Lewati ke konten

Ekspor Rempah Indonesia Hari Ini: Komoditas dan Negara Tujuan

4 menit baca

Cengkeh dan lada adalah dua rempah ekspor Indonesia yang angkanya dirinci per negara oleh Kementerian Pertanian, dan pembeli terbesarnya kini ada di Asia. Pada 2024, India membeli hampir sepertiga cengkeh ekspor Indonesia, sedangkan Vietnam membeli hampir sepertiga ladanya. Pala, kayu manis, dan vanili juga dikirim ke luar negeri, antara lain ke Tiongkok, walau angka rinci per negaranya tidak tersedia di sumber yang sama. Pala Indonesia juga punya jejak di luar negeri: bibit pala yang tiba di Grenada pada 1843 menjadi andalan ekspor negara itu.

Cengkeh: Ekspor Tertinggi dalam Sepuluh Tahun

Cengkeh di dalam negeri terutama menjadi bahan baku rokok kretek, tetapi ekspornya cenderung naik walau naik turun dari tahun ke tahun. Menurut Outlook Cengkeh 2025 dari Pusat Data Kementerian Pertanian[1], volume ekspor cengkeh pada 2024 mencapai 51,98 ribu ton dengan nilai 324,93 juta dolar AS. Angka itu volume tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Pada 2015 volumenya baru 12,88 ribu ton dengan nilai 46,48 juta dolar AS.

Lima negara tujuan terbesar adalah India, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bangladesh. India menyerap 16,29 ribu ton atau 31,35 persen dari total volume ekspor, disusul Tiongkok 7,90 ribu ton atau 15,20 persen. Uni Emirat Arab menerima 4,33 ribu ton, Arab Saudi 3,08 ribu ton, dan Bangladesh 2,25 ribu ton.

Di pasar dunia, Indonesia adalah penghasil sekaligus pengekspor cengkeh terbesar. Outlook yang sama menghitung rata-rata ekspor Indonesia pada 2019 sampai 2023 sebesar 23,46 ribu ton per tahun, atau 27,91 persen dari ekspor cengkeh dunia. Madagaskar ada di urutan kedua. Sentra penghasil cengkeh dan pala tercatat lengkap dengan angkanya.

Lada: Nilainya Turun, Vietnam Pembeli Terbesar

Lada mengalami arah yang berbeda. Outlook Lada 2025 dari Pusat Data Kementerian Pertanian[2] mencatat nilai ekspor lada 548,19 juta dolar AS pada 2015, yang menjadi nilai tertinggi dalam sepuluh tahun, lalu turun menjadi 311,28 juta dolar AS pada 2024. Neraca perdagangan lada tetap surplus sepanjang periode itu, tetapi surplusnya mengecil.

Pada 2024 Vietnam menjadi tujuan terbesar dengan 18,01 ribu ton atau 32,47 persen dari volume ekspor lada. Outlook itu mencatat bahwa Vietnam dan Indonesia sama-sama termasuk pengekspor lada terbesar dunia, dan membaca tingginya pengiriman ke Vietnam sebagai tanda pasarnya masih terbuka. Amerika Serikat menyusul dengan 8,37 ribu ton atau 15,09 persen, dan India menerima 5,81 ribu ton. Singapura, Jepang, dan Jerman juga termasuk pasar utama.

Outlook itu menempatkan Indonesia di urutan ketiga sebagai produsen sekaligus pengekspor lada dunia. Lada Putih Muntok dari Bangka Belitung disebut sudah dikenal di pasar internasional karena mutunya. Harga lada dan cengkeh tidak stabil, dan sebab harganya naik turun diuraikan terpisah.

Pala, Kayu Manis, dan Vanili ke Tiongkok

Tiongkok adalah pasar yang besar untuk rempah Indonesia selain cengkeh. Halaman persyaratan mutu ekspor rempah ke Tiongkok dari Kementerian Perdagangan[3] mencatat bahwa pada 2024 Indonesia adalah pemasok terbesar ke Tiongkok untuk kelompok biji Pala, bunga pala, dan kapulaga, serta untuk cengkeh dan Kayu Manis. Untuk lada dan Vanili, Indonesia menjadi pemasok terbesar kedua.

Menurut halaman yang sama, impor lada Tiongkok dari seluruh dunia pada 2024 bernilai 554 juta dolar AS. Kelompok biji pala, bunga pala, dan kapulaga bernilai 98 juta dolar AS. Angka ini adalah nilai impor Tiongkok dari semua negara, bukan nilai ekspor Indonesia saja.

Syarat Masuk Pasar yang Makin Ketat

Pengiriman ke Tiongkok memerlukan pendaftaran. Kementerian Perdagangan menjelaskan bahwa sejak April 2021 bea cukai Tiongkok mewajibkan produsen, pengolah, gudang pangan, dan eksportir dari luar negeri mendaftar, dan nomor registrasinya dicetak pada label berbahasa Tionghoa. Rempah digolongkan sebagai pangan berisiko, jadi produknya bisa diuji sampel di pelabuhan.

Syarat seperti ini menjelaskan kenapa ekspor rempah hari ini tidak cukup mengandalkan hasil panen. Pendaftaran perusahaan, uji sampel, dan label kini menjadi bagian dari perdagangan itu sendiri. Sejarah dua ribu tahun perdagangan rempah menjadi latarnya, dan Inggris pernah punya pos lada di pantai barat Sumatra.

Rujukan

Sumber untuk angka ekspor cengkeh dan lada serta kedudukan Indonesia di pasar Tiongkok.

  1. ↑ Outlook Cengkeh 2025. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian, 2025
  2. ↑ Outlook Komoditas Lada 2025. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian, 2025
  3. ↑ Persyaratan Mutu Ekspor Produk Rempah-Rempah ke Tiongkok. LAMANSITU, Kementerian Perdagangan

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.