Varian Rimpang yang Dijual Terpisah: Jahe Merah, Kencur Hitam, Lengkuas Kecil
Beberapa rimpang di lapak jamu dijual dengan nama yang mirip bumbu dapur, padahal tidak semuanya bahan yang sama. Jahe merah masih satu spesies dengan jahe biasa, sedangkan kencur hitam dan lengkuas kecil adalah spesies yang berbeda dari kencur dan lengkuas. Bawang dayak bahkan bukan bawang, karena termasuk suku iris-irisan.
Tabel berikut membandingkan keempat rimpang itu. Isinya dibaca langsung dari entri masing-masing.
| Rempah | Nama latin | Profil rasa | Intensitas | Cara pakai |
|---|---|---|---|---|
| Jahe Merah | Zingiber officinale var. rubrum | Pedas menyengat dengan sisa panas yang lama | Memarkan lalu rebus untuk minuman. Untuk masakan, pakai setengah berat jahe biasa yang digantikan. | |
| Kencur Hitam | Kaempferia parviflora | Getir pahit dengan sisa pedas ringan | Irisan kering diseduh air panas lalu disaring. Bukan bahan masakan. | |
| Lengkuas Kecil | Alpinia officinarum | Pedas menggigit dengan sisa getir | Iris tipis lalu rebus untuk ramuan. Untuk masakan, pakai jauh lebih sedikit daripada takaran lengkuas biasa. | |
| Bawang Dayak | Eleutherine bulbosa | Getir dengan sisa pahit, tidak dipakai sebagai rasa | Irisan kering diseduh air panas sekitar sepuluh menit lalu disaring. Bukan bahan masakan. |
Jahe Merah Lebih Kecil dan Lebih Pedas
Jahe Merah adalah varietas dari Jahe biasa. Menurut tinjauan tentang jahe merah di jurnal Molecules tahun 2022[1], Zingiber officinale var. rubrum berukuran lebih kecil dan lebih pedas daripada jahe biasa. Kulit rimpangnya cokelat kemerahan, dan penampang dalamnya kuning sampai merah muda.
Tinjauan yang sama mencatat kadar senyawa pedas golongan vanilloid lebih tinggi pada jahe merah. Karena itu jangan menukar jahe biasa dengan jahe merah dalam jumlah ruas yang sama, karena hasilnya bisa jauh lebih pedas. Mulailah dari jumlah yang lebih sedikit lalu cicipi.
Di Indonesia, jahe merah lebih sering dipakai untuk minuman dan ramuan daripada masakan. Tinjauan itu mencatat pemakaian tradisionalnya untuk mengeluarkan angin, meredakan gangguan pencernaan, dan menghangatkan badan.
Kencur Hitam dan Lengkuas Kecil Adalah Spesies Lain
Kencur Hitam bukan varian dari Kencur. Kencur hitam adalah Kaempferia parviflora, sedangkan kencur dapur adalah Kaempferia galanga. Keduanya satu suku jahe-jahean, tetapi rasa dan pemakaiannya berbeda, seperti tercatat di entri masing-masing.
Lengkuas Kecil juga spesies tersendiri. Menurut catatan PROSEA untuk lengkuas kecil[2], Alpinia officinarum berukuran lebih kecil dalam semua bagian dibandingkan Lengkuas biasa, dengan rimpang bergaris tengah 8 sampai 12 milimeter. Rimpangnya lebih harum dan lebih pedas daripada lengkuas biasa, dan dipakai sebagai penyedap minuman seperti ginger ale.
Karena lebih pekat, lengkuas kecil tidak bisa menggantikan lengkuas biasa dengan takaran yang sama. Takaran lazim keduanya tercatat di entri masing-masing.
Bawang Dayak Bukan Bawang
Bawang Dayak hanya mirip bawang dari bentuk umbinya. Menurut tinjauan tentang Eleutherine bulbosa tahun 2021[3], tanaman yang juga disebut bawang hutan atau bawang tiwai ini termasuk suku Iridaceae, satu suku dengan bunga iris, dan banyak ditemukan di Kalimantan.
Umbinya dipakai secara tradisional oleh masyarakat Dayak sebagai ramuan. Karena itu bawang dayak tidak bisa menggantikan Bawang Merah di masakan, walau namanya memakai kata bawang.
Klaim Kesehatan dan Batas Buktinya
Kencur hitam dan bawang dayak sama-sama dijual dengan klaim kesehatan yang luas. Untuk kencur hitam, tinjauan sistematis tahun 2017[4] hanya menemukan tujuh uji klinis dari 683 catatan penelitian. Hasilnya menunjukkan manfaat pada kekuatan genggam dari dua penelitian, tetapi para penelitinya menilai buktinya belum meyakinkan karena penelitiannya kecil.
Untuk bawang dayak, tinjauan tahun 2021 di atas merangkum banyak aktivitas yang sebagian besar diteliti di laboratorium. Hasil laboratorium belum bisa dianggap sebagai manfaat yang terbukti pada manusia.
Data keamanan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak juga belum memadai untuk sebagian besar rimpang ini. Kalau meminumnya rutin sambil minum obat, bicarakan dengan dokter, terutama bila obatnya pengencer darah yang bisa berinteraksi dengan rempah. Rimpang jamu lain, seperti temu ireng, lempuyang, dan bangle, punya ulasan sendiri.
Hasil penelitian pada sel dan hewan belum tentu berulang pada manusia.
Varian ini sering membingungkan karena nama dagangnya. Padanan bahasa Inggrisnya sering keliru karena kencur dan lengkuas sama-sama disebut galangal, dan dua rimpang yang paling sering tertukar adalah lengkuas berserat keras dan jahe yang lentur.
Rujukan
Sumber untuk keterangan botani dan penelitian di artikel ini.
- ↑ Zingiber officinale var. rubrum: Red Ginger’s Medicinal Uses. Molecules, 2022
- ↑ Alpinia officinarum (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb. Bulb: Review of the Pharmacological Activities and Its Prospects for Application. PMC, 2021
- ↑ Clinical Effects of Krachaidum (Kaempferia parviflora): A Systematic Review. Journal of Evidence-Based Complementary & Alternative Medicine, 2017
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
- Bawang DayakEleutherine bulbosaGetir dengan sisa pahit, tidak dipakai sebagai rasa
- Bawang MerahAllium cepa var. aggregatumTajam saat mentah, manis pekat setelah ditumis lama
- JaheZingiber officinalePedas hangat, sedikit manis di ujung
- Jahe MerahZingiber officinale var. rubrumPedas menyengat dengan sisa panas yang lama
- KencurKaempferia galangaTajam getir dengan rasa tanah
- Kencur HitamKaempferia parvifloraGetir pahit dengan sisa pedas ringan
- LengkuasAlpinia galangaTajam getir, sedikit seperti mustard
- Lengkuas KecilAlpinia officinarumPedas menggigit dengan sisa getir
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
