Lewati ke konten

Safron dari Iran dan Kashmir: Sentra dan Cara Memetik Kepala Putik

4 menit baca

Sekitar 90 persen safron dunia datang dari Iran, dan India, terutama Kashmir, berada di urutan kedua. Safron adalah kepala putik bunga Crocus sativus, dan setiap helainya dipetik dengan tangan. Bunganya dipanen pagi-pagi dalam musim yang hanya berlangsung beberapa minggu, lalu kepala putiknya dipisahkan pada hari yang sama. Kerja tangan dan hasil yang sangat kecil itulah yang membuat harganya tinggi.

Iran, Penghasil Terbesar

Iran menguasai produksi dengan selisih yang jauh. Penelitian pengeringan safron Kashmir di jurnal Scientific Reports[1] tahun 2025 menyebut Iran menanam safron di 43.408 hektare dengan hasil 174 ton setahun, sekitar 88 persen produksi dunia. Tinjauan lain memberi angka sekitar 90 persen. Kedua angka berasal dari data yang dikutip masing-masing penulis, jadi yang pasti hanya urutannya: Iran jauh di depan.

Di dalam Iran, safron terutama ditanam di Khorasan, Fars, Kerman, dan Yazd. Daftar itu berasal dari tinjauan tentang safron di Journal of Medicine and Life[2] tahun 2023, yang juga mencatat sentra di negara lain: Castilla-La Mancha di Spanyol dan wilayah Taznakhte serta Taliouine di Maroko.

Kashmir dan Kota Safron Pampore

India berada di urutan kedua, dan hampir semua safronnya dari Kashmir. Kajian perluasan tanam safron di India[3] dalam Scientific Reports tahun 2022 menyebut India menyumbang 5 persen produksi dunia, dan 90 persen dari jumlah itu berasal dari Jammu dan Kashmir, terutama Distrik Pulwama dan Budgam.

Penelitian tahun 2025 tadi menambahkan Srinagar dan Doda sebagai sentra, dan menyebut Pampore di Pulwama sebagai “kota safron” Kashmir karena nilai sejarah dan budayanya. Bunga untuk penelitian itu dipetik dengan tangan dari dataran tinggi Karewa di Pampore pada Oktober 2022.

Kashmir juga menghadapi penurunan. Kajian 2022 mengutip data bahwa antara 1997 dan 2015 luas tanam safron di sana turun 83 persen dan produktivitasnya turun 72 persen. India sendiri masih mengimpor untuk memenuhi kebutuhannya.

Memetik Bunga di Pagi Hari

Safron berbunga pada musim gugur. PROSEA mencatat musim berbunga dan panennya hanya sekitar empat minggu, bunganya harus dipetik pagi-pagi, dan kepala putiknya harus dipisahkan pada hari yang sama. Tinjauan 2023 menyebut panen umumnya berlangsung Oktober sampai November, dan di kebanyakan negara pekerjaannya dilakukan dengan tangan, biasanya oleh perempuan.

Setiap bunga punya satu tangkai putik yang bercabang tiga di ujungnya, dan tiga cabang merah jingga itulah yang dijual sebagai safron. Ketiganya dipisahkan dari bunga yang sudah dipetik, sedangkan kelopak dan benang sarinya dibuang. Kepala putik yang tercampur bagian bunga lain menurunkan mutu.

  • PROSEA: rata-rata 1 juta bunga per hektare menghasilkan 10 kilogram safron kering.
  • Tinjauan 2023: sekitar 60.000 bunga dibutuhkan untuk 1 kilogram kepala putik kering.
  • Tinjauan yang sama juga mengutip angka lain: sekitar 80 kilogram bunga untuk 1 kilogram safron kering.

Angkanya berbeda antarsumber, tetapi arahnya sama: puluhan ribu bunga untuk sekilo safron.

Dijemur atau Dikeringkan

Kepala putik segar harus segera dikeringkan. Tinjauan 2023 mencatat bahwa di Maroko, Iran, dan India cara lama masih dipakai: kepala putik dijemur atau diangin-anginkan 3 sampai 10 hari sampai kadar airnya sekitar 8 sampai 10 persen. Penelitian Kashmir 2025 menyebut pengeringan di atas kain di bawah matahari atau di tempat teduh bisa memakan waktu sampai 53 jam, dan batas kadar air safron menurut standar ISO adalah 12 persen.

Safron di Pasar Asia Tenggara

Safron tidak pernah menjadi bagian dari rempah yang dilayarkan dari kepulauan Nusantara. PROSEA mencatat safron hanya diimpor dalam jumlah kecil ke negara-negara Asia Tenggara, dan di pasar kawasan ini beredar “safron” yang sebenarnya bagian bunga lain atau tanaman pewarna lain, termasuk bubuk Kunyit dan bunga Kesumba.

Karena mahal dan mudah dipalsukan, pembeli perlu tahu cara menguji benang safron yang dicurigai. Setelah dibeli, safron disimpan dalam wadah rapat dan gelap, sama seperti rempah mahal yang mudah pudar lainnya.

Rujukan

Sumber untuk sentra produksi, cara panen, dan pengeringan safron.

  1. ↑ Advancing freeze drying as an innovative technique for preserving Kashmiri saffron (Crocus sativus L.). Scientific Reports, 2025
  2. ↑ Phytochemistry, quality control and medicinal uses of Saffron (Crocus sativus L.): an updated review. Journal of Medicine and Life, 2023
  3. ↑ Introduction of high-value Crocus sativus (saffron) cultivation in non-traditional regions of India through ecological modelling. Scientific Reports, 2022
  4. Crocus sativus (PROSEA). Pl@ntUse

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.