Jinten Putih dan Jinten Hitam Bukan Tanaman yang Sama
Nama jinten dipakai untuk tiga tumbuhan yang berbeda famili, dan hanya satu yang benar-benar jinten dalam pengertian resep Indonesia. Kekeliruannya berakibat nyata: menukar jinten putih dengan jinten hitam mengubah arah masakan sepenuhnya.
Jinten Putih: Jinten yang Dimaksud Resep
Yang dimaksud resep gulai dan kari adalah Cuminum cyminum. Menurut catatan PROSEA[1], nama Inggrisnya cumin, sedangkan di Indonesia ia disebut jinten putih di Jawa, jinten bodas di Sunda, dan jinten poteh di Madura.
Jinten beraroma hangat dan sedikit berminyak, dan paling terasa setelah disangrai. Hasil menyangrainya bergantung pada suhu dan waktu sangrai.
Jinten Hitam: Famili yang Sama Sekali Lain
Jinten Hitam adalah Nigella sativa. PROSEA[2] mencatat nama Inggrisnya black cumin, small fennel, dan love-in-a-mist, dengan nama Indonesia jinten hitam dan nama Malaysia jintan hitam.
Nama Inggrisnya memakai kata cumin dan fennel sekaligus, padahal tumbuhannya bukan keduanya. Bijinya hitam bersudut, rasanya lebih tajam dan sedikit pahit, dan di dapur ia lebih sering ditaburkan di roti daripada masuk bumbu halus.
Jintan Kaper: Nama Ketiga yang Ikut Berebut
Nama ketiga datang dari Eropa. Catatan PROSEA untuk Carum carvi[3] menyebut namanya caraway, dan di Indonesia bijinya dikenal sebagai Jintan Kaper.
Bentuknya melengkung seperti bulan sabit dengan rusuk yang tegas, sedangkan jinten putih lebih lurus dan berbulu halus. Resep berbahasa Inggris yang menyebut caraway hampir selalu memaksudkan jintan kaper, dan menggantinya dengan jinten membuat roti atau sauerkraut terasa salah arah.
Kenapa Namanya Bisa Tumpang Tindih
Pola yang sama berulang di banyak rempah: nama diberikan menurut kemiripan bentuk biji atau aroma, bukan menurut kekerabatan tumbuhannya. Jinten hitam dinamai black cumin karena bijinya kecil gelap seperti jinten, dan small fennel karena aromanya mengingatkan pada adas, padahal ia bukan keduanya.
Akibatnya terasa saat menerjemahkan resep. Resep India yang menyebut kalonji memaksudkan jinten hitam, resep Timur Tengah yang menyebut cumin memaksudkan jinten putih, dan resep Eropa tengah yang menyebut caraway memaksudkan jintan kaper. Membaca nama latinnya menyelesaikan ketiganya sekaligus.
Cara Membedakannya di Tangan
Tiga tanda cepat. Warna: jinten putih cokelat muda, jintan kaper cokelat gelap, jinten hitam benar-benar hitam. Bentuk: jinten putih lurus, jintan kaper melengkung, jinten hitam bersudut tidak beraturan. Aroma: jinten putih hangat berminyak, jintan kaper mengarah ke adas manis, jinten hitam tajam dan sedikit pahit.
Kalau membeli dalam kemasan, nama latin di label menyelesaikan keraguan lebih cepat daripada gambar di depan kemasan. Kekeliruan nama serupa juga muncul pada padanan Inggris untuk rempah Indonesia dan pada empat tanaman yang sama-sama bernama adas.
Kalau Salah Beli
Jinten hitam tidak bisa menggantikan jinten putih di gulai, karena pahitnya menonjol dan aromanya tidak menyatu dengan santan. Sebaliknya, jinten putih di atas roti terasa terlalu berminyak dan hangat.
Yang paling dekat dengan jinten putih justru Ketumbar yang ditambah sedikit jintan kaper, meski hasilnya tetap berbeda. Rempah yang tertukar karena bentuknya mirip punya ulasan sendiri, begitu pula biji beraroma untuk roti.
Rujukan
Sumber untuk nama botani dan nama daerah di artikel ini.
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
