Rumphius dan Herbarium Amboinense: Katalog Tumbuhan dari Ambon
Herbarium Amboinense adalah katalog tumbuhan Ambon dan pulau sekitarnya yang disusun Georg Everhard Rumphius, pegawai VOC, sejak 1663 sampai akhir hayatnya. Karyanya memuat uraian dan gambar ratusan tumbuhan beserta kegunaannya, termasuk cengkeh dan pala. Rumphius meninggal pada 1702, dan bukunya baru terbit dalam enam jilid pada 1741 sampai 1750, antara lain karena VOC khawatir keterangan tentang tanaman berharga di Maluku jatuh ke tangan pesaing.
Pedagang VOC yang Menjadi Naturalis
Kajian Charlie Jarvis di Gardens’ Bulletin Singapore[1] merangkum riwayatnya. Rumphius lahir di Jerman pada 1627 dari keluarga berlatar Belanda, berangkat dengan kapal VOC pada 1652, dan setahun kemudian sudah bertugas di pos dagang Ambon. Awalnya ia bekerja sebagai insinyur militer, lalu pindah ke jabatan sipil dan pada 1662 menjadi pedagang senior, jabatan yang sangat menguntungkan.
Setahun kemudian ia mulai menyusun Herbarium Amboinense. Salah satu tujuannya memperbaiki pengetahuan tentang obat-obatan setempat, dan ia membuat kebun tanaman obat.
Buta, Gempa, dan Kebakaran
Pekerjaan itu diselesaikan di tengah musibah beruntun. Jarvis mencatat Rumphius menjadi buta pada 1670. Empat tahun kemudian istri dan dua putrinya meninggal dalam gempa. Pada 1687 kebakaran menghanguskan kota Ambon bersama perpustakaan dan sebagian besar naskahnya, tetapi sebagian penting naskah dan gambar Herbarium Amboinense selamat. Ia melanjutkan kerja dengan bantuan putranya dan pembantu dari VOC.
Bagian pertama naskah dikirim ke Batavia pada 1690 dan disalin dengan teliti. Keputusan itu menyelamatkan karyanya, karena naskah asli tenggelam bersama kapal yang ditembak Prancis pada 1692. Bagian terakhir tiba dengan selamat di Belanda pada Agustus 1697. Menurut Jarvis, naskah itu menguraikan dan menggambar sekitar 1.200 jenis, kebanyakan yang punya kegunaan praktis, obat, atau nilai ekonomi.
Cengkeh dan Pala di Dalam Katalog
Cengkeh dan pala adalah dagangan utama VOC di Maluku, dan catatan Rumphius tentang keduanya masih dikutip rujukan botani modern. Catatan PROSEA untuk tanaman cengkeh[2] menyebut asal-usul kebiasaan mengisap tembakau bercampur Cengkeh tidak diketahui, tetapi Rumphius sudah melaporkannya dari Maluku. Ia juga menguraikan cara mengeringkan cengkeh di atas api kecil. PROSEA menduga jarak dari menghirup asap pengeringan ke rokok bercampur cengkeh tidak jauh, dan kebiasaan itu kini berujung pada industri kretek yang menyerap cengkeh dalam jumlah besar.
Untuk pala, catatan PROSEA untuk pohon pala[3] menulis bahwa Pala sangat beragam bentuk dan kandungannya, dan walau tidak ada kultivar resmi, Rumphius sudah membedakan lima kultivar setempat. Biji pala dan Fuli yang membungkusnya berasal dari pohon yang sama.
VOC memandang keterangan semacam ini sebagai rahasia dagang. Jarvis menulis perusahaan itu enggan menerbitkan naskah karena khawatir pesaing kolonial mempelajari hasil bumi berharga di kawasan itu. Pada 1702, sekitar waktu Rumphius wafat, VOC akhirnya mengizinkan penerbitan dengan syarat berat: tidak boleh ada biaya bagi perusahaan. Kekhawatiran itu masuk akal kalau dilihat dari perebutan rempah Maluku di masa VOC.
Terbit Empat Puluh Tahun Kemudian
Johannes Burman, direktur Kebun Botani Amsterdam, baru memegang naskah itu pada Agustus 1736. Ia menambahkan teks Latin di samping teks Belanda dan memesan ukiran dari gambar berwarna Rumphius. Dalam suratnya ia mengeluh para pengukir meminta 25 florin per lempeng, padahal karya itu berisi lebih dari 800 lempeng gambar. Enam jilidnya terbit bertahap: jilid 1 dan 2 pada 1741, jilid 3 dan 4 pada 1743, jilid 5 pada 1747, dan jilid 6 pada 1750. Jilid tambahan, Auctuarium, terbit pada 1755.
Carl Linnaeus hanya merujuk sekitar 100 dari hampir 700 takson yang digambar Rumphius. Sebagian dari yang dirujuk itu kini menjadi tipe tata nama bagi nama ilmiah Linnaeus, sehingga jejak Rumphius tetap ada di nama latin yang dipakai hari ini.
Terjemahan bahasa Inggris lengkap dikerjakan E. M. Beekman dan terbit sebagai The Ambonese Herbal dari Yale University Press[4] pada 2011, bersama National Tropical Botanical Garden. Penerbitnya menyebut karya itu menguraikan lebih dari 2.000 tumbuhan dengan lebih dari 800 gambar asli, dan mencatat nama tumbuhan dalam bahasa Melayu, Latin, Belanda, dan Ambon, sering juga Makassar dan Tionghoa. Angka ini berbeda dari hitungan Jarvis, dan sumber yang dibuka tidak menjelaskan sebab perbedaannya.
Rujukan
Sumber untuk riwayat Rumphius, penerbitan Herbarium Amboinense, dan catatannya tentang cengkeh dan pala.
- ↑ Georg Rumphius’ Herbarium Amboinense (1741-1750) as a source of information on Indonesian plants for Carl Linnaeus (1707-1778). Gardens’ Bulletin Singapore, 2019
- ↑ Syzygium aromaticum (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Myristica fragrans (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ The Ambonese Herbal, Volumes 1-6. Yale University Press, 2011
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
