Lewati ke konten

Wadah yang Benar untuk Rempah Kering dan Rimpang Segar

3 menit baca

Rempah kering dan rimpang segar butuh wadah yang berlawanan. Rempah kering harus dijauhkan dari udara, cahaya, dan uap air, jadi wadahnya kedap. Rimpang dan daun segar masih bernapas dan mengeluarkan air, jadi wadah yang terlalu rapat justru membuatnya berembun dan berjamur.

Rempah Kering: Kedap, Gelap, dan Kering

Aroma rempah kering berasal dari minyak atsiri yang mudah menguap. Menurut panduan mengeringkan herba dari Oregon State University Extension[1], herba kering sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk, gelap, dan kering supaya rasa dan warnanya terjaga. Panduan yang sama menyebut herba kering bisa disimpan dengan baik sampai satu tahun.

Toples kaca dengan tutup berkaret adalah pilihan yang paling mudah: tidak menyerap bau, mudah dicuci, dan isinya terlihat. Karena kaca bening meneruskan cahaya, taruh toplesnya di lemari tertutup, bukan di rak terbuka dekat jendela. Kaleng rapat dan toples kaca gelap sama baiknya.

Kantong plastik tipis bawaan pasar kurang cocok untuk penyimpanan lama. Aroma Cengkeh dan Kayu Manis mudah menembus dan menempel ke bahan lain di lemari, dan plastiknya sulit ditutup rapat lagi setelah dibuka. Pindahkan isinya ke toples begitu sampai di rumah.

Simpan Utuh, Giling Belakangan

Bentuk rempah memengaruhi umurnya sebanyak wadahnya. Panduan Oregon State yang sama menjelaskan bahwa meremukkan atau menggiling herba dan biji sebelum disimpan mempercepat hilangnya aroma dan rasa, sehingga biji dan daun utuh paling tahan dan bubuk paling cepat pudar. Saran mereka, remukkan atau giling tepat sebelum dipakai.

Jadi Ketumbar, lada, dan pala lebih baik disimpan dalam bentuk butir dan digiling sedikit setiap kali memasak. Bubuk yang terlanjur dibeli sebaiknya dipindahkan ke toples kecil yang cepat habis, supaya tidak berulang kali terkena udara setiap kali tutupnya dibuka.

Jauhkan dari Kompor dan Bak Cuci

Rak bumbu di atas kompor memang praktis, tetapi panas dan uap masakan mempercepat hilangnya aroma dan membuat bubuk menggumpal. Tempat di samping bak cuci juga lembap. Lemari yang agak jauh dari kompor lebih baik, walaupun perlu beberapa langkah lagi.

Jangan menaburkan rempah langsung dari toples ke panci yang sedang mengepul. Uapnya masuk ke toples dan membuat isinya lembap. Ambil dengan sendok kering, lalu tutup lagi.

Rimpang Segar: Biarkan Bernapas

Jahe, kunyit, dan lengkuas segar sebaiknya disimpan utuh, kering, dan tidak dicuci sebelum disimpan. Rimpang yang basah dan dimasukkan ke plastik tertutup cepat berjamur. Kertas atau kantong berlubang di laci sayur kulkas lebih cocok daripada wadah kedap, dan potongan yang sudah dikupas sebaiknya segera dipakai atau dibekukan. Pencucian di air mengalir baru dilakukan sesaat sebelum rimpang dipakai.

Daun Segar: Seperti Seikat Bunga

Daun beraroma yang masih bertangkai bisa diperlakukan seperti bunga potong. Panduan memilih dan menyimpan herba segar dari Ohio State University Extension[2] menyarankan memotong ujung tangkainya, meletakkannya di gelas berisi air setinggi sekitar dua setengah sentimeter, menutupnya longgar dengan plastik, lalu menaruhnya di kulkas. Dengan cara ini herba bisa bertahan sampai seminggu.

Rempah yang terlalu lama disimpan punya tanda yang bisa dikenali, dan penyebab aromanya menguap ada penjelasannya. Rempah kering yang masih bagus bisa dikenali sejak di pasar. Rempah dan daun juga bisa dikeringkan sendiri dengan panas rendah.

Rujukan

Sumber untuk cara menyimpan herba kering dan herba segar di artikel ini.

  1. ↑ Drying herbs. Oregon State University Extension Service
  2. ↑ Selecting, Storing, and Using Fresh Herbs. Ohio State University Extension

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.