Temu Kunci dan Kencur: Dua Rimpang yang Mirip
Temu kunci dan kencur paling mudah dibedakan dari bentuknya. Temu kunci punya banyak akar gemuk memanjang yang menggantung seperti seikat kunci, sedangkan kencur berupa rimpang pendek yang bulat pipih. Begitu dipotong, bedanya makin jelas: daging temu kunci kuning terang, sedangkan kencur keputihan dan baunya jauh lebih tajam. Keduanya memang sekerabat, dan temu kunci dulu pernah dimasukkan ke marga yang sama dengan kencur.
Satu Keluarga, Dua Marga
Temu Kunci bernama ilmiah Boesenbergia rotunda. Menurut catatan PROSEA untuk temu kunci[1], tanaman ini pernah bernama Kaempferia pandurata, jadi dulu ia satu marga dengan kencur. Nama itu sudah tidak dipakai, tetapi jejaknya masih terasa di pasar, karena penjual sering menaruh keduanya berdampingan.
Kencur adalah Kaempferia galanga. Asal keduanya juga berbeda. PROSEA mencatat temu kunci berasal dari Jawa dan Sumatra dan tumbuh liar di hutan jati Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kencur, menurut catatan yang sama, kemungkinan hanya asli India, lalu dibudidayakan di seluruh Asia Tenggara sampai Maluku.
Membedakan dari Rimpangnya
Pada temu kunci, rimpang utamanya kecil: ruas-ruas agak bulat yang menyatu, garis tengahnya sampai 2 cm, cokelat kekuningan di luar dan kuning terang di dalam. Yang mencolok adalah akarnya. PROSEA menyebut akar umbinya berbentuk gada, panjang 5 sampai 30 cm dan tebal 0,5 sampai 2 cm, dengan warna dan wangi yang sama dengan rimpangnya. Akar inilah yang dijual dan dipakai memasak. Dua rimpang pucat lain, temu mangga dan temu putih, dibedakan dari warna kulit dan baunya.
Kencur tidak punya ikatan jari seperti itu. Rimpangnya pendek dan padat, kulitnya cokelat tipis, dan dagingnya putih. Tinjauan marga Kaempferia di Frontiers in Pharmacology[2] menggambarkan kencur dengan rimpang wangi dan umbi putih di ujung akar serabutnya.
Cara cepat di lapak: patahkan sedikit. Temu kunci yang masih segar patah bersih dan kuning di dalam. Kencur putih di dalam dan baunya langsung menyengat begitu dipatahkan.
Membedakan dari Daunnya
Kalau yang ditemui tanamannya, daun memberi jawaban paling pasti. Kencur hanya berdaun dua atau tiga, jarang sampai lima, dan helaiannya sering rebah mendatar menempel ke tanah. Daunnya lebar agak membulat, panjang 6 sampai 15 cm.
Temu kunci tumbuh tegak setinggi 30 sampai 80 cm, dengan tiga sampai lima daun, kadang tujuh, yang berdiri. Helaiannya jauh lebih panjang, 12 sampai 50 cm. Jadi kencur terlihat seperti roset rendah di permukaan tanah, sedangkan temu kunci terlihat seperti rumpun jahe kecil.
Bau, Rasa, dan Isinya
Bau keduanya berasal dari senyawa yang berbeda. Minyak atsiri temu kunci, menurut PROSEA, sebanyak 1 sampai 3 persen dari berat kering, dengan 1,8-sineol 18 sampai 41 persen dan kamfer 13 persen. Rimpangnya juga mengandung pinostrobin, kardamonin, dan senyawa kerabat panduratin A. Pada kencur, tinjauan Frontiers mencatat etil p-metoksisinamat sebagai salah satu dari 49 senyawa yang sudah dilaporkan, dan senyawa ini yang paling sering diteliti.
Di lidah, kencur jauh lebih tajam. Temu kunci lebih ringan dan segar, dengan sisa getir. Karena itu keduanya tidak bisa ditukar satu banding satu. Kalau kencur dipakai menggantikan temu kunci di sayur bening, ambil kira-kira setengah takarannya supaya kuahnya tidak berbau jamu.
Tempatnya di Dapur dan di Jamu
PROSEA mencatat rimpang dan akar temu kunci dipakai sebagai bumbu masakan dan acar di hampir seluruh Indonesia. Di Jawa, tunas mudanya dimakan mentah dengan nasi. Daunnya bahkan dipakai bersama daun jati untuk membungkus tempe di daerah Caruban, Jawa Timur.
Kencur lebih dikenal lewat jamu; PROSEA menyebutnya bahan umum jamu di Indonesia. Di dapur, kencur menjadi penentu rasa bumbu pecel dan urap. Nama Kunci Pepet juga sering membingungkan karena mirip nama temu kunci. Pasangan rimpang lain yang sering tertukar adalah kunyit dan temulawak di pasar.
Rujukan
Sumber untuk keterangan botani, asal, kandungan, dan pemakaian kedua rimpang di artikel ini.
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
