Lewati ke konten

Jeruk Limau dan Jeruk Nipis: Bentuk, Aroma Kulit, dan Pemakaiannya

4 menit baca

Jeruk limau lebih kecil, bentuknya agak pipih, dan kulitnya berbenjol, sedangkan jeruk nipis lebih besar, bulat, dan kulitnya sangat tipis. Di dapur, limau dipakai terutama untuk aromanya di sambal dan soto, sementara nipis dipakai untuk asamnya yang tajam dan airnya yang banyak. Keduanya bisa ditemukan di lapak yang sama, dan salah ambil akan terasa di masakan. Jeruk nipis utuh juga bisa dijemur sampai kering menjadi loomi untuk kacang, daging, dan nasi di dapur Teluk.

Dua Tanaman yang Berbeda

Jeruk limau adalah Citrus amblycarpa, dan jeruk nipis adalah Citrus aurantiifolia. Catatan PROSEA untuk jeruk limau[1] menyebut nama daerahnya di Jawa jeruk limau, jeruk limo, dan jeruk sambal. Tanaman ini hanya dikenal sebagai tanaman budidaya di Jawa, ditanam dari tepi pantai sampai ketinggian 350 meter, dan buahnya dijual di sebagian besar pasar.

Catatan PROSEA untuk jeruk nipis[2] mencatat nama jeruk nipis dan jeruk pecel. Jeruk nipis diduga berasal dari India utara dan Myanmar, atau dari Malesia utara, dan kini ditanam di seluruh daerah tropis. Buahnya dipakai di hampir setiap rumah di Asia Tenggara untuk memberi rasa pada makanan dan minuman.

Membedakan di Lapak

Ukuran dan kulit adalah petunjuk tercepat. Menurut PROSEA, buah Jeruk Limau bulat agak pipih dengan garis tengah 1,5 sampai 3,5 cm. Kulitnya hijau tua mengilap saat muda, berubah hijau kekuningan saat tua, permukaannya berbenjol-benjol, dan tidak terlalu tipis. Daging buahnya hijau kekuningan, asam, dan wangi, dan bijinya lonjong seperti buah pir sampai 1 cm.

Buah Jeruk Nipis bulat sampai bulat telur, bergaris tengah 3 sampai 6 cm, kadang dengan tonjolan kecil di ujungnya, dan berwarna hijau kekuningan. Kulitnya sangat tipis dan penuh kelenjar minyak. Daging buahnya sangat asam, berair, dan harum, dengan biji kecil yang bulat.

Jadi jeruk yang kecil, pipih, dan kulitnya bertonjol hampir pasti limau. Jeruk yang lebih besar, bulat, dan kulitnya tipis adalah nipis. Kalau masih ragu, gores kulitnya dengan kuku lalu cium. Membedakan lewat bentuk dan bau seperti ini juga dipakai untuk rimpang kuning bertampang serupa.

Foto jeruk limau (kiri) dan jeruk nipis (kanan) berdampingan untuk membedakan keduanya
Jeruk Limau: buahnya lebih kecil dan aromanya lebih wangi berbunga. Jeruk Nipis: kulitnya lebih halus dan aromanya lebih lurus, sedangkan jeruk limau lebih wangi berbunga. Foto jeruk limau: Eka P. Amdela / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, dipotong dan diperkecil. Foto jeruk nipis: Dinesh Valke from Thane, India / Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0, dipotong dan diperkecil. Kartu ini dibagikan dengan CC BY-SA 4.0.

Aroma Kulit dan Air Buah

PROSEA menyebut air buah limau yang masih muda sangat wangi dan dipakai sebagai penyedap sambal, soto, dan bakmi. Daunnya juga dipakai sebagai bumbu, misalnya pengganti daun jeruk purut di saus daging, dan untuk mengharumkan air pencuci. Jadi daun limau bisa menggantikan Daun Jeruk purut dalam keadaan terpaksa, tetapi daun jeruk purut dan kerabatnya tetap punya aroma masing-masing.

Jeruk nipis dikenal karena asamnya. PROSEA mencatat buah tuanya mengandung asam sitrat 7 sampai 8 persen dari berat air buah, dan airnya sekitar 41 persen dari berat buah. Kandungan vitamin C-nya 46 mg per 100 gram bagian yang dimakan, menurut analisis di Thailand.

Perbedaan aroma keduanya pernah diuji. Penelitian minyak nabati beraroma jeruk di Journal of Food Science[3] merendam irisan jeruk purut, jeruk nipis, dan Citrus amblycarpa dalam minyak wijen, sawit, dan kelapa. Senyawa yang paling banyak di semua minyak adalah golongan monoterpena, terutama limonena. Jeruk purut dan C. amblycarpa menghasilkan aroma yang lebih kaya dan lebih rumit daripada jeruk nipis. Hasil ini diukur pada minyak berperisa, bukan pada masakan, tetapi arahnya sama dengan kebiasaan dapur yang memilih limau untuk wangi.

Kapan Memakai yang Mana

Pakai limau untuk sambal terasi, soto, dan bakmi, ketika yang dicari wangi kulit dan sedikit asam. Karena buahnya kecil dan airnya sedikit, satu porsi biasanya butuh lebih dari satu buah. Takaran di entrinya: 2 sampai 4 buah untuk 4 porsi

Pakai nipis ketika yang dibutuhkan asam, misalnya untuk minuman, sambal kecap, atau melumuri ikan sebelum dimasak. Takaran di entrinya: Setengah sampai satu buah untuk 4 porsi

Kulit nipis yang baru dipetik cepat mengering dan menghitam. PROSEA mencatat berbagai uji untuk memperpanjang umur simpannya, dari pasir lembap sampai lilin, belum memberi hasil memuaskan. Belilah nipis secukupnya untuk beberapa hari. Kulit jeruk yang sengaja dikeringkan punya pemakaian lain, dan Kulit Jeruk Purut adalah contoh yang paling dekat dengan dapur Indonesia.

Rujukan

Sumber untuk nama, ciri buah, kandungan asam, dan perbandingan aroma.

  1. ↑ Citrus amblycarpa (PROSEA). Pl@ntUse
  2. ↑ Citrus aurantifolia (PROSEA). Pl@ntUse
  3. ↑ Characterization of Volatile Organic Compounds in Citrus-Flavored Sesame, Palm, and Coconut Oils Using Gas Chromatography-Mass Spectrometry and Multivariate Analysis. Journal of Food Science, 2025

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.