Lewati ke konten

Jahe Indonesia Hari Ini: Sentra Produksi dan Arah Ekspornya

4 menit baca

Jawa Barat adalah penghasil Jahe terbesar di Indonesia saat ini, disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bengkulu. Panen nasional pada 2024 sekitar 190 ribu ton, jauh di bawah puncak 307 ribu ton pada 2021. Sebagian hasil itu dikirim ke luar negeri, dan pada 2010-2020 pembeli terbesarnya Bangladesh.

Angka Panen Jahe dari Tahun ke Tahun

Kementerian Pertanian mencatat produksi jahe setiap tahun bersama empat belas tanaman biofarmaka lain. Menurut buku angka tetap hortikultura 2024[1], panen jahe nasional 183,5 ribu ton pada 2020, melonjak ke 307,2 ribu ton pada 2021, lalu turun berturut-turut menjadi 247,5 ribu ton, 198,9 ribu ton, dan 190,3 ribu ton pada 2024.

Buku itu tidak menjelaskan sebab lonjakan 2021. Yang tercatat jelas: luas panen 2024 sekitar 7.500 hektare, turun 10,2 persen dari tahun sebelumnya, dan hasilnya rata-rata 2,54 kilogram per meter persegi.

Di antara tanaman biofarmaka, jahe tetap yang terbesar. Sumbangannya 24,70 persen dari seluruh produksi kelompok itu, sedikit di atas Kunyit (23,05 persen) dan jauh di atas kapulaga (16,60 persen).

Provinsi Penghasil Jahe Terbesar

Pada 2024 Jawa Barat memanen 48,8 ribu ton, sekitar seperempat produksi nasional. Jawa Timur (28,8 ribu ton) dan Jawa Tengah (28,6 ribu ton) hampir sama besar. Bengkulu di urutan keempat dengan 20,2 ribu ton, lalu Sumatera Utara (11,2 ribu ton) dan Sulawesi Selatan (10,0 ribu ton).

Bengkulu layak diperhatikan karena angkanya naik terus: 13,9 ribu ton pada 2020 menjadi 20,2 ribu ton pada 2024, saat Jawa Timur dan Jawa Tengah turun. Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan sebaliknya naik-turun tajam. Sulawesi Selatan tercatat 60,8 ribu ton pada 2021, tetapi hanya 10,5 ribu ton setahun kemudian. Lompatan sebesar itu sebaiknya tidak dibaca sebagai tanda lahirnya sentra baru.

Di pasar, jahe dari sentra-sentra itu dijual dalam tiga jenis. PROSEA, ensiklopedia tumbuhan berguna Asia Tenggara, membedakan jahe gajah atau jahe putih besar, jahe emprit atau jahe putih kecil, dan Jahe Merah yang juga disebut jahe sunti. Ketiganya berbeda bentuk, warna, aroma, dan kandungan kimianya, dan jahe merah dijual terpisah di pasar. Tabel Kementerian Pertanian tidak memisahkan ketiganya. Lengkuas di pasar juga dijual lebih dari satu jenis, dan lengkuas putih yang besar dan lengkuas merah dipakai untuk keperluan yang berbeda.

Ke Mana Jahe Indonesia Diekspor

Data ekspor per negara paling rinci yang bisa dibuka datang dari kajian ekspor jahe Politeknik Statistika STIS[2]. Memakai data UN Comtrade 2010-2020, kajian itu mencatat enam negara tujuan utama: Bangladesh, Pakistan, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Jepang. Keenamnya menyerap 95,75 persen ekspor jahe Indonesia.

Kajian yang sama menempatkan Indonesia rata-rata di urutan keenam eksportir jahe dunia pada periode itu, dan selalu di sepuluh besar produsen. Tetapi volume ekspornya cenderung turun pada tahun-tahun terakhir periode itu, padahal permintaan dunia naik. Di Bangladesh, Malaysia, Singapura, dan Vietnam, daya saing jahe Indonesia masih unggul dibanding India dan Thailand.

Data kajian itu berhenti di 2020, jadi urutan negara tujuan sesudahnya bisa bergeser. Kiriman jahe tetap bergantung pada sedikit pembeli, sehingga turunnya permintaan satu negara langsung terasa pada angka ekspor nasional.

Posisi Jahe Indonesia Dibanding India

India jauh lebih besar. Tabel produksi rempah Spices Board India[3] mencatat 2,2 sampai 2,65 juta ton jahe segar per tahun sejak 2021-22, atau lebih dari sepuluh kali panen Indonesia. Kajian STIS juga menyebut India sebagai salah satu pesaing utama di keenam negara tujuan jahe Indonesia.

Pola perdagangannya sudah lama begitu. PROSEA mencatat bahwa sebagian besar jahe dunia dimakan di negara penghasilnya, terutama dalam bentuk segar, dan pada 1980-an India sudah menjadi pengekspor terbesar. Riwayat yang jauh lebih tua, dari rimpang yang dibawa pedagang kuno ke Eropa, termasuk dalam lintasan panjang rempah Nusantara. Rimpang tetangganya punya cerita dagang serupa, dengan India sebagai pemasok kunyit terbesar.

Rujukan

Sumber untuk angka produksi, sentra, dan tujuan ekspor jahe.

  1. ↑ Angka Tetap Hortikultura Tahun 2024. Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, 2025
  2. ↑ Analisis Ekspor Jahe Indonesia ke Enam Negara Tujuan Utama Tahun 2010-2020. Seminar Nasional Official Statistics, Politeknik Statistika STIS, 2022
  3. ↑ Major Spice/state wise area and production of spices. Spices Board India
  4. Zingiber officinale (PROSEA). Pl@ntUse

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.