Bumbu Halus di Kulkas dan Freezer: Tahan Berapa Lama
Bumbu halus yang dibuat sekaligus untuk seminggu menghemat waktu, tetapi umur simpannya pendek dan berbeda antara yang mentah, yang sudah ditumis, dan yang disimpan dalam minyak. Suhu penyimpanan menentukan sisanya.
Suhu Dulu, Baru Waktu
Angka berapa hari tidak berarti kalau suhunya salah. Menurut bagan penyimpanan kulkas dan freezer dari FDA[1], batas waktu penyimpanan yang aman berlaku untuk makanan yang disimpan pada suhu 40 derajat Fahrenheit atau 4 derajat Celsius.
FDA juga menyarankan memakai termometer terpisah, karena panduan suhu kulkas dari FDA[2] mencatat sedikit kulkas yang menampilkan suhu sebenarnya, dan freezer sebaiknya berada di 0 derajat Fahrenheit. Kulkas yang terlalu penuh atau sering dibuka jarang mencapai suhu itu.
Bumbu yang Sudah Ditumis
Bumbu halus yang sudah ditumis sampai matang mengikuti aturan masakan matang. Bagan FDA yang sama memberi batas 3 sampai 4 hari di kulkas dan 2 sampai 3 bulan di freezer untuk masakan matang serta sup dan gulai.
Membekukannya dalam porsi kecil jauh lebih berguna daripada satu wadah besar, karena bumbu beku yang dicairkan berulang kali kehilangan mutu lebih cepat. Cetakan es batu bekerja baik: satu kubus kira-kira satu sendok makan, lalu pindahkan ke wadah kedap setelah membeku.
Bumbu Mentah dan Bumbu dalam Minyak
Bumbu halus mentah, yang isinya Bawang Merah, Bawang Putih, dan cabai, tidak punya angka resmi seperti masakan matang. Karena itu perlakuannya paling aman disamakan dengan bahan segar: simpan di kulkas hanya untuk pemakaian beberapa hari, atau bekukan sejak awal.
Yang perlu diperhatikan justru bumbu yang disimpan dalam minyak. Bawang putih dalam minyak pada suhu ruang berisiko menumbuhkan bakteri penyebab botulisme, seperti dijelaskan panduan membekukan bawang putih dalam minyak dari National Center for Home Food Preservation[3]. Kalau tetap dibuat, simpan di kulkas dan pakai dalam beberapa hari, atau bekukan.
Tanda Bumbu Sudah Tidak Layak
Tiga tanda yang paling jelas: bau asam atau beralkohol, permukaan berlendir, dan gelembung kecil yang menandakan fermentasi. Warna yang menggelap sendiri belum tentu tanda rusak, tetapi bau yang berubah sudah cukup untuk membuangnya.
Bawang putih yang berubah kebiruan atau kehijauan di bumbu asam bukan tanda busuk, melainkan warna dari pigmen alami bawang.
Bumbu beku sebaiknya dipakai langsung dari freezer ke wajan panas, tanpa dicairkan di suhu ruang lebih dulu. Mencairkan pelan di kulkas juga boleh, tetapi mencairkan di meja dapur membuat bagian luarnya berada di suhu hangat jauh lebih lama daripada bagian dalamnya.
Cara Menyiapkannya supaya Awet
Dinginkan bumbu yang baru ditumis sebelum ditutup, karena uap yang terperangkap menjadi air dan mempercepat rusaknya. Pakai wadah kecil yang terisi penuh supaya udara di dalamnya sedikit, dan selalu ambil dengan sendok kering.
Menyimpan bahan mentahnya terpisah kadang lebih praktis daripada menyimpan bumbu jadi, misalnya bawang utuh di tempat sejuk dan cabai di kulkas. Untuk rempah kering, aturannya berbeda lagi: umur simpan rempah kering lebih tepat dinilai dari aroma dan warnanya daripada dari tanggal. Bumbu dasar yang biasa dibuat sekaligus, yaitu bumbu putih, kuning, dan merah, punya susunan masing-masing.
Rempah kering dan rimpang utuh butuh wadah yang berbeda dari bumbu halus, masing-masing toples kedap dan wadah yang bisa bernapas.
Rujukan
Sumber untuk suhu dan batas waktu penyimpanan di artikel ini.
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
