Membawa Rempah ke Luar Negeri: Aturan Karantina yang Perlu Diketahui
Rempah boleh dibawa ke luar negeri, tetapi yang menentukan adalah aturan negara tujuan, bukan aturan Indonesia saja. Amerika Serikat dan Inggris, misalnya, mewajibkan penumpang melaporkan atau membatasi bahan tumbuhan yang dibawa. Rempah bubuk dan bumbu jadi dalam kemasan pabrik biasanya paling mudah lolos, sedangkan rimpang, daun, dan buah segar paling sering ditahan.
Kenapa Rempah Diperiksa di Bandara
Bahan tumbuhan bisa membawa hama dan penyakit tanaman yang belum ada di negara tujuan. Petugas karantina memeriksa barang bawaan untuk mencegah hama itu masuk. Di Indonesia, hama yang diawasi disebut organisme pengganggu tumbuhan karantina atau OPTK.
Rempah segar membawa risiko lebih besar daripada rempah kering, karena masih hidup, lembap, dan bisa menyimpan serangga atau tanah. Rimpang Jahe dan Kunyit yang baru dicabut, misalnya, sering masih bertanah di sela ruasnya. Rempah kering pun tidak otomatis aman, karena serangga gudang bisa bersembunyi di dalamnya.
Contoh Aturan di Amerika Serikat
Panduan bea cukai Amerika Serikat tentang membawa produk pertanian[1] mewajibkan setiap penumpang melaporkan daging, buah, sayur, tanaman, biji, tanah, serta produk tumbuhan dan hewan yang dibawanya. Laporan itu mencakup bagasi tercatat, bagasi kabin, dan kendaraan. Petugas pertanian di pintu masuk lalu memutuskan apakah barang itu memenuhi syarat.
Barang terlarang yang tidak dilaporkan akan disita dan dimusnahkan. Menurut panduan yang sama, denda perdata untuk pelanggaran pertama dengan jumlah bukan dagangan bisa mencapai 1.000 dolar AS, dan denda untuk barang dagangan jauh lebih tinggi. Panduan itu juga menegaskan bahwa barang yang tampaknya diizinkan tetap harus dilaporkan dan diperlihatkan.
Contoh Aturan di Inggris
Panduan pemerintah Inggris tentang membawa makanan ke Britania Raya[2] membolehkan beberapa barang dibawa dari negara mana pun tanpa batasan, termasuk sup, kaldu, dan penyedap yang dikemas, serta produk tumbuhan yang sudah diolah dan dikemas. Bumbu instan dan rempah bubuk dalam kemasan pabrik paling dekat dengan kelompok ini.
Untuk buah, sayur, kacang, dan biji dari luar Uni Eropa, sebagian besar harus disertai sertifikat kesehatan tumbuhan (phytosanitary certificate) dari negara asal. Hanya beberapa barang yang dikecualikan, antara lain nanas, kelapa, jeruk, durian, pisang, dan mangga. Panduan itu tidak menyebut rempah segar secara khusus, jadi rimpang dan daun segar lebih aman dianggap perlu sertifikat.
Sertifikat dari Karantina Indonesia
Sertifikat kesehatan tumbuhan di Indonesia diterbitkan Badan Karantina Indonesia. Prosedur ekspor karantina tumbuhan di situs Badan Karantina Indonesia[3] menjelaskan urutannya: permohonan diajukan lewat layanan daring atau secara manual dengan formulir, invoice, daftar kemasan, dan dokumen yang diminta negara tujuan. Petugas lalu memeriksa kesesuaian jenis, jumlah, dan kesehatan produk, dan bila perlu mengambil sampel untuk diuji di laboratorium.
Kalau ditemukan hama karantina atau ketidaksesuaian, produk bisa diberi perlakuan atau ditolak. Sertifikat terbit setelah pemeriksaan selesai dan biaya layanan dibayar. Prosedur ini ditulis untuk ekspor, jadi tanyakan dulu kepada kantor karantina di bandara keberangkatan apakah bawaan pribadi dalam jumlah kecil bisa dilayani dengan cara yang sama. Gambaran perdagangan rempah dalam jumlah besar terlihat dari angka ekspor rempah tahun 2024.
Menyiapkan Rempah untuk Dibawa
- Periksa situs resmi karantina atau bea cukai negara tujuan beberapa hari sebelum berangkat, karena aturannya berbeda di tiap negara dan bisa berubah.
- Pilih rempah bubuk atau bumbu jadi dalam kemasan pabrik yang masih tersegel dan berlabel. Biji utuh seperti pala atau ketumbar bisa digolongkan sebagai biji, yang di Inggris termasuk barang yang umumnya perlu sertifikat.
- Hindari membawa rimpang segar, daun segar seperti Daun Jeruk, atau biji yang bisa ditanam, kecuali sudah ada sertifikat.
- Pisahkan rempah di satu kantong yang mudah dikeluarkan saat diperiksa.
- Laporkan di formulir kedatangan. Di Amerika Serikat, barang terlarang yang tidak dilaporkan bisa berujung denda, selain disita.
Rempah yang lolos pun perlu dibungkus rapat supaya tidak lembap dan aromanya tidak hilang di perjalanan. Rempah kering lebih awet dalam toples kedap di tempat gelap, dan rempah yang kehilangan aromanya sebaiknya dicium dulu sebelum dipakai.
Rujukan
Sumber untuk aturan di Amerika Serikat dan Inggris serta prosedur sertifikat karantina Indonesia. Aturan ini dibaca pada September 2026 dan bisa berubah.
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
