Lewati ke konten

Cara Memilih Rempah Kering di Pasar tanpa Tertipu

3 menit baca

Rempah kering di pasar bisa mengecewakan dengan dua cara: aromanya sudah habis, atau isinya bukan seluruhnya rempah yang dimaksud. Yang pertama jauh lebih sering terjadi, tetapi yang kedua lebih sulit dikenali, terutama pada bubuk. Kebiasaan yang paling melindungi sederhana saja: beli utuh, cium dulu, dan curigai warna yang terlalu terang.

Utuh Lebih Mudah Diperiksa daripada Bubuk

Butir, kuntum, dan kulit kayu masih menunjukkan bentuknya. Lada Hitam utuh bisa dilihat satu per satu, Cengkeh bisa dilihat apakah kepalanya masih ada, dan kulit Kayu Manis bisa dipatahkan untuk dicium bagian dalamnya. Bubuk tidak memberi kesempatan itu, karena campuran apa pun sudah tidak kelihatan.

Pemalsuan memang paling mudah dilakukan pada bubuk. Menurut catatan PROSEA tentang lada[1], bahan pencampur yang lazim pada lada utuh maupun bubuk adalah lada bermutu rendah dan berbagai benda asing. Menggiling sendiri di rumah menghindari sebagian besar masalah ini, dan aromanya juga lebih utuh.

Bubuk Lada Bisa Dicampur Banyak Bahan

Lada termasuk rempah yang paling sering dipalsukan karena nilainya tinggi. Penelitian tentang deteksi cepat pemalsuan lada hitam[2] di jurnal Foods menyebut berbagai bahan organik dan anorganik pernah dipakai sebagai pengisi, dan menguji 27 jenis bahan pencampur. Penelitian itu memakai alat spektroskopi, yang tentu tidak tersedia di pasar.

Bagi pembeli, pelajarannya adalah bahwa campuran pada bubuk tidak bisa dikenali dengan mata atau hidung saja. Yang bisa dilakukan adalah memilih bentuk utuh, atau membeli bubuk bermerek yang terdaftar dan mencantumkan asal serta tanggal produksinya.

Warna Terlalu Cerah Patut Dicurigai

Pada Kunyit bubuk, pemalsuan yang paling berbahaya justru dilakukan untuk mempercantik warna. Penelitian tentang kunyit bercampur timbal kromat di India timur[3] memeriksa 503 sampel dan menemukan 30 persen melewati batas timbal yang diizinkan di India. Menurut penelitian itu, pencampuran terutama dilakukan untuk menguatkan warna rimpang dan memperpanjang umur simpannya.

Kunyit yang baik berwarna kuning jingga, bukan kuning menyala yang seragam seperti cat. Warna yang tampak terlalu sempurna, terutama pada rimpang kering utuh yang permukaannya berkilat, lebih aman dilewatkan. Membeli rimpang segar lalu mengeringkan atau memarutnya sendiri adalah pilihan paling aman.

Cium Sebelum Membayar

Rempah kering yang masih baik langsung tercium saat karungnya dibuka atau saat sejumput diremas di telapak. Kalau harus didekatkan ke hidung dulu baru tercium samar, aromanya sudah banyak hilang. Rempah seperti ini tidak berbahaya, tetapi takarannya harus ditambah dan hasilnya tetap datar.

Periksa juga tanda lembap: butir yang menggumpal, bau apak, atau serbuk halus seperti debu di dasar wadah. Rempah kering yang aromanya sudah habis bisa dikenali dari bau dan warnanya.

Nama yang Sama, Tanaman yang Berbeda

Tertipu tidak selalu berarti dipalsukan. Sering kali penjual dan pembeli memakai nama yang sama untuk tanaman yang berbeda. Jinten adalah contoh yang paling sering membingungkan, dan yang memisahkannya adalah nama latin tiap jenis jinten. Nama lada juga dipakai untuk banyak buah yang bukan lada, bahkan dari suku tumbuhan yang berbeda-beda.

Rimpang segar yang bentuknya mirip juga sering tertukar di lapak yang sama, dan contoh yang paling umum adalah temulawak yang tertukar dengan kunyit.

Beli Sedikit, Beli di Tempat yang Ramai

Lapak yang ramai pembeli lebih cepat menghabiskan stok, jadi rempahnya lebih mungkin masih baru. Beli secukupnya untuk beberapa bulan, karena rempah kering yang tersimpan terlalu lama di rumah akan kehilangan aroma, semurah apa pun harganya saat dibeli. Sebelum membeli rempah lewat toko daring, periksa dulu izin edar dan identitas penjual.

Rujukan

Sumber untuk keterangan pemalsuan lada dan kunyit di artikel ini.

  1. ↑ Piper nigrum (PROSEA). Pl@ntUse
  2. ↑ Rapid Detection of Black Pepper Adulteration with Endogenous and Exogenous Materials: Assessment of Benchtop and Handheld Infrared Spectrometers. Foods, 2026
  3. ↑ Systemic drivers of toxic food adulteration: lead chromate in turmeric across eastern India. NPJ Science of Food, 2026

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.