Lewati ke konten

Belanja Rempah di Pasar Tradisional: Ons, Ikat, dan Seribuan

3 menit baca

Di pasar tradisional, rempah dijual dengan tiga cara: ditimbang per ons, diikat per ikat, atau dibungkus kecil dengan harga pas seperti seribu atau dua ribu rupiah. Satu ons dalam bahasa pasar berarti 100 gram, jadi setengah ons 50 gram dan seperempat kilo 250 gram. Rimpang dan bawang biasanya ditimbang, daun dan serai diikat, sedangkan campuran bumbu dapur dijual per bungkus.

Kenapa Pasar Masih Dipilih untuk Bumbu

Penelitian pilihan tempat belanja pangan di Yogyakarta dalam BMC Public Health[1] mewawancarai warga dari berbagai tingkat penghasilan. Pasar dan warung dipilih untuk kebutuhan harian karena bahannya dianggap segar, harganya terjangkau, dan pembeli percaya pada penjualnya. Supermarket dikunjungi satu atau dua kali sebulan, terutama untuk barang yang dibeli dalam jumlah banyak dan barang kering.

Pola itu cocok dengan sifat rempah segar. Jahe, Lengkuas, dan daun-daunan cepat layu, jadi lebih masuk akal dibeli sedikit dan sering. Rimpang yang dibeli sekilo untuk sebulan sering berakhir sebagai rimpang keriput dan bertunas di rak.

Membaca Satuan di Lapak

  • Per ons atau per kilo: bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, Kemiri, ketumbar, dan merica. Penjual rempah kering sering melayani pembelian setengah ons.
  • Per ikat: Serai, daun bawang, seledri, kemangi, dan Daun Salam. Isi satu ikat tidak baku; lihat jumlah batang atau lembarnya sebelum membayar.
  • Per bungkus: campuran bumbu dapur, misalnya sepotong lengkuas, jahe, kunyit, kencur, sebatang serai, dan beberapa lembar daun salam. Isinya ditentukan penjual, jadi buka dan periksa.
  • Per butir atau per biji: pala, kluwek, dan kadang kemiri dalam jumlah kecil.

Bungkus kecil berguna untuk masakan sekali jalan, misalnya sayur asem atau soto. Untuk dapur yang memasak setiap hari, membeli per ons biasanya lebih mudah dihitung, karena beratnya jelas.

Menakar Kebutuhan Seminggu

Cara paling sederhana adalah menghitung dari menu. Tulis masakan yang akan dibuat seminggu, lalu jumlahkan takaran rempah di resepnya. Sebagai patokan, takaran jahe yang lazim adalah 2 ruas jari untuk 4 porsi kuah. Kalikan dengan jumlah masakan, lalu tambahkan sedikit cadangan.

Rempah kering berbeda perlakuannya. Ketumbar, merica, dan kemiri tahan lebih lama, jadi boleh dibeli per ons untuk dua sampai empat minggu, asal disimpan dalam wadah tertutup. Untuk dapur rumah, bumbu yang layak selalu tersedia jumlahnya tidak banyak, dan sisanya bisa dibeli saat dibutuhkan. Usaha makanan punya hitungan lain, karena belanja karungan untuk warung makan menuntut tempat simpan yang berbeda.

Memeriksa Timbangan

Pembelian per ons hanya adil kalau timbangannya benar. Penelitian tera ulang timbangan di Pasar Wonokromo Surabaya dari Universitas Negeri Surabaya[2] menjelaskan bahwa timbangan pedagang wajib ditera ulang setiap tahun oleh petugas metrologi legal, sesuai masa berlaku tanda tera. Penelitian itu menemukan timbangan meja tanpa tanda tera tahun berjalan, dan pada 2015 hanya 8 timbangan meja di pasar itu yang ditera ulang. Sanksi yang diberikan kepada pedagang baru berupa teguran.

Pembeli bisa melakukan tiga hal:

  1. Lihat tanda tera pada timbangan, termasuk tahunnya.
  2. Pastikan jarum atau angka timbangan kembali ke nol sebelum barang diletakkan.
  3. Untuk pembelian besar, timbang ulang di pos timbangan pasar bila tersedia.

Harga yang Berubah Setiap Minggu

Harga per ons cabai dan bawang di pasar bisa berubah cepat mengikuti musim. Karena itu bungkus seribuan kadang terasa lebih tipis isinya pada minggu tertentu, walau harganya tetap. Pola harga cabai yang naik turun menurut musim membantu memutuskan kapan membeli lebih banyak dan kapan cukup membeli secukupnya.

Rujukan

Sumber untuk alasan warga memilih pasar dan pelaksanaan tera ulang timbangan pedagang.

  1. ↑ Determinants of food retail outlet choice in an urban food environment: a qualitative study in Indonesia. BMC Public Health, 2025
  2. ↑ Pelaksanaan Tera Ulang pada Timbangan Meja Beranger yang Digunakan Pedagang di Pasar Wonokromo Kota Surabaya. Novum: Jurnal Hukum, 2015

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.