Mengirim Rempah Segar ke Luar Kota: Kemasan dan Lama Perjalanan
Rempah segar yang dikirim ke luar kota paling cepat rusak karena panas dan air, dan kemasan yang salah bisa mempercepat keduanya. Cabai dan daun seperti kemangi adalah kiriman paling rentan, sedangkan rimpang utuh jauh lebih tahan. Jadi cara mengemasnya ditentukan oleh jenis rempahnya dan berapa jam paket itu akan berada di jalan.
Kenapa Rempah Segar Rusak di Perjalanan
Cabai, daun, dan rimpang tetap bernapas sesudah dipanen. Napas itu menghasilkan panas dan menguras air dari jaringannya. Makin panas udaranya, makin cepat prosesnya, jadi paket yang tertahan di bak truk atau gudang ekspedisi pada siang hari kehilangan mutu lebih cepat daripada paket yang sama di tempat teduh.
Air yang keluar juga punya dua akibat. Kalau lolos ke udara, rempah menyusut, layu, dan keriput. Kalau tertahan di kemasan yang rapat bersama panas, permukaannya lembap dan jamur mudah tumbuh. Karena itu mengemas rempah segar adalah urusan menyeimbangkan keduanya.
Cabai: Kemasan Menentukan Susut
Angka yang paling jelas datang dari penelitian kemasan cabai keriting di IPB[1]. Peneliti mengemas 3 kilogram Cabai Keriting dari Garut dalam jala plastik, karung plastik, dan plastik film polipropilen (PP), mengangkutnya sekitar 5 jam lewat darat, lalu menyimpannya pada 10°C, 15°C, dan suhu ruang 28-32°C. Susut bobot tertinggi, 21 persen, terjadi pada cabai dalam jala plastik di suhu ruang. Susut terendah, 0,12 persen, ada pada plastik PP di 10°C, dan kombinasi itu mempertahankan mutu cabai sampai 29 hari.
Penelitian yang sama mencatat hal yang sering dilupakan pengirim. Cabai dalam plastik PP menghasilkan karbon dioksida paling banyak, dan penulisnya menduga panas hasil napas cabai terperangkap di dalam kemasan. Plastik rapat menahan air, tapi hanya aman kalau paketnya tetap sejuk. Plastik rapat yang dijemur di bak mobil justru mengukus cabainya.
Untuk kiriman rumahan, hasil itu bisa diterjemahkan begini:
- pilih cabai yang utuh, bertangkai, dan tidak memar, karena cabai yang luka busuk lebih dulu dan menulari yang lain
- jangan mencuci cabai sebelum dikirim, dan keringkan permukaannya kalau basah
- bungkus dengan plastik yang diberi beberapa lubang kecil, lalu masukkan ke kardus supaya tidak tertindih
- kalau perjalanan lebih dari sehari tanpa pendingin, pertimbangkan cabai yang sudah dikeringkan
Kemangi dan Daun Lain: Jangan Terlalu Dingin
Daun kemangi adalah kiriman paling rewel, dan pendingin tidak otomatis menolongnya. Tinjauan tentang umur simpan basil di Frontiers in Plant Science[2] membahas basil manis (Ocimum basilicum), kerabat dekat Kemangi. Daun basil rusak kalau disimpan di bawah 12°C dan rusak berat di bawah 10°C. Pada 0°C daunnya menghitam dalam satu hari, dan pada 5°C dalam tiga hari. Suhu yang disarankan tinjauan itu 12-15°C, dengan kelembapan tinggi dan kantong polietilen.
Di suhu ruang 20-25°C, basil potong bertahan rata-rata sekitar tujuh hari. Angka ini untuk basil, dan kemangi belum tentu sama. Arahnya tetap berguna: kemangi yang dikirim bersama es batu atau disimpan di rak terdingin kulkas penerima bisa menghitam lebih cepat daripada yang dibiarkan di tempat sejuk. Bungkus batangnya dengan tisu lembap, dan biarkan daunnya kering.
Rimpang dan Serai: Paling Tahan Dikirim
Jahe, Kunyit, lengkuas, dan batang serai punya kulit yang menahan air, sehingga jauh lebih tahan di perjalanan daripada cabai dan daun. Saya belum menemukan penelitian yang mengukur berapa hari tepatnya, jadi anggap itu perbandingan, bukan jaminan. Syaratnya sederhana: rimpang dikirim utuh dan kering, tanpa tanah basah yang menempel, dan tidak dibungkus plastik rapat. Kantong kertas atau kardus berlubang lebih aman karena uap air bisa keluar. Rimpang yang dipotong atau patah sebaiknya dipakai sendiri, karena bekas potongannya menjadi pintu masuk jamur. Untuk kunyit dan serai, jalan lain adalah menanamnya sendiri di pot, sehingga tidak perlu dikirim.
Penerima juga perlu tahu cara memperlakukan kiriman itu. Simpan rimpang di tempat sejuk yang berudara. Umurnya jauh lebih pendek daripada rempah kering yang tersimpan di toples, jadi periksa tiap beberapa hari: kulit yang keriput, bagian yang lunak, atau bau apak berarti rimpang itu harus segera dipakai atau dibuang. Kalau jumlahnya lebih banyak daripada yang terpakai dalam seminggu, sebagian bisa disimpan beku begitu tiba.
Kiriman Antarpulau Diperiksa Karantina
Rempah segar yang menyeberang ke pulau atau provinsi lain termasuk media pembawa tumbuhan. Halaman layanan karantina tumbuhan Badan Karantina Indonesia[3] menyebut layanan domestik keluar dan domestik masuk untuk media pembawa yang dikirim antararea di dalam negeri, dengan dasar Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019. Syarat untuk tiap komoditas dan tiap rute tidak dicantumkan di halaman itu, jadi tanyakan ke kantor karantina setempat atau ke jasa ekspedisi sebelum mengirim dalam jumlah besar. Untuk kiriman ke negara lain, aturan sertifikat kesehatan tumbuhan lebih ketat.
Rujukan
Sumber untuk angka kemasan cabai, suhu aman daun basil, dan layanan karantina antararea.
- ↑ Pengaruh Jenis Kemasan dan Penyimpanan Suhu Rendah Terhadap Perubahan Kualitas Cabai Merah Keriting Segar. Jurnal Keteknikan Pertanian, Institut Pertanian Bogor, 2015
- ↑ Preharvest and postharvest techniques that optimize the shelf life of fresh basil (Ocimum basilicum L.): a review. Frontiers in Plant Science, 2023
- ↑ Layanan dan Prosedur Karantina Tumbuhan. Badan Karantina Indonesia
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
