Lewati ke konten

Kemiri: Sebaran Asli dan Jejaknya sampai ke Pasifik

4 menit baca

Kemiri (Aleurites moluccanus) tumbuh asli di wilayah yang luas, dari India dan Tiongkok selatan melewati Asia Tenggara dan Nusantara sampai Papua Nugini, Queensland, dan pulau-pulau Pasifik barat. Pulau-pulau Polinesia seperti Hawaii, Samoa, dan Marquesas tidak termasuk wilayah aslinya. Di sana kemiri dicatat sebagai tanaman yang dibawa manusia, dan temuan arkeologi di Marquesas dan Samoa menunjukkan pohon itu sudah ada di kebun dan lembah permukiman Polinesia beberapa abad yang lalu.

Wilayah Asli Menurut Dua Rujukan

Lembar Aleurites moluccanus di Plants of the World Online[1], basis data Royal Botanic Gardens Kew, menempatkan kemiri di suku Euphorbiaceae. Wilayah asli yang dicantumkan mencakup India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Vietnam, Tiongkok selatan, Taiwan, Filipina, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua Nugini, Queensland, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan beberapa gugus pulau Mikronesia.

Daftar tempat masuknya juga panjang: Hawaii, Samoa, Tonga, Fiji, Kaledonia Baru, Kepulauan Cook, Marquesas, Kepulauan Society, sampai Karibia, Brasil, Madagaskar, dan Mozambik. Nama moluccanus merujuk Maluku, kepulauan yang sama dengan asal Pala, dan salah satu sinonimnya dalam basis data itu adalah Aleurites javanicus.

Catatan PROSEA untuk pohon kemiri[2] lebih berhati-hati. Asal-usulnya disebut belum diketahui dengan tepat, dan sebarannya digambarkan dari India dan Tiongkok, melewati Asia Tenggara, sampai Polinesia. Jadi batas antara wilayah asli dan wilayah yang ditanami orang sudah kabur sejak lama, karena pohon ini ditanam di mana-mana. Sumber rujukan pun bisa berbeda soal asal tanaman: untuk asal-usul tanaman temulawak, PROSEA menyebutnya asli Indonesia, sedangkan Kew mencatatnya asli India.

Jejaknya di Polinesia

Penelitian sisa tumbuhan dari masa permukiman abad ke-12 di Nuku Hiva, Marquesas[3], terbit di PLOS ONE tahun 2022, menemukan kemiri di lapisan yang lebih muda dan berkaitan dengan rumah serta kegiatan sehari-hari. Penulisnya menggolongkan kemiri sebagai tanaman bawaan Polinesia, bersama cemara laut, sukun, dan kedondong, yang menunjukkan adanya kebun rumah atau lahan tanam di dekatnya.

Penelitian perubahan budaya Samoa 800 tahun lalu di PLOS ONE[4] tahun 2024 menemukan lapisan arang di lembah di Pulau Upolu yang berisi sisa kelapa dan tempurung kemiri dalam jumlah banyak, berasal dari peristiwa kebakaran sekitar 650 tahun lalu menurut penanggalan radiokarbon. Penulisnya menyebut kemiri kemungkinan besar dibawa orang Polinesia, dan menulis bahwa pohon itu sekarang langka atau tidak ada lagi di Upolu. Mereka tidak menemukan satu pohon pun di lembah itu.

Tempurung kemiri keras, dan kekerasannya dimanfaatkan dalam permainan adu kemiri di Indonesia. PROSEA mencatat satu butir kemiri bertempurung beratnya 10 sampai 14 gram, dengan tempurung 65 sampai 70 persen dari berat itu.

Kenapa Pohon Ini Ikut Dibawa

PROSEA mendaftar banyak kegunaan selain bumbu. Minyak bijinya dipakai untuk lampu, lilin, cat, pernis, sabun, pengawet kayu, dan industri batik. Inti bijinya yang berminyak bisa langsung dibakar sebagai penerang, atau ditumbuk dan dibentuk menjadi lilin, dan dari situ nama Inggrisnya, candlenut. Minyaknya tidak dipakai untuk memasak. Kayunya ringan dan dipakai untuk perabot dan korek api. Kegunaan di luar dapur seperti ini mengingatkan pada hasil tanaman yang dicari untuk keperluan lain.

Kemiri punya nama di banyak bahasa. PROSEA mencatat kemiri dan miri di Indonesia, muncang dalam bahasa Sunda, kembiri dan buah keras di Malaysia, tutui di Papua Nugini, dan lumbang di Filipina. Nama lumbang terbawa ke minyaknya, lumbang oil, yang pada awal abad ke-20 sempat diekspor dari Filipina ke Amerika Serikat.

Kemiri di Dapur Nusantara

Di dapur Indonesia, PROSEA menyebut biji Kemiri sebagai bumbu yang hampir tak tergantikan, walau rasanya sendiri tipis dan tugasnya lebih sebagai penguat rasa. Kemiri dipakai mentah atau disangrai sebentar, lalu ditumbuk bersama bumbu lain dalam jumlah kecil. Biji mentahnya agak beracun dan bersifat pencahar. Kalau stok habis, pengganti kemiri yang masuk akal sudah ada daftarnya, dan kemiri yang sudah berbau tengik sebaiknya tidak dipakai.

Nasibnya mirip Kluwek, biji lain yang menghitamkan rawon. Keduanya bukan rempah yang diburu kapal-kapal Eropa dalam kisah jalur rempah yang lebih terkenal, tetapi keduanya ikut menentukan rasa masakan sehari-hari di kepulauan ini. Menurut PROSEA, perdagangan kemiri di dalam negeri cukup besar, terutama menuju Jawa, dan pada akhir 1980-an ekspornya sekitar 400 sampai 600 ton setahun.

Rujukan

Sumber untuk wilayah asli, penyebaran ke Polinesia, dan kegunaan kemiri.

  1. ↑ Aleurites moluccanus (L.) Willd. Plants of the World Online, Royal Botanic Gardens, Kew, 2026
  2. ↑ Aleurites moluccana (PROSEA). Pl@ntUse
  3. ↑ Lost bioscapes: Floristic and arthropod diversity coincident with 12th century Polynesian settlement, Nuku Hiva, Marquesas Islands. PLOS ONE, 2022
  4. ↑ Collective action problems led to the cultural transformation of Sāmoa 800 years ago. PLOS ONE, 2024

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.