Lewati ke konten

Mint, Kemangi, dan Selasih: Daun Mirip, Aroma Berbeda

4 menit baca

Mint, kemangi, dan selasih sama-sama daun dari suku Labiatae, suku tumbuhan berbatang segi empat yang daunnya berkelenjar minyak, jadi bentuknya mirip. Aromanya berbeda karena isi minyaknya berbeda. Mint terasa dingin karena mentol, selasih manis hangat dengan minyak yang didominasi metil kavikol, dan kemangi berbau lemon dengan sisi cengkeh dan kayu manis. Masalahnya, nama pasarnya tumpang-tindih, jadi daun yang dijual sebagai selasih di satu tempat bisa disebut kemangi di tempat lain. Isi minyak yang berbeda juga memisahkan aroma biji dan daun ketumbar, meski keduanya berasal dari satu tanaman. Hal yang sama berlaku pada seledri, yang daun, batang, dan bijinya datang dari tipe budidaya seledri yang berbeda dalam satu tanaman.

Tiga Tanaman, Nama yang Saling Tumpang-tindih

Nama daerah untuk kedua jenis Ocimum di Indonesia bercampur. Catatan PROSEA tentang basil manis[1] (Ocimum basilicum) mencatat nama Indonesianya selasih, kemangi, dan surawung dalam bahasa Sunda. Untuk Ocimum americanum, PROSEA mencatat kemangi, serawung, dan selasih putih. Di Malaysia, O. americanum bahkan juga disebut ruku-ruku, padahal di Sumatra nama itu dipakai untuk kerabat lain, Ruku-ruku.

Mint lebih mudah dikenali. Uraian PROSEA tentang daun poko[2] (Mentha arvensis) menyebut nama Indonesianya daun poko, bijanggut dalam bahasa Sunda, dan janggot dalam bahasa Jawa. Menurut PROSEA, hanya jenis inilah yang tumbuh di Asia Tenggara; mint lain di kawasan ini adalah jenis atau hibrida yang ditanam di kebun dan pot.

Karena namanya kacau, nama latin lebih bisa dipegang daripada nama dagang, misalnya saat membeli benih atau bibit. Ini masalah yang sama dengan rimpang kuning yang dijual dengan nama tertukar, hanya saja pada daun, aroma yang menjadi penentunya.

Membedakan dari Aroma

Cara paling cepat adalah meremas satu daun dan menciumnya.

  • Mint: dingin, dengan tajam yang bergantung pada kadar mentolnya. PROSEA mencatat mint Asia Tenggara umumnya lembut, kecuali mint Jepang (M. arvensis var. piperascens) yang kaya mentol.
  • Kemangi: segar seperti lemon, dengan sisi cengkeh dan kayu manis. PROSEA mencatat O. americanum mengandung sitral, kamfer, dan metil sinamat dalam perbandingan yang berubah-ubah, dan campuran itulah yang menghasilkan aroma tersebut.
  • Selasih atau basil manis: manis dan hangat. Salah satu minyak basil yang dicatat PROSEA berisi 53,3 persen metil kavikol dan 22,0 persen linalool; jenis lain berisi metil kavikol sampai 84,7 persen. PROSEA menggambarkan aroma daunnya harum, hangat, dan manis, dengan nada tajam seperti cengkeh.

Basil manis tidak seragam. PROSEA menyebut sedikitnya enam kemotipe, yaitu kelompok tanaman yang bentuknya sama tetapi isi minyaknya berbeda. Jadi dua pot selasih bisa berbau cukup berbeda walau daunnya kembar. Ada pula hibrida kedua jenis, O. ×citriodorum, hasil silangan basil manis dan O. americanum, yang menurut PROSEA berbau adas manis. Shiso dari Jepang, yang juga sesuku, menambah kerumitan karena aromanya berada di antara mint dan kemangi.

Membedakan dari Bentuk Daun

Kalau aromanya samar karena daun sudah lama dipetik, bentuk masih membantu. PROSEA menggambarkan daun O. americanum berukuran 2,5 sampai 5 cm, runcing, bertepi rata, dan berbintik kelenjar di kedua sisinya. Tanamannya tegak, bercabang banyak, dengan batang muda berbulu putih. Bunganya putih kecil dalam untaian bertingkat.

Daun M. arvensis berbentuk lanset, 2,5 sampai 4,5 cm, tipis, dan bergerigi kecuali di pangkalnya. Tepi bergerigi itu yang paling mudah membedakannya dari kemangi. Daun basil manis bulat telur sampai jorong, 1 sampai 5 cm, dengan tepi rata sampai bergerigi tumpul, dan warnanya hijau muda sampai hijau keunguan. PROSEA mencatat ada pula pilihan berdaun ungu yang tetap harum dan bisa dipakai seperti yang hijau.

Biji Selasih di Minuman

Biji yang dijual sebagai biji selasih bisa berasal dari kedua jenis Ocimum. PROSEA menyebut biji O. americanum mengembang di air menjadi massa seperti jeli yang dipakai dalam minuman manis, dan biji O. basilicum bisa dipakai dengan cara yang sama. Dalam beberapa menit, kulit bijinya mengeluarkan lapisan putih berlendir. Mint tidak punya pemakaian seperti ini. PROSEA mencatat M. arvensis di Vietnam berbunga lebat tetapi jarang berbiji, dan jenis Mentha lain di kawasan Malesia tidak atau jarang berbunga.

Memakainya di Dapur

Kemangi dimakan mentah sebagai lalapan, dan PROSEA menyebutnya bahan yang tidak boleh absen di masakan Sunda. Daunnya juga dimasukkan ke masakan yang berbau amis. Aromanya keluar saat daunnya diremas lalu cepat hilang, jadi kemangi dimasukkan paling akhir. Untuk basil manis, PROSEA menyarankan hal yang sama: daun ditambahkan menjelang akhir memasak.

Mint lokal yang lembut juga dimakan mentah. Minyak mint pekat lain soal: PROSEA mencatat mentol dosis tinggi beracun dan bisa memicu kejang pita suara pada anak kecil dan penderita asma, jadi minyak mint tidak dioleskan di dekat hidung anak. Ketiga daun ini sama-sama cepat layu, dan kemangi yang dibekukan hanya cocok untuk kuah, tidak untuk lalapan.

Rujukan

Sumber untuk nama daerah, isi minyak atsiri, dan pemakaian ketiga daun.

  1. ↑ Ocimum basilicum (PROSEA). Pl@ntUse
  2. ↑ Mentha arvensis (PROSEA). Pl@ntUse
  3. Ocimum americanum (PROSEA). Pl@ntUse

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.