Menyimpan Bawang dan Cabai supaya Tidak Busuk dalam Seminggu
Bawang dan cabai cepat rusak karena keduanya butuh perlakuan yang berbeda. Bawang utuh paling awet di tempat yang sejuk, kering, dan berudara, sedangkan cabai segar tidak tahan lama di suhu ruang tetapi juga peka terhadap suhu yang terlalu dingin. Untuk penyimpanan panjang, cabai lebih aman dibekukan atau dikeringkan.
Bawang Butuh Tempat Sejuk, Kering, dan Berudara
Lembap adalah musuh utama Bawang Merah, Bawang Putih, dan Bawang Bombay utuh. Menurut pusat informasi rumah dan kebun Clemson University[1], bawang bombay yang sudah kering disimpan dalam kotak dangkal atau kantong jaring di tempat sejuk yang berudara, dan bawang merah disimpan dalam kantong jaring di tempat sejuk dan kering. Bawang putih yang disimpan di tempat sejuk, kering, dan berudara bisa bertahan enam sampai delapan bulan.
Kantong plastik tertutup bekerja sebaliknya. Uap dari bawang terperangkap di dalamnya, dan kelembapan itu yang membuat bawang berjamur dan busuk. Pakai keranjang terbuka, kantong jaring, atau wadah berlubang.
Dapur di Indonesia lembap hampir sepanjang tahun, jadi letak penyimpanan ikut menentukan. Jauhkan bawang dari bak cuci dan kompor, karena keduanya menghasilkan uap dan panas, dan pilih rak terbuka di bagian dapur yang paling berangin.
Bawang yang Sudah Dipotong
Bawang yang sudah dikupas atau dipotong tidak lagi terlindung kulit luarnya. Simpan di kulkas dalam wadah tertutup dan pakai dalam waktu singkat. Kalau jumlahnya banyak, bekukan: panduan pengawetan bawang dari Clemson University[2] mencatat bawang cincang bisa dibekukan tanpa direbus lebih dulu, walau setelah dicairkan teksturnya tidak lagi renyah.
Panduan yang sama memberi batas tegas untuk bawang putih dalam minyak. Minyak berisi bawang putih hanya boleh dibuat untuk dipakai segera, disimpan di kulkas, dan dihabiskan dalam dua sampai tiga hari, sedangkan minyak yang dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam harus dibuang.
Bawang yang lunak saat ditekan, berlendir, atau berjamur sebaiknya dibuang. Bawang yang bertunas masih bisa dipakai, walau rasanya bisa berubah.
Cabai Segar Peka terhadap Dingin
Cabai Rawit dan cabai lain cepat layu dan busuk di suhu ruang, tetapi juga bisa rusak kalau terlalu dingin. Menurut penelitian tentang penyimpanan dingin cabai di jurnal Plants tahun 2022[3], cabai peka terhadap suhu rendah dan bisa mengalami kerusakan dingin, dengan tanda melunak, mengerut, muncul bercak basah, dan mudah membusuk.
Karena itu simpan cabai segar di laci sayur kulkas, bagian yang biasanya tidak paling dingin, dan periksa beberapa hari sekali. Buang cabai yang berbercak lunak dan berair, supaya pembusukannya tidak menular ke cabai lain di wadah yang sama.
Membekukan dan Mengeringkan Cabai
Membekukan adalah cara paling mudah untuk menyimpan cabai lebih lama. Pusat Pengawetan Pangan Rumahan Amerika (NCHFP)[4] menyarankan cabai dicuci, dibuang tangkainya, dimasukkan ke kemasan tanpa sisa ruang, lalu ditutup rapat dan dibekukan. Cabai beku cocok untuk sambal dan bumbu halus.
Mengeringkan juga bisa dilakukan di rumah. Menurut blog pangan University of California[5], cabai yang dirangkai dan digantung di ruangan berudara kering dalam sekitar empat minggu, dan udara yang lembap bisa membuatnya busuk. Dengan mesin pengering, cabai yang diiris tebal sekitar 1 sentimeter kering dalam 8 sampai 12 jam.
Cabai kering disimpan dalam wadah kedap lembap di tempat sejuk dan gelap. Penelitian di jurnal Foods mencatat pedas cabai kering tetap berkurang perlahan, dan lebih cepat pada suhu yang lebih panas.
Rempah kering yang wanginya sudah pudar bisa dikenali dari bau dan warnanya.
Bawang dan cabai yang sudah dihaluskan mengikuti aturan lain, dan umurnya di kulkas dan freezer punya patokan sendiri. Cabai utuh dan daun segar juga bisa dibekukan, tetapi tidak semua rempah segar tahan dibekukan.
Rujukan
Sumber untuk keterangan penyimpanan dan keamanan di artikel ini.
- ↑ Onion, Leek, Shallot and Garlic. Clemson University Home and Garden Information Center
- ↑ Preserving Onions and Garlic. Clemson University Cooperative Extension
- ↑ Exogenous Application of Melatonin to Green Horn Pepper Fruit Reduces Chilling Injury during Postharvest Cold Storage. Plants, 2022
- ↑ Freezing Hot Peppers. National Center for Home Food Preservation
- ↑ Drying Peppers. University of California Food Blog
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
- Bawang BombayAllium cepaTajam berair mentah, manis pekat setelah dikaramelisasi
- Bawang MerahAllium cepa var. aggregatumTajam saat mentah, manis pekat setelah ditumis lama
- Bawang PutihAllium sativumTajam menyengat mentah, manis gurih setelah matang
- Cabai RawitCapsicum frutescensPedas menyengat dengan sisa buah tipis
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
