Lewati ke konten

Adas, Adas Pulosari, Adas Manis, dan Adas Sowa: Empat Nama, Empat Tanaman

4 menit baca

Adas, adas manis, adas sowa, dan adas pulosari berasal dari tanaman yang berbeda, jadi tidak ada yang bisa saling menggantikan tanpa mengubah masakan. Adas, adas manis, dan bunga lawang beraroma mirip karena sama-sama kaya anetol, walau bunga lawang bukan kerabat dekat keduanya. Adas sowa dan adas pulosari berada di luar kelompok beraroma manis itu.

Tabel berikut membandingkan kelima bahan itu. Isinya dibaca langsung dari entri masing-masing.

RempahNama latinBagian yang dipakaiProfil rasaIntensitas
AdasFoeniculum vulgareBijiManis dengan sisa segar
Adas ManisPimpinella anisumBuah kering yang lazim disebut bijiManis bersih tanpa sisa pahit
Adas PulosariAlyxia reinwardtiiKulit batangPahit dengan sisa manis
Adas SowaAnethum graveolensDaun dan bijiSegar dengan sisa manis adas
Bunga LawangIllicium verumBuahManis kuat dengan sisa hangat

Anetol Membuat Tiga Bahan Beraroma Mirip

Aroma manis seperti permen pada kelompok ini berasal dari senyawa anetol. Menurut catatan PROSEA untuk adas[1], minyak atsiri adas jenis manis mengandung anetol sampai 70 sampai 80 persen. Minyak adas manis mengandung 80 sampai 95 persen anetol, dan minyak bunga lawang 70 sampai 93 persen.

Kandungan yang mirip itu tidak berarti ketiganya berkerabat dekat. Adas dan Adas Manis adalah biji dari tanaman berbatang lunak, sedangkan Bunga Lawang adalah buah berbentuk bintang dari pohon. Aroma yang mirip pada tumbuhan yang berbeda jauh adalah kebetulan kimia.

Adas sendiri punya dua jenis. PROSEA mencatat adas manis berasa tajam dan manis dengan aroma anis yang kuat, sedangkan adas pahit berkadar fenkon lebih tinggi dan berbau serta berasa seperti kamper.

Membedakan Bijinya

Bentuk biji paling mudah dipakai untuk membedakan. PROSEA mencatat buah adas lonjong agak melengkung, panjangnya 3 sampai 8,5 milimeter, berwarna hijau muda sampai cokelat kekuningan, dengan lima rusuk yang jelas. Buah adas manis lebih kecil, bulat telur, panjangnya 3 sampai 5 milimeter, dan berbulu halus.

Namanya juga bisa membingungkan. PROSEA mencatat nama Indonesia untuk Pimpinella anisum adalah jinten manis, sedangkan di pasar bahan yang sama sering dijual sebagai adas manis. Karena itu nama latin di kemasan lebih bisa dipegang daripada nama dagangnya. Satu nama untuk beberapa tanaman juga terjadi pada kapulaga, yang di dunia terdiri atas empat jenis dengan aroma berbeda. Kapulaga ikut masuk ke racikan kari untuk mi Aceh, bersama ketumbar dan kayu manis.

Adas Sowa berbeda lagi. Menurut catatan PROSEA untuk adas sowa[2], bijinya pipih seperti lensa dengan rusuk bersayap, dan daun serta bijinya dipakai sebagai bumbu. Minyak bijinya kaya karvon, bukan anetol, jadi aromanya tidak semanis adas.

Foto adas manis (kiri) dan adas (kanan) berdampingan untuk membedakan keduanya
Adas Manis: tanaman yang berbeda (Pimpinella anisum); rasanya manis bersih tanpa sisa segar yang dimiliki adas. Adas: bijinya lebih besar dan menyisakan rasa segar, sedangkan adas manis manis bersih tanpa sisa pahit. Foto adas manis: David Monniaux / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0, dipotong dan diperkecil. Foto adas: Sanjay Acharya / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0, dipotong dan diperkecil. Kartu ini dibagikan dengan CC BY-SA 4.0.

Adas Pulosari Adalah Bahan Jamu

Adas Pulosari paling jauh dari namanya. PROSEA mencatat Alyxia reinwardtii sebagai sumber pulasari yang paling umum untuk ramuan adas pulasari, yang dipakai dalam jamu. Bahan ini tidak dipakai sebagai bumbu masakan seperti tiga adas lain.

Karena itu resep masakan yang menyebut adas hampir tidak pernah memaksudkan adas pulosari. Kalau resep terjemahan menyebutnya, kemungkinan besar penerjemahnya keliru mengartikan salah satu nama lain.

Memilih dan Menerjemahkan Nama

Resep asing memakai nama yang berbeda untuk setiap bahan. Fennel seed berarti adas, anise atau aniseed berarti adas manis, star anise berarti bunga lawang, dan dill berarti adas sowa. Salah menerjemahkan nama itu penyebab kekeliruan yang paling sering pada kelompok ini.

Pemakaiannya juga berbeda. PROSEA mencatat adas manis dipakai untuk kari, kue, permen, dan minuman, sedangkan bunga dan biji adas sowa dipakai untuk acar mentimun, bawang, cuka, saus, dan roti. Bunga lawang jauh lebih pekat, jadi jangan menggantinya dengan adas manis dalam takaran yang sama.

Satu peringatan berlaku untuk bunga lawang. PROSEA mengingatkan bunga lawang sering tertukar dengan bunga lawang jepang (Illicium anisatum) yang buahnya beracun. Laporan di jurnal Pediatrics tahun 2004[3] mencatat tujuh bayi mengalami gangguan saraf setelah diberi seduhan bunga lawang di rumah, dan menemukan bukti bunga lawang tercampur bunga lawang jepang. Karena itu seduhan bunga lawang jangan diberikan kepada bayi. Beberapa rempah lain baru aman kalau diolah dan ditakar dengan benar.

Di pasar, dua rimpang yang paling sering tertukar bisa dibedakan dari ukurannya, karena temulawak jauh lebih besar daripada kunyit.

Kebingungan nama yang serupa juga terjadi pada jinten, karena jinten putih, jinten hitam, dan jintan kaper berasal dari tumbuhan yang berbeda famili. Bunga lawang dan adas manis beraroma mirip karena sama-sama mengandung anetol, meski tanamannya jauh berbeda.

Rujukan

Sumber untuk keterangan botani dan keamanan di artikel ini.

  1. ↑ Foeniculum vulgare (PROSEA). Pl@ntUse
  2. ↑ Anethum graveolens (PROSEA). Pl@ntUse
  3. ↑ Neurotoxicities in Infants Seen with the Consumption of Star Anise Tea. Pediatrics, 2004
  4. Pimpinella anisum (PROSEA). Pl@ntUse
  5. Illicium verum (PROSEA). Pl@ntUse
  6. Alyxia reinwardtii (PROSEA). Pl@ntUse

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.