine, 2020
  4. ↑ Effects of Different Preparation and Cooking Processes on the Bioactive Molecules of Allium Vegetables. Frontiers in Nutrition, 2024
  5. ↑ Warfarin. MedlinePlus Drug Information
  6. Botulism Prevention. Centers for Disease Control and Prevention (CDC)

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.