Sambal Matah, Dabu-Dabu, dan Sambal Mentah Lainnya
Sambal mentah adalah sambal yang bahannya diiris atau diulek kasar tanpa ditumis. Sambal matah dari Bali dan dabu-dabu dari Manado adalah dua yang paling dikenal. Keduanya bergantung pada bahan yang segar, rasa asam dari jeruk, dan minyak panas yang disiramkan di akhir. Karena tidak dimasak, sambal jenis ini paling enak dimakan hari itu juga dan paling cepat rusak. Di Jimbaran dan Manado, keduanya disajikan bersama ikan bakar berbumbu Bali dan rica.
Sambal Matah: Irisan Bawang, Serai, dan Daun Jeruk
Sambal matah dibuat dari irisan tipis Bawang Merah dan cabai rawit, ditambah Serai dan Daun Jeruk yang diiris halus. Banyak resep menambahkan garam, sedikit terasi, dan perasan jeruk, lalu menyiramnya dengan minyak kelapa panas. Takarannya berbeda di tiap dapur, jadi yang lebih berguna adalah cara menyiapkan tiap bahannya.
Bagian serai yang dipakai menentukan hasilnya. Serai tua yang berserat tetap keras walau diiris tipis, jadi kupas pelepah luarnya sampai tersisa bagian dalam yang pucat dan lunak. Catatan PROSEA tentang serai[1] menyebut bagian tengah tunas muda serai dimakan sebagai lauk pendamping nasi di Asia Tenggara, bagian yang sama yang cocok untuk sambal matah.
Daun jeruk dipakai sedikit saja. Buang tulang daunnya dan iris setipis mungkin, karena potongan yang lebar terasa kasar di mulut.
Dabu-Dabu: Tomat sebagai Badan Sambal
Dabu-dabu memakai tomat sebagai bahan utama. Tomat dipotong dadu, lalu dicampur irisan bawang merah dan cabai, diberi garam dan perasan jeruk, dan sering disiram minyak panas. Hasilnya lebih berair daripada sambal matah, dan rasa asam tomatnya ikut menentukan seberapa banyak jeruk yang perlu ditambahkan.
Karena tomat melepas air setelah diberi garam, dabu-dabu yang didiamkan lama menjadi encer. Garami sesaat sebelum disajikan kalau ingin potongan tomatnya tetap utuh. Untuk rasa asamnya, Jeruk Limau atau jeruk nipis bisa dipakai, dan jumlahnya lebih baik ditambah sedikit demi sedikit sambil dicicipi.
Sambal Mentah dari Daerah Lain
Penelitian daya simpan sambal kecicang[2] dari Universitas Pendidikan Ganesha menyebut sambal matah dan dabu-dabu di antara sambal khas daerah, lalu meneliti sambal kecicang dari Bali. Menurut penelitian itu, kecicang adalah nama Bali untuk Kecombrang, dan sambal kecicang, yang juga disebut sambal bongkot, dibuat dari bunga kecombrang yang dirajang bersama cabai, bawang merah, dan bawang putih, lalu diberi garam, gula, dan terasi. PROSEA mencatat tunas bunga kecombrang yang masih muda dimakan sebagai sayur segar, jadi bahan ini memang cocok untuk sambal yang tidak dimasak lama.
Pedasnya diatur lewat jenis dan jumlah cabai. Sambal matah memakai Cabai Rawit yang diiris, dan irisan kecil itu membuat pedasnya langsung terasa di setiap suapan. Tiap jenis cabai punya tugas: rawit untuk pedas, merah besar untuk warna.
Kenapa Sambal Mentah Cepat Rusak
Penelitian sambal kecicang yang sama menjelaskan bahwa kadar air yang tinggi membuat sambal mudah rusak. Sambal kecicang dalam penelitian itu bahkan sudah dipanaskan sekitar 70 derajat Celsius dan dikemas vakum, tetapi mutunya hanya bertahan paling baik sampai hari ketiga. Sambal matah dan dabu-dabu tidak dipanaskan sama sekali, jadi jangan berharap sambal ini tahan berhari-hari.
Minyak panas yang disiramkan di akhir melayukan irisan bawang dan melepas aroma serai. Siraman sesaat itu tidak bisa dianggap memasak seluruh sambal, jadi tetap perlakukan sambal ini sebagai bahan mentah.
Menyiapkan Bahan Mentah dengan Aman
Semua bahan sambal mentah dimakan tanpa dimasak, sehingga kebersihannya menentukan. Panduan FDA untuk menyiapkan sayur dan buah segar[3] menganjurkan beberapa langkah yang berlaku juga di sini:
- cuci tangan dengan sabun dan air hangat minimal 20 detik sebelum dan sesudah menyiapkan bahan
- buang bagian yang memar atau rusak, dan buang bahan yang tampak busuk
- cuci bahan di bawah air mengalir, lalu keringkan dengan kain atau tisu bersih
- pakai talenan yang berbeda dari talenan daging, ayam, dan ikan mentah
- simpan bahan segar yang mudah rusak di kulkas bersuhu 4 derajat Celsius atau lebih dingin
Kalau sambal mentah akan disajikan bersama ayam atau ikan bakar, siapkan sambalnya lebih dulu, sebelum talenan dipakai untuk daging mentah. Sambal yang tersisa sebaiknya langsung masuk kulkas dan dihabiskan secepatnya. Tidak semua rempah tahan dimakan mentah, dan lalapan seperti kemangi perlu disiapkan sesaat sebelum disajikan. Kedudukan sambal di antara racikan bumbu lainnya terlihat bila dibandingkan dengan bumbu dasar kuning dan merah. Racikan rempah khas Manado, rica-rica bercabai dan woku berkunyit, punya ulasannya sendiri.
Rujukan
Sumber untuk keterangan serai, kecombrang, daya simpan sambal, dan keamanan bahan mentah di artikel ini.
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
- Bawang MerahAllium cepa var. aggregatumTajam saat mentah, manis pekat setelah ditumis lama
- Cabai RawitCapsicum frutescensPedas menyengat dengan sisa buah tipis
- Daun JerukCitrus hystrixSegar sitrus dengan sisa sedikit pahit
- Jeruk LimauCitrus amblycarpaAsam sedang dengan sisa getir kulit
- KecombrangEtlingera elatiorAsam segar dengan sisa harum bunga
- SeraiCymbopogon citratusSegar sitrus, sedikit manis
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
