Lewati ke konten

Harga Cabai dan Bawang Merah Musiman: Membaca Data Panel Harga

4 menit baca

Harga cabai dan bawang merah naik turun mengikuti musim tanam. Cabai cenderung mahal di musim hujan dan menjelang hari besar, lalu murah saat panen raya di musim kemarau. Bawang merah punya polanya sendiri, dan keduanya bisa dipantau lewat panel harga resmi sebelum belanja dalam jumlah banyak. Di pasar tradisional, rempah dijual per ons, per ikat, atau seribuan, jadi kebutuhan seminggu sebaiknya ditakar sebelum belanja banyak.

Kenapa Cabai Mahal di Musim Hujan

Penelitian usaha tani cabai merah di Jawa Tengah dalam Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia[1] menjelaskan sebabnya dari sisi kebun. Petani lebih banyak menanam cabai merah pada musim kemarau. Di musim hujan, banyak petani beralih ke padi, karena cabai tidak tahan genangan dan mudah terserang penyakit seperti layu bakteri dan antraknosa.

Akibatnya, pasokan tidak merata sepanjang tahun. Mengutip penelitian terdahulu, jurnal itu menyebut harga cabai merah cenderung naik tajam di musim hujan dan saat perayaan hari besar, lalu merosot saat panen raya di musim kemarau karena pasokan melebihi permintaan. Data yang dianalisisnya berasal dari 2.535 petani, 1.498 di antaranya menanam pada musim kemarau dan 1.037 pada musim hujan.

Jawa Tengah menyumbang 16,89 persen luas panen cabai merah nasional pada 2020, menurut jurnal yang sama. Produktivitasnya 7,36 ton per hektare, di bawah rata-rata nasional 9,53 ton. Gangguan cuaca di satu sentra besar karena itu cepat terasa di harga pasar kota.

Pola Harga Bawang Merah

Bawang merah punya masa kosong panen yang berbeda dari cabai. Kajian harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati[2] memakai data Januari 2003 sampai Februari 2007. Harga cenderung naik dari Februari sampai Mei, saat panen kosong, lalu turun dari Mei sampai September, ketika panen mencapai puncaknya pada Juni sampai September. Pola itu berulang setiap tahun selama periode kajian.

Datanya sudah hampir dua puluh tahun, dan jadwal tanam bisa bergeser mengikuti cuaca dan sentra baru. Jadi pola ini dipakai sebagai dugaan awal, lalu dicocokkan dengan data harga tahun berjalan.

Harga keduanya juga terasa di angka inflasi. Analisis harga beras, bawang merah, dan cabai terhadap inflasi Jawa Barat[3] dalam Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian memakai data bulanan BPS. Hasilnya, harga beras dan cabai berpengaruh positif dan nyata pada inflasi, dan harga bawang merah berpengaruh nyata dalam jangka pendek.

Membaca Panel Harga

Bank Indonesia mengelola Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), yang bisa dibuka tanpa mendaftar. Cara membacanya:

  • Pilih komoditas yang tepat. Panel itu memisahkan Cabai Merah Besar, Cabai Keriting, cabai rawit hijau, Cabai Rawit merah, serta Bawang Merah dan Bawang Putih ukuran sedang. Harga rawit hijau dan rawit merah bisa jauh berbeda.
  • Pilih jenis pasar. Harga dicatat untuk pasar tradisional, pasar modern, pedagang besar, dan produsen. Selisih harga produsen dan pasar tradisional menunjukkan jarak dari kebun ke lapak.
  • Pilih daerah sampai tingkat kabupaten atau kota, karena harga di sentra dan di kota konsumen belum tentu bergerak bersamaan.
  • Pakai periode perbandingan. Harga hari ini lebih bermakna kalau dibandingkan dengan bulan lalu atau tahun lalu pada bulan yang sama.

Panel Harga Pangan milik Badan Pangan Nasional memuat data sejenis, tetapi situsnya sedang dalam pemeliharaan saat diperiksa pada September 2026.

Belanja Mengikuti Musim

Saat harga di panel mulai turun tajam, itu biasanya tanda panen raya. Di situlah cabai bisa dibeli lebih banyak lalu disimpan beku untuk bulan mahal, atau dikeringkan. Cabai yang dikeringkan perlu wadah dan tempat yang benar supaya warnanya tidak cepat kusam. Bawang merah yang dibeli saat murah pun punya batas; stok yang terlalu lama menunggu akan bertunas atau keropos, sama seperti rempah dapur yang dibiarkan menumpuk.

Untuk warung dan katering, pola ini lebih menentukan lagi. Menjelang hari besar, harga cabai cenderung naik, jadi stok beku atau kering yang disiapkan beberapa minggu sebelumnya menahan biaya bahan.

Rujukan

Sumber untuk pola harga, pengaruhnya pada inflasi, dan panel harga yang dipakai.

  1. ↑ Pendapatan Usahatani Cabai Merah Berdasarkan Musim di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 2023
  2. ↑ Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga bawang merah dan peramalannya: studi kasus pasar Induk Kramat Jati, DKI Jakarta. IPB University Scientific Repository, 2007
  3. ↑ Impact of Price Fluctuations of Rice, Shallots, Chilies on Inflation. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 2024
  4. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS). Bank Indonesia

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.