Cengkeh Utuh dan Cengkeh yang Sudah Disuling: Cara Membedakannya
Cengkeh yang minyaknya sudah disuling masih berbentuk cengkeh, tapi baunya lebih lemah dan butirnya terasa lebih kering saat ditekan. Cengkeh seperti itu tercatat sebagai salah satu bahan pemalsu cengkeh utuh, karena bentuknya menipu mata. Pembeli paling mudah mengenalinya lewat hidung dan kuku, sebelum uang berpindah tangan. Pemeriksaan serupa berlaku untuk lada: lada butiran yang baik terasa berat dan berbau tajam saat dipecah, dan campurannya dengan biji pepaya perlu dikenali.
Kenapa Ada Cengkeh yang Sudah Disuling
Minyak cengkeh punya pasar sendiri, dan bahan bakunya bisa datang dari tiga bagian pohon. Catatan PROSEA untuk tanaman cengkeh[1] menyebut kadar minyak atsiri kuncup bunga 15 sampai 17 persen, gagang bunga sekitar 6 persen, dan daun 2 sampai 3 persen. Komponen utamanya eugenol, 80 sampai 95 persen dari minyak itu. PROSEA juga mencatat bagian panen cengkeh yang dipakai untuk penyulingan minyak dan ekstraksi oleoresin terus bertambah.
Kuncup yang sudah disuling adalah sisa dari proses itu. Minyaknya sudah diambil, tapi kuncupnya masih bisa dikeringkan lagi dan dicampurkan ke cengkeh utuh yang bagus. Tinjauan pemalsuan pangan di jurnal Foods[2] tahun 2023 memasukkan cengkeh yang minyaknya sudah diambil ke daftar bahan pemalsu cengkeh, bersama garam magnesium, pasir, dan tanah. Daftar yang sama mencatat pola serupa pada rempah lain: Lada Hitam dicampur lada bermutu rendah yang minyaknya sudah diambil, dan Jahe dicampur jahe yang sudah diekstrak.
Menyuling Tidak Selalu Menghabiskan Minyak
Seberapa banyak minyak yang tersisa bergantung pada cara menyulingnya. Penelitian penyulingan kuncup cengkeh di BioMed Research International[3] mendapatkan rendemen minyak 14,3 persen dari cengkeh yang digiling dulu, dan hanya 7,14 persen dari cengkeh yang disuling utuh. Penulisnya menjelaskan bahwa penggilingan memperluas permukaan yang bersentuhan dengan air mendidih.
Angka itu menjelaskan dua hal. Penyuling yang mengejar rendemen cenderung menggiling cengkehnya, dan sisanya berupa ampas yang tidak bisa dijual sebagai cengkeh utuh. Kuncup yang disuling utuh, sebaliknya, kemungkinan masih menyimpan sebagian minyak. Jadi cengkeh bekas suling yang dicampurkan ke karung belum tentu berbau hampa. Baunya lebih lemah, dan perbedaannya baru jelas kalau dibandingkan berdampingan dengan cengkeh yang bagus.
Ciri yang Bisa Diperiksa di Pasar
Tidak ada satu ciri yang pasti. Periksa beberapa sekaligus, dan bawa pembanding kalau bisa.
- Tekan bagian batang cengkeh dengan kuku. Cengkeh yang bagus terasa sedikit berminyak dan meninggalkan bau tajam di jari.
- Remas segenggam lalu cium. Bau yang samar, apak, atau seperti kayu basah patut dicurigai.
- Bandingkan warna dan permukaannya dengan cengkeh yang sudah pasti bagus. Butir yang jauh lebih kusam atau berkerut perlu diperiksa lagi dengan hidung.
- Perhatikan kepalanya. Kepala bulat di ujung kuncup mudah patah, dan karung yang berisi banyak cengkeh tanpa kepala patut dicurigai sebagai cengkeh bermutu rendah.
- Cari gagang. Gagang bunga bentuknya ranting kecil tanpa kepala, dan PROSEA menyebutnya kadang dipakai sebagai pengganti murah kuncup.
Uji apung, yaitu merendam cengkeh di air dan melihat mana yang mengambang, sering disarankan di internet. Sumber resmi yang menjelaskan dasar uji ini belum bisa diperiksa, jadi anggap sebagai petunjuk tambahan saja. Hasilnya bisa dipengaruhi kadar air dan umur cengkeh.
Bubuk Lebih Sulit Diperiksa
Semua ciri di atas hanya berlaku untuk cengkeh utuh. Begitu digiling, bentuk, warna kepala, dan gagang tidak bisa dilihat lagi, dan campuran apa pun ikut tersamarkan. PROSEA mencatat bubuk Allspice kadang dipalsukan dengan gagang cengkeh, jadi gagang cengkeh bisa berpindah ke rempah lain juga. Minyak cengkeh sendiri dipalsukan dengan minyak gagang, minyak daun, atau sisa terpena setelah eugenol diambil, dan menurut PROSEA pemalsuan itu sulit dideteksi dengan analisis kimia.
Cara paling aman tetap membeli cengkeh utuh dan menggilingnya sendiri. Ciri umum rempah kering yang isinya dicampur berlaku juga untuk cengkeh, dan kebiasaan yang sama berguna untuk memisahkan kunyit dari temulawak di lapak: bandingkan berdampingan, cium, dan patahkan.
Harga yang Terlalu Murah
Cengkeh adalah rempah yang harganya naik turun tajam, dan sebagian besar panen Indonesia diserap pabrik rokok kretek. Harga yang jauh di bawah pasaran pada saat harga sedang tinggi adalah alasan untuk memeriksa lebih teliti. Beli sedikit dulu dari penjual baru, dan simpan beberapa butir cengkeh yang bagus sebagai pembanding untuk belanja berikutnya.
Rujukan
Sumber untuk kadar minyak cengkeh, rendemen penyulingan, dan daftar bahan pemalsu rempah.
- ↑ Syzygium aromaticum (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Mechanisms and Health Aspects of Food Adulteration: A Comprehensive Review. Foods, 2023
- ↑ Clove Buds Essential Oil: The Impact of Grinding on the Chemical Composition and Its Biological Activities Involved in Consumer’s Health Security. BioMed Research International, 2021
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
