Tanggal Kedaluwarsa pada Rempah Kemasan: Cara Membacanya
Tanggal pada kemasan rempah di Indonesia ditulis sesudah kata “Baik digunakan sebelum”, dan artinya batas mutu yang dijamin produsen selama kemasan disimpan sesuai petunjuknya. Untuk rempah kering, lewat dari tanggal itu biasanya berarti aromanya melemah, belum tentu berbahaya. Tanggal itu juga hanya berlaku untuk kemasan yang belum dibuka. Tulisan lain di kemasan, seperti logo Organik Indonesia, punya arti dan syaratnya sendiri.
Apa yang Diatur BPOM tentang Tanggal Ini
Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang label pangan olahan[1] mendefinisikan keterangan kedaluwarsa sebagai batas akhir pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk produsen. Kata kuncinya “mutu”. Aturan itu tidak menyebut tanggal kedaluwarsa sebagai batas antara aman dan beracun.
Peraturan yang sama mengatur cara menuliskannya:
- Tanggal didahului tulisan “Baik digunakan sebelum”.
- Produk yang masa simpannya 3 bulan atau kurang wajib mencantumkan tanggal, bulan, dan tahun.
- Produk yang masa simpannya lebih dari 3 bulan boleh hanya mencantumkan bulan dan tahun.
- Tanggal boleh dicetak terpisah, asal ada petunjuk seperti “Baik digunakan sebelum, lihat pada tutup botol”.
- Produk yang tidak habis dalam sekali pakai wajib mencantumkan cara menyimpan sesudah kemasan dibuka, di dekat keterangan kedaluwarsa.
Rempah bubuk umumnya bermasa simpan lebih dari 3 bulan dan tidak habis sekali pakai, jadi butir ketiga dan kelima yang paling sering berlaku. Kemasan rempah yang hanya bertuliskan bulan dan tahun itu sah. Kode produksi yang sering dicetak di dekatnya adalah keterangan lain yang juga diatur peraturan itu, dan tidak sama dengan tanggal kedaluwarsa.
Peraturan itu juga melarang siapa pun menghapus, menutup, atau menukar tanggal kedaluwarsa pada pangan yang diedarkan. Stiker harga yang menempel tepat di atas tanggal, atau tanggal yang tampak dicetak ulang, cukup menjadi alasan untuk tidak membeli. Hal yang sama berlaku saat memeriksa foto kemasan di toko daring, yang sering tidak memperlihatkan sisi tanggal sama sekali.
Dari Mana Produsen Mendapat Tanggalnya
Produsen menentukan tanggal itu lewat pengujian umur simpan. Salah satu cara yang lazim adalah uji dipercepat: produk disimpan di beberapa suhu yang lebih panas, lalu laju kerusakannya dipakai untuk menghitung umur simpan di suhu ruang. Penelitian umur simpan bumbu masam keueng kering instan dari Universitas Syiah Kuala[2] memakai cara ini untuk bumbu Aceh berbahan cabai merah, bawang, Asam Sunti, Kunyit, dan Jahe yang dikeringkan, digiling, lalu dikemas 20 gram dalam aluminium foil.
Patokannya kadar air. Bumbu itu diperkirakan bertahan 558 hari pada suhu ruang 27 sampai 30 derajat Celsius, 384 hari pada 40 derajat, dan 271 hari pada 50 derajat. Angka ini menunjukkan dua hal. Tanggal di kemasan dihitung untuk suhu tertentu, dan bumbu yang disimpan di tempat panas, misalnya di rak dekat kompor atau di mobil, bisa rusak jauh sebelum tanggalnya. Umur simpan juga dihitung untuk kemasan yang masih tertutup rapat.
Setelah Kemasan Dibuka
Begitu kemasan dibuka, tanggal di label berhenti berlaku sebagai patokan. Penjelasan penyuluh UF/IFAS tentang tanggal pada wadah rempah[3] menyebut rasa, tekstur, dan warna rempah yang sudah dibuka akan menurun sebelum tanggal itu, walau tutupnya rapat. Penyuluh itu menyarankan rempah yang sudah dibuka diganti setelah enam bulan bila ingin mutunya terbaik, dan menyebut freezer bisa memperpanjangnya. Kulkas tidak disarankan, karena rempah menyerap lembap lalu menggumpal.
Enam bulan itu patokan mutu, bukan batas buang. Rempah kering yang lewat tanggal tetap aman dipakai selama tidak ada tanda bahaya yang jelas. Penyuluh yang sama menyebut dua tanda itu: bau tengik dan tanda serangga. Cara menilai apakah wangi bubuk sudah tidak tertolong lebih bisa diandalkan daripada membaca angka di kemasan.
Kapan Tanggal Harus Dipatuhi Ketat
Rempah kering dan bumbu bubuk punya kadar air rendah, jadi yang rusak lebih dulu adalah aromanya. Bumbu pasta, sambal botolan, dan bumbu basah lain berbeda karena mengandung air dan minyak. Untuk produk seperti itu, tanggal kedaluwarsa dan petunjuk “simpan di lemari es setelah dibuka” perlu diikuti tanpa tawar, karena produk yang berair lebih mudah dirusak mikroba daripada bubuk kering. Cara membaca pengawet dan bahan lain pada kemasan semacam itu ada di daftar bahan bumbu siap pakai.
Pada rempah kering, alasan paling kuat untuk membuang sebelum atau sesudah tanggal adalah kerusakan yang terlihat: gumpalan basah, jamur, bau tengik, atau butir Lada Hitam dan Ketumbar yang berlubang. Butir berlubang biasanya ulah kumbang kecil yang bersarang di rempah kering, dan tanggal yang masih jauh tidak menjamin kemasannya bebas dari serangga.
Rujukan
Sumber untuk aturan label kedaluwarsa, cara menghitung umur simpan bumbu, dan mutu rempah setelah kemasan dibuka.
- ↑ Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. JDIH BPK, 2018
- ↑ Penentuan Umur Simpan Bumbu Masam Keueng Kering Instan Dengan Menggunakan Metode Acelerate Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, Universitas Syiah Kuala, 2019
- ↑ Herbs and spices explained: ‘Use-by’ dates, how to extend shelf life, and more to boost your holiday feast. UF/IFAS Blogs, University of Florida, 2021
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
