Menanam Serai, Kunyit, dan Kemangi di Pot untuk Dapur
Serai, kunyit, dan kemangi bisa ditanam di pot, tapi ketiganya dimulai dengan cara yang berbeda. Serai ditanam dari anakan, kunyit dari potongan rimpang, dan kemangi dari biji. Waktu panennya juga jauh berbeda: kemangi bisa dipetik sekitar dua bulan setelah dipindah ke pot, serai sekitar setengah tahun, dan kunyit baru siap dibongkar setelah 7 sampai 10 bulan.
Pot dan Media yang Dipakai Ketiganya
Syarat pot untuk ketiganya sama. Panduan menanam herba di wadah dari Illinois Extension[1] menyebut wadah apa pun bisa dipakai asal punya lubang pembuangan air, dengan media tanam yang gembur dan cepat meniriskan air. Siram sampai air menetes dari lubang di dasar pot, dan jangan memberi pupuk berlebihan.
Tanah kebun yang padat kurang cocok untuk pot, terutama untuk kunyit, karena rimpangnya butuh ruang untuk membesar. Media yang lepas dan kaya bahan organik lebih mudah ditembus rimpang. Pot kunyit sebaiknya yang paling lebar di antara ketiganya, karena rimpang cabangnya tumbuh ke samping dari rimpang induk.
Serai: dari Anakan, Butuh Matahari dan Air
Serai hampir tidak pernah berbiji, jadi ditanam dari anakan. Catatan budidaya serai di PROSEA[2] menjelaskan rumpun yang sehat dibongkar lalu dipecah menjadi anakan. Anakan dipotong sampai tinggal 10-15 cm, akar yang mati dibuang, lalu ditanam sedalam 10-15 cm. Anakan yang lebih besar biasanya lebih cepat berakar.
Menurut PROSEA, serai tumbuh paling baik di tempat yang cerah, hangat, dan lembap, dengan kebutuhan air yang sangat tinggi. Ujung daun yang mencokelat pada akhir musim kemarau adalah gangguan akibat daun kekurangan air, bukan penyakit. Jadi media di pot serai jangan dibiarkan kering, dan potnya ditaruh di tempat yang terkena matahari langsung.
Panen pertama bisa dimulai 6-8 bulan setelah tanam. Untuk dapur, cukup cabut atau potong satu dua batang dari pinggir rumpun, dan biarkan sisanya terus beranak. Pastikan bibit yang ditanam memang serai dapur. Rumpun serai wangi yang ditanam untuk minyak sitronela sekilas mirip, padahal bau dan pemakaiannya lain.
Kunyit: dari Rimpang, Jangan Sampai Tergenang
Kunyit ditanam dari potongan rimpang, baik rimpang induk maupun rimpang cabang. Catatan budidaya kunyit di PROSEA[3] menyebut tunasnya muncul dalam 2-4 minggu, pembentukan rimpang dimulai sekitar 5 bulan setelah tanam, dan tanaman siap dipanen pada 7-10 bulan, ketika daun bagian bawah menguning. Di lahan, rimpang ditanam sedalam 7,5 cm. Tanaman daun seperti pandan dan sirih diperbanyak dengan cara lain, yaitu dari anakan dan pucuk sulur.
Kunyit menyukai tanah gembur yang subur dan kaya bahan organik, dengan pH 5-7,5. PROSEA mencatat kunyit tidak tahan tergenang, dan busuk rimpang akibat jamur Pythium ditandai pangkal batang yang lunak dan kebasahan, lalu daun yang mengering. Karena itu lubang pot kunyit tidak boleh tersumbat. Siram cukup sampai tunas muncul, lalu kurangi. Kunyit tahan naungan sebagian, jadi pot bisa ditaruh di tempat yang tidak seharian terkena matahari, tapi naungan yang terlalu rapat memudahkan penyakit bercak daun.
Sambil menunggu rimpang, daunnya sudah bisa dipakai. Daun Kunyit untuk rendang atau pepes bisa dipetik selembar dua lembar tanpa membongkar tanaman.
Kemangi: dari Biji, Dipetik Pucuknya
Kemangi paling mudah dimulai dari biji. Catatan PROSEA untuk kemangi[4], yang mencatatnya sebagai Ocimum americanum, menyebut bijinya berkecambah dalam 1-2 minggu. Bibit dipindah 3-4 minggu kemudian, dan panen dimulai sekitar 2-3 bulan setelah pindah tanam dengan memotong pucuk muda sepanjang kira-kira 10 cm. Kemangi menyukai tempat yang cerah dan terlindung dari angin.
Bunga muncul 8-12 minggu setelah semai. Illinois Extension menyarankan herba daun dipanen saat kuncup bunga pertama muncul, dan pucuknya rutin dipetik supaya tanaman tetap rimbun dan pendek. Untuk herba daun semusim seperti kemangi, sisakan sebagian batang saat memotong supaya tanaman bisa tumbuh lagi. Tanaman yang dibiarkan berbunga dan berbiji sebaiknya disisakan satu pot saja, untuk benih musim berikutnya.
Memakai dan Menyimpan Hasil Panen
Keuntungan pot di dapur adalah bisa memetik sesuai kebutuhan. Kemangi dan daun kunyit dipetik sesaat sebelum dipakai. Serai dan kunyit yang dipanen berlebih bisa disimpan, dan umur simpan rimpang dan daun hasil panen berbeda menurut bentuknya. Kalau hasil panen serai berlimpah, sebagian bisa dijemur atau dioven sendiri.
Rujukan
Sumber untuk syarat pot dan cara menanam, merawat, serta memanen ketiga tanaman.
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
