Lewati ke konten

Kunyit sebagai Komoditas Dunia: India, Sentra, dan Pasarnya

4 menit baca

India menguasai kunyit dunia, baik sebagai penanam maupun sebagai pengekspor. Negara itu memanen lebih dari satu juta ton kunyit kering setiap tahun dan menjual sekitar seperenamnya ke luar negeri, termasuk ke Indonesia. Indonesia sendiri menanam Kunyit di hampir semua provinsi, tetapi angka panennya jauh lebih kecil, dan hampir separuhnya datang dari Jawa Timur. Untuk safron, sentra India ada di Kashmir, tetapi penghasil safron terbesar di dunia adalah Iran, dengan hampir 90 persen produksi dunia.

Berapa Banyak Kunyit yang Dipanen India

Dewan Rempah India (Spices Board) mencatat luas dan hasil tiap rempah per negara bagian dari 2021-22 sampai perkiraan 2025-26. Dalam tabel produksi rempah per negara bagian India[1], kunyit kering tercatat 1,22 juta ton pada 2021-22 dari 333 ribu hektare. Pada tahun-tahun sesudahnya angkanya bergerak di antara 1,06 juta ton (2023-24) dan 1,17 juta ton, dan perkiraan 2025-26 sebesar 1,14 juta ton. Luas tanamnya bertahan di sekitar 290 ribu sampai 320 ribu hektare.

Angka itu besar kalau dibandingkan dengan catatan lama. PROSEA, ensiklopedia tumbuhan berguna Asia Tenggara, mencatat produksi India pada masanya 400 ribu ton dari 130 ribu hektare. Dibandingkan catatan itu, luas tanam sekarang lebih dari dua kali lipat.

Di dalam India, kunyit tidak tersebar rata. Tabel yang sama menempatkan Maharashtra di urutan pertama pada setiap tahun, dengan hasil sekitar 300 ribu sampai 370 ribu ton. Tamil Nadu, Telangana, Karnataka, dan Madhya Pradesh menyusul. Telangana turun paling tajam: dari 216 ribu ton pada 2021-22 menjadi sekitar 98 ribu ton pada perkiraan tahun terakhir.

Ke Mana Kunyit India Dijual

Sebagian besar kunyit India dimakan di India sendiri. Data ekspor Spices Board mencatat 175.896 ton kunyit keluar dari India pada 2025-26, bernilai 327,20 juta dolar AS. Jumlah itu kurang dari seperlima hasil panennya. Empat tahun sebelumnya ekspornya 152.758 ton dengan nilai 205,87 juta dolar, jadi nilainya naik lebih cepat daripada volumenya.

Menurut volume, rincian ekspor rempah India per negara tujuan[2] menempatkan Bangladesh (25.217 ton) dan Uni Emirat Arab (20.740 ton) di depan pada 2025-26. Menurut nilai, Amerika Serikat yang teratas dengan 36,44 juta dolar dari 9.091 ton. Artinya pembeli Amerika membayar sekitar 4 dolar per kilogram, sedangkan kunyit ke Bangladesh rata-rata sekitar 1,3 dolar per kilogram.

Indonesia juga ada di daftar itu. Kiriman kunyit India ke Indonesia naik dari 2.359 ton pada 2021-22 menjadi 5.238 ton pada 2025-26. Negara penghasil kunyit tetap bisa mengimpor kunyit, dan PROSEA sudah mencatat pola itu: produsen Asia umumnya juga konsumen besar, dan sebagian malah pengimpor bersih.

Sentra Kunyit di Indonesia

Kementerian Pertanian memasukkan kunyit ke kelompok tanaman biofarmaka, bersama Jahe, Kapulaga, dan Lengkuas. Dalam kelompok itu kunyit menyumbang 23,05 persen produksi, hanya sedikit di bawah jahe.

Menurut angka tetap hortikultura tahun 2024[3], produksi kunyit nasional 177,6 ribu ton, turun dari 205,7 ribu ton pada 2023. Jawa Timur memanen 78,0 ribu ton, hampir 44 persen dari seluruh negeri. Jawa Barat (27,7 ribu ton), Jawa Tengah (25,2 ribu ton), dan Sulawesi Selatan (13,3 ribu ton) menyusul jauh di belakang.

Angka Indonesia dan India tidak bisa dibandingkan begitu saja. Tabel India menyebut kunyit kering (dry), sedangkan tabel Kementerian Pertanian tidak menyebut bentuk hasil yang ditimbang. Rimpang segar jauh lebih berat daripada rimpang yang sudah direbus dan dijemur, jadi selisih sebenarnya bisa lebih lebar daripada yang terlihat.

Bentuk Kunyit yang Diperdagangkan

Pasar dunia membeli kunyit terutama sebagai rimpang utuh yang sudah direbus lalu dikeringkan. PROSEA mencatat bahwa perdagangan kunyit bubuk tidak sepenting dulu. Perdagangan kunyit dari Asia, menurut catatan yang sama, banyak melewati Singapura, sedangkan pembeli utamanya Iran, Sri Lanka, dan negara Timur Tengah serta Afrika Utara.

Data India yang lebih baru memperlihatkan bahwa pembelinya kini lebih beragam, dari Maroko sampai Malaysia. Kunyit sudah diperdagangkan jauh sebelum ada tabel ekspor, dan kisah itu masuk ke perdagangan rempah antarbenua yang berabad-abad. Peta dagangnya hari ini bisa dibaca berdampingan dengan rempah lain yang dikirim Indonesia ke luar negeri, dan dengan sentra jahe di Jawa Barat dan Bengkulu.

Rujukan

Sumber untuk angka produksi, ekspor, dan sentra kunyit.

  1. ↑ Major Spice/state wise area and production of spices. Spices Board India
  2. ↑ Major Item/Country wise Export of Spices from India. Spices Board India
  3. ↑ Angka Tetap Hortikultura Tahun 2024. Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, 2025
  4. Curcuma longa (PROSEA). Pl@ntUse

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.