Temu Mangga dan Temu Putih: Cara Membedakan Dua Rimpang Pucat
Temu mangga dan temu putih bisa dibedakan dari bau dan warna kulitnya. Temu mangga berbau seperti mangga muda dan kulitnya kekuningan, sedangkan temu putih berkulit abu-abu dan baunya mirip jahe bercampur kamper. Keduanya berdaging pucat, dan itulah sebabnya keduanya mudah dianggap satu rimpang. Nama latinnya berbeda: temu mangga adalah Curcuma mangga, temu putih adalah Curcuma zedoaria.
Bau Mangga Muda sebagai Penanda Pertama
Cara tercepat adalah mematahkan rimpangnya dan menciumnya. Catatan PROSEA untuk temu mangga[1] menyebut rimpangnya berbau seperti buah mangga muda, cocok dengan namanya. Nama daerahnya menguatkan hal yang sama dari sisi lain: orang Sunda menyebutnya koneng lalab, dan nama lain yang dicatat PROSEA adalah temu lalab dan kuning pari.
Temu putih tidak berbau mangga. PROSEA mencatat minyak atsiri di rimpangnya, sekitar 1-2 persen, berbau seperti minyak jahe bercampur kamper. Satu rimpang yang dipatahkan di pasar biasanya sudah cukup untuk memutuskan.
Warna Kulit, Daging, dan Bentuk Rimpang
Kalau baunya samar karena rimpang sudah lama, lihat warnanya. Menurut PROSEA, rimpang Temu Mangga bercabang, kulitnya kekuningan dengan ujung putih, dan dagingnya kuning lemon sampai kuning belerang dengan lapisan luar yang putih.
Temu Putih punya bentuk yang lain. Catatan PROSEA untuk temu putih[2] menggambarkan umbi induk yang tegak dan bulat telur, sampai 8 cm panjangnya, bercincin bekas pangkal daun, dengan cabang samping yang lebih kecil. Kulitnya abu-abu, dagingnya kuning keputihan sampai kuning cerah, dan akarnya sering membengkak menjadi umbi kecil yang putih di dalam.
Tinjauan minyak atsiri marga Curcuma di jurnal Nutrients[3] meringkasnya dengan perbandingan yang mudah diingat: dari luar temu putih mirip jahe, keriput dan kelabu, dari dalam mirip kunyit. Tinjauan itu juga menyebut aromanya kurang tajam, kira-kira di antara kunyit dan mangga, jadi bau mangga yang kuat tetap lebih condong ke temu mangga.
Jadi dua ciri paling mudah dipegang adalah kulit kekuningan untuk temu mangga dan kulit kelabu bercincin untuk temu putih. Warna daging keduanya bisa tumpang tindih, sehingga warna daging saja tidak cukup.

Kalau Tanamannya yang Terlihat
Daun memberi petunjuk yang jelas bagi yang menanam sendiri. PROSEA mencatat daun temu putih punya garis cokelat kemerahan di tengah helaian, di sisi atas maupun bawah, yang memudar pada daun tua. Daun temu mangga dicatat hijau saja. Temu putih juga jarang berbunga di kebun, sedangkan temu mangga berbunga putih dengan daun pelindung yang ungu di bagian atas.
Garis merah di daun juga dipakai PROSEA untuk memisahkan temu putih dari Temulawak, kerabat dekatnya. Pada temulawak garis itu hanya ada di sisi atas daun, dan daging rimpangnya jingga pekat. Cara membedakan temulawak dari Kunyit punya ciri pembeda sendiri di lapak rimpang.
Dipakai untuk Apa
Temu mangga lebih banyak dimakan sebagai sayur. PROSEA menyebut kegunaan utamanya berbeda dari kebanyakan anggota suku jahe-jahean: ujung rimpang muda dan tunas mudanya dimakan mentah atau dimasak, dan bunganya dimakan setelah dimasak. Nama koneng lalab cocok dengan pemakaian ini.
Temu putih lebih dikenal sebagai sumber pati dan bahan jamu. PROSEA mencatat patinya, yang disebut pati shoti, dihargai karena mudah dicerna. Di Indonesia, bagian tengah tunas mudanya juga dimakan sebagai sayur, ujung rimpang mudanya dimakan mentah, dan daunnya dipakai sebagai perasa makanan.
Kadar zat warnanya juga berbeda dari kunyit. Penelitian ekstraksi kurkuminoid dari tiga rimpang[4] di jurnal Molecules, yang memakai temu mangga dari Garut, mencatat kandungan kurkuminoid temu mangga sampai 3 persen, sedangkan kunyit 3-8 persen. Angka tertinggi temu mangga baru menyamai angka terendah kunyit, jadi warna kuningnya tidak bisa diharapkan sepekat kunyit.
Batas Aman yang Perlu Diingat
Tinjauan di jurnal Nutrients mencatat bahwa minyak dan ekstrak temu putih sebaiknya dihindari selama hamil dan menyusui. Dasarnya penelitian pada hewan: ekstrak air rimpang temu putih dengan dosis 10 gram per kilogram berat badan per hari selama 20 hari menimbulkan efek racun pada reproduksi mencit bunting. Dosis itu jauh di atas pemakaian dapur, tapi cukup untuk menaruh temu putih di daftar jamu yang ditunda selama kehamilan.
Untuk temu mangga, belum ada data keamanan untuk pemakaian di atas takaran lalapan. Kalau sedang hamil, menyusui, atau minum obat rutin, bicarakan dengan dokter sebelum meminum rebusan atau ekstrak salah satu rimpang ini.
Rujukan
Sumber untuk ciri botani, kegunaan, kadar kurkuminoid, dan catatan keamanan kedua rimpang.
- ↑ Curcuma mangga (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Curcuma zedoaria (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Chemical Composition and Biological Activities of Essential Oils of Curcuma Species. Nutrients, 2018
- ↑ Optimization of Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE) Method Using Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) to Increase Curcuminoid Yield from Curcuma longa L., Curcuma xanthorrhiza, and Curcuma mangga Val. Molecules, 2022
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
