Serai dan Tekanan Darah: Yang Sudah Diteliti
Serai diteliti untuk pengaruhnya pada tekanan darah, tetapi bukti pada manusia masih sedikit dan belum rapi. Sebagian besar hasil datang dari percobaan pada hewan dan pembuluh darah di laboratorium. Uji pada manusia yang ada kecil, pendek, dan satu di antaranya justru mencatat penurunan fungsi ginjal pada peminum teh serai.
Pemakaian Tradisional sebagai Minuman
Serai (Cymbopogon citratus) sudah lama direbus sebagai minuman, dan di beberapa tempat rebusan itu dipakai untuk darah tinggi. Tinjauan tanaman obat Suku Anak Dalam di Jambi[1] yang terbit tahun 2026 mencatat cara penyehat tradisional di sana: dua sampai tiga batang serai dicuci, dimemarkan, lalu direbus dalam dua gelas air sampai tersisa satu gelas.
Catatan itu menjelaskan cara pakai, bukan membuktikan hasilnya. Penopang ilmiah yang dikutip tinjauan tersebut untuk serai adalah percobaan pada tikus yang diberi ekstrak air serai 50 sampai 150 miligram per kilogram berat badan selama lima minggu.
Yang Terlihat di Laboratorium dan pada Hewan
Tinjauan potensi serai untuk hipertensi di jurnal Biology[2] tahun 2022 mengumpulkan penelitian dari tingkat sel sampai manusia. Sitral adalah senyawa utama minyak serai; PROSEA mencatat minyak itu berisi geranial 40 sampai 62 persen dan neral 25 sampai 38 persen, dua bentuk sitral. Sitral dan ekstrak serai membuat pembuluh darah hewan melebar dalam percobaan di luar tubuh. Pada hewan, serai juga menambah jumlah air seni. Penulisnya menyebut tiga kemungkinan cara kerja: pelebaran pembuluh, efek menenangkan pada sistem saraf, dan efek peluruh air seni.
Hasil pada pembuluh darah manusia yang diambil dari operasi tidak seragam. Ekstrak air serai pada kadar tertentu melemahkan kontraksi arteri, tetapi pada kadar lain justru memperkuatnya. Hasil seperti ini belum bisa diterjemahkan menjadi takaran minum, dan inilah alasan hasil laboratorium perlu diuji ulang pada manusia.
Uji pada Manusia: Kecil dan Pendek
Tinjauan tahun 2022 itu mendaftar enam penelitian pada manusia. Tiga di antaranya memakai teh serai:
- Sembilan orang muda minum 150 mililiter teh serai sekali, dan denyut nadinya saat diberi tes stres tidak berbeda dari kelompok pembanding.
- Sebanyak 105 orang muda sehat minum seduhan dari 2, 4, atau 8 gram bubuk daun serai setiap hari selama 30 hari. Tekanan diastolik turun pada hari ke-10, tetapi pada hari ke-30 hanya tekanan sistolik pada dosis tertinggi yang masih di bawah nilai awal. Denyut jantung malah naik.
- Enam puluh orang dengan tekanan darah agak tinggi atau tinggi minum 250 mililiter rebusan serai sehari selama 14 hari. Tekanan sistolik turun, tetapi tekanan diastolik dan denyut jantung tidak diukur, sehingga penulis tinjauan meminta hasil ini dibaca hati-hati.
Tiga penelitian lain memakai minyak serai yang dihirup atau dipakai untuk pijat. Pada 40 pria muda yang menghirup minyak serai, kecemasan berkurang tetapi denyut jantung tidak berubah. Pada uji pijat dengan 29 peserta, tekanan diastolik turun di semua kelompok minyak pijat, jadi pijatnya sendiri kemungkinan yang berpengaruh. Uji ketiga memakai campuran tiga minyak, sehingga pengaruh serai tidak bisa dipisahkan.
Bawang Putih, rempah yang jauh lebih banyak diuji, pun masih menyisakan pertanyaan, seperti pada bukti bawang putih untuk hipertensi. Untuk serai, jumlah uji dan pesertanya jauh lebih sedikit.
Catatan Keamanan dari Uji yang Sama
Kelompok 105 orang tadi juga diperiksa fungsi ginjalnya. Laporan fungsi ginjal peminum teh serai[3] di Journal of Renal Nutrition tahun 2015 mencatat laju penyaringan ginjal (eGFR) dan bersihan kreatinin turun pada hari ke-30 di semua kelompok dosis. Kadar kreatinin darah naik. Penulisnya menyimpulkan ada efek merugikan yang bergantung pada dosis dan lama minum. Hasil ini dibandingkan dengan nilai awal peserta sendiri, dan pesertanya orang muda sehat, jadi belum jelas berlaku sejauh mana pada orang lain.
Tinjauan 2022 juga menulis bahwa keamanan serai dan sitral, termasuk interaksinya dengan obat, belum cukup diteliti. Minyak atsiri serai tidak untuk diminum. Sereh Wangi adalah tanaman lain yang ditanam untuk minyaknya, dan batang kedua serai itu mirip.
Serai di Dapur dan Obat Darah Tinggi
Serai yang dimemarkan untuk gulai atau wedang umumnya aman dalam takaran masak. Takaran di uji tadi, bubuk daun kering sampai 8 gram setiap hari selama sebulan, jauh berbeda dari sebatang serai dalam sepanci kuah. Kalau ingin mengurangi garam demi tekanan darah, rempah bisa membantu dari sisi rasa, seperti pada bumbu yang menggantikan sebagian garam.
Orang yang sedang minum obat darah tinggi, obat peluruh air seni, atau punya penyakit ginjal sebaiknya bertanya ke dokter sebelum minum rebusan serai setiap hari. Jangan mengganti atau menghentikan obat tekanan darah dengan rebusan serai. Tekanan darah yang tetap tinggi, sakit kepala berat, nyeri dada, atau sesak napas perlu segera diperiksa dokter.
Rujukan
Sumber untuk penelitian serai dan tekanan darah, keamanan ginjal, dan pemakaian tradisionalnya.
- ↑ Antihypertensive Plants Used by the Anak Dalam Tribe in Jambi, Indonesia: Ethnobotanical Insights and Pharmacological Potential as Alternatives to Conventional Medicine. Drug Design, Development and Therapy, 2026
- ↑ Exploring the Anti-Hypertensive Potential of Lemongrass—A Comprehensive Review. Biology, 2022
- ↑ Effect of lemongrass tea consumption on estimated glomerular filtration rate and creatinine clearance rate. Journal of Renal Nutrition, 2015
- Cymbopogon citratus (PROSEA). Pl@ntUse
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
