Lewati ke konten

Berapa Lama Rempah Bertahan, dan Tanda Ia Sudah Mati

4 menit baca

Rempah kering yang disimpan tertutup rapat di tempat gelap bisa bertahan bertahun-tahun: rempah utuh sekitar 3 sampai 4 tahun, rempah bubuk 2 sampai 4 tahun, dan daun kering 1 sampai 3 tahun, menurut panduan penyimpanan Texas A&M AgriLife Extension[1]. Rempah yang lewat dari umur itu tidak jadi berbahaya, tapi aromanya melemah sampai hampir tidak terasa di masakan. Karena itu cara terbaik menilai rempah adalah mencium dan melihatnya, bukan membaca tanggal di kemasan.

Cara Tahu Rempah Sudah Kehilangan Aromanya

Panduan Texas A&M menyebut tiga tanda rempah yang masih baik: aromanya kuat, rasanya tegas, dan warnanya cerah. Memeriksa tanda pertama paling mudah. Remas sejumput rempah di telapak tangan lalu cium, karena rempah yang masih baik langsung mengeluarkan aroma begitu digosok, sedangkan yang sudah lemah hanya berbau debu.

Untuk rempah utuh, patahkan satu butir. Kalau bagian dalamnya masih harum, isinya masih layak dipakai. Kalau bagian dalamnya sama hambarnya dengan kulitnya, aromanya sudah habis dan butir itu tidak akan menyumbang banyak ke masakan.

Angka tahun di atas berlaku untuk penyimpanan yang benar. Dapur yang panas dan lembap memendekkannya, jadi rempah yang belum tua pun tetap perlu dicium sebelum dipakai.

Tempat yang Memendekkan Umur Rempah

Panas, cahaya, dan lembap mempercepat hilangnya aroma. Karena itu panduan yang sama menyarankan rempah disimpan dalam wadah bertutup rapat di tempat gelap, misalnya di dalam lemari atau laci.

Beberapa tempat yang paling sering dipakai termasuk yang harus dihindari: di atas kompor, microwave, mesin cuci piring, atau kulkas, di dekat bak cuci, dan di dekat lubang udara panas. Rak di atas kompor, misalnya, ikut hangat setiap kali memasak, dan panas itu mempercepat hilangnya aroma seluruh isi rak.

Rak rempah terbuka boleh dipakai asal letaknya jauh dari panas, cahaya, dan lembap. Pakai sendok kering setiap kali mengambil, karena sendok basah memasukkan air ke dalam toples dan membuat bubuk menggumpal. Rempah dan daun yang dikeringkan sendiri di rumah disimpan dengan cara yang sama setelah benar-benar kering.

Bubuk, Rempah Berminyak, dan Rimpang Segar

Rempah bubuk melemah lebih cepat daripada bentuk utuhnya, karena permukaan yang terbuka jauh lebih luas. Ketumbar yang digiling sesaat sebelum dipakai terasa jauh lebih harum daripada ketumbar bubuk yang sudah lama dibuka.

Rempah berminyak rusak dengan cara lain, yaitu menjadi tengik. Kemiri, Wijen, dan Kacang Mete yang tengik berbau seperti cat atau minyak lama, dan bau itu tidak hilang walau disangrai. Simpan ketiganya di wadah rapat, dan di kulkas atau freezer kalau ingin disimpan lama, seperti tercatat di entri Kemiri.

Rimpang segar seperti Jahe, Kunyit, dan Lengkuas bukan rempah kering, jadi aturannya berbeda. Simpan di laci sayur kulkas dalam kantong kertas, karena plastik memerangkap uap air sampai rimpang membusuk. Kalau ingin menyimpannya lebih lama, bekukan utuh tanpa dikupas, dan rimpang beku itu bisa langsung diparut.

Membeli Secukupnya

Membeli sedikit dan sering hampir selalu lebih hemat daripada membeli banyak sekaligus. Rempah bubuk yang dipakai sesekali sering sudah lemah aromanya sebelum setengah bungkus terpakai.

Kios curah memungkinkan membeli 20 gram saja. Sebelum membeli, periksa apakah wadahnya tertutup dan letaknya jauh dari sinar matahari langsung. Sesampai di rumah, tulis tanggal beli di label toples, karena bubuk yang aromanya sudah lemah tampak hampir sama dengan yang baru.

Setiap entri di ensiklopedia ini punya kolom Penyimpanan untuk rempah itu sendiri. Untuk bahan segar yang paling cepat busuk, misalnya cabai yang lebih awet disimpan di kulkas, cara menyimpannya berbeda.

Umur simpan hanya satu bagian dari cerita. Rempah yang aromanya sudah lemah sejak dibeli tidak akan pulih di rumah, jadi cium dulu sebelum membeli; aromanya sendiri memudar karena minyak atsiri yang mudah menguap. Harga yang naik turun juga memengaruhi berapa banyak yang sebaiknya dibeli sekaligus.

Untuk dapur yang baru diisi, daftar pertama cukup berisi bumbu yang hampir selalu terpakai, sedangkan wadahnya menyesuaikan bentuk: rimpang segar butuh wadah yang bernapas. Bumbu yang sudah dihaluskan punya batas waktu sendiri, baik di kulkas maupun di freezer.

Rujukan

Sumber untuk keterangan umur simpan dan cara menyimpan di artikel ini.

  1. ↑ Storing Dried Herbs & Spices. Texas A&M AgriLife Extension Service

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.