Minum Air Rebusan Rempah Setiap Hari: Batas yang Perlu Diketahui
Air rebusan rempah yang diminum setiap hari punya batas yang berbeda untuk tiap rempah, dan tiga rempah punya batas yang tercatat jelas. Akar manis bisa menaikkan tekanan darah, kayu manis cassia membawa kumarin yang membebani hati, dan kunyit sesekali dikaitkan dengan kerusakan hati. Rempah lain yang lazim direbus umumnya aman dalam takaran dapur, tapi kebiasaan harian tetap berbeda dari pemakaian sesekali di masakan.
Kenapa Kebiasaan Harian Perlu Dihitung Lain
Rebusan rumahan tidak punya takaran. Jumlah rempah, lama merebus, dan banyaknya air berbeda setiap hari, jadi kadar zat yang masuk ke gelas tidak pernah diketahui. Kebiasaan harian juga menumpuk. Satu gelas sesekali dan satu gelas setiap hari selama bertahun-tahun adalah dua paparan yang berbeda.
Penelitian yang dikutip di bawah juga berbeda-beda jenisnya: uji acak pada manusia, laporan kasus, dan batas aman yang diturunkan dari percobaan hewan. Kekuatan tiap jenis bukti itu tidak sama, dan cara menimbang jenis penelitian seperti ini perlu diingat saat membaca angkanya.
Akar Manis dan Tekanan Darah
Akar Manis mengandung glisirizin. Lembar keamanan akar manis dari NCCIH[1] menyebut zat ini bisa menimbulkan efek samping serius, termasuk detak jantung tidak teratur dan henti jantung, terutama bila dikonsumsi banyak atau dalam jangka panjang. Menurut NCCIH, jumlah kecil pun pernah dikaitkan dengan efek berat pada orang yang banyak makan garam, orang dengan tekanan darah tinggi, dan orang dengan penyakit jantung atau ginjal. NCCIH juga mencatat interaksi dengan obat kortikosteroid, dan menyebut konsumsi sekitar 250 gram akar manis per minggu selama hamil tidak aman. Serai, yang diteliti untuk tekanan darah, punya catatan sendiri: uji serai pada manusia masih kecil dan pendek, dan satu uji mencatat fungsi ginjal peminumnya menurun.
Batasnya ternyata lebih rendah daripada perkiraan lama. Uji silang acak di American Journal of Clinical Nutrition[2] memberi 28 orang dewasa muda yang sehat akar manis berisi 100 mg asam glisirizat per hari selama dua minggu, jumlah yang sebelumnya disebut WHO kecil kemungkinannya menimbulkan efek buruk. Tekanan darah sistolik yang diukur di rumah naik rata-rata 3,1 mmHg dibanding masa kontrol. Pesertanya sedikit, masa ujinya pendek, dan uji itu tidak tersamar, tapi penulisnya menyarankan batas aman itu ditinjau ulang.
Kadar glisirizin dalam rebusan akar manis rumahan tidak diketahui. Jadi orang dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau penyakit ginjal sebaiknya tidak menjadikannya minuman harian.
Kayu Manis Cassia dan Kumarin
Kayu manis yang umum dijual di Indonesia termasuk kelompok cassia, yang kadar kumarinnya tinggi. Tanya jawab BfR Jerman tentang kumarin dalam kayu manis[3] menetapkan batas asupan harian yang dapat ditoleransi sebesar 0,1 mg kumarin per kilogram berat badan. Kayu manis cassia rata-rata mengandung sekitar 3 gram kumarin per kilogram, dan orang dewasa 60 kilogram mencapai batas itu dengan sekitar 2 gram cassia per hari. Untuk anak 15 kilogram, batasnya tercapai pada sekitar 0,5 gram.
BfR menjelaskan bahwa kumarin dalam dosis relatif rendah bisa merusak hati pada sekelompok kecil orang yang peka, walaupun biasanya pulih. Melewati batas sedikit selama satu atau dua minggu dianggap aman, jadi risikonya ada pada pemakaian banyak dalam waktu lama. BfR tidak menghitung berapa kumarin yang pindah dari batang ke air rebusan. Untuk rebusan yang diminum setiap hari, Kayu Manis Ceylon lebih aman karena kadar kumarinnya rendah. Batang ceylon tersusun dari banyak lapisan tipis yang tergulung rapat, sedangkan batang Kayu Manis cassia berupa satu lapisan kulit tebal.
Kunyit dan Hati
Kunyit lama dianggap aman, tapi catatannya berubah. Entri kunyit di LiverTox[4], basis data kerusakan hati akibat obat dari NIH, menyebut kunyit kini tampaknya menjadi penyebab tersering kerusakan hati akibat produk herbal di Amerika Serikat. Kebanyakan kasus berasal dari suplemen kurkumin yang dibuat mudah diserap, tetapi kasus juga dilaporkan dari bubuk kunyit biasa dan dari teh kunyit.
Kejadiannya diperkirakan sangat jarang, sekitar 1 per 10.000 sampai 1 per 100.000 orang yang terpapar. Pada kasus kurkumin yang mudah diserap, LiverTox mencatat gejala biasanya muncul 1 sampai 4 bulan sesudah mulai minum: lemas, mual, hilang nafsu makan, lalu air seni gelap dan kulit atau mata menguning. Kalau gejala itu muncul, hentikan rebusan kunyit dan segera periksa ke dokter, karena kerusakan lebih berat bila produknya terus diminum. Keluhan lain dari jahe, kunyit, dan kayu manis dibahas terpisah bersama keluhan perut dan efek samping lainnya.
Kebiasaan yang Lebih Aman
- ganti-ganti rempahnya, jangan satu rempah pekat yang sama setiap hari
- pilih kayu manis ceylon kalau kayu manis diminum rutin
- hindari akar manis sebagai minuman harian kalau tekanan darah tinggi, atau sedang minum obat kortikosteroid
- beri tahu dokter tentang rebusan yang diminum rutin, terutama kalau sedang hamil, menyusui, punya penyakit hati atau ginjal, atau minum obat setiap hari
- habiskan rebusan pada hari yang sama, karena minuman rempah yang disimpan dalam botol cepat basi
Air rebusan rempah tidak menggantikan obat. Kalau rebusan diminum untuk keluhan tertentu dan keluhannya tidak membaik, periksakan keluhan itu ke dokter.
Rujukan
Sumber untuk batas akar manis, kumarin kayu manis, dan catatan kerusakan hati akibat kunyit.
- ↑ Licorice Root: Usefulness and Safety. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), 2025
- ↑ A low dose of daily licorice intake affects renin, aldosterone, and home blood pressure in a randomized crossover trial. American Journal of Clinical Nutrition, 2024
- ↑ FAQ on coumarin in cinnamon and other foods. Bundesinstitut für Risikobewertung (BfR)
- ↑ Turmeric. LiverTox: Clinical and Research Information on Drug-Induced Liver Injury, NCBI Bookshelf
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
