Serangga di Toples Rempah: Penyebab dan Cara Mencegahnya
Serangga di toples rempah biasanya masuk ke rumah di dalam kemasan yang sudah tercemar saat dibeli, lalu berpindah ke wadah lain yang tidak tertutup rapat. Pelakunya biasanya kumbang kecil cokelat atau ngengat gudang. Cara mencegahnya: wadah bertutup rapat, stok yang tidak menumpuk terlalu lama, dan freezer untuk rempah yang jarang dipakai.
Dua Kumbang Kecil Cokelat
Kumbang rokok (Lasioderma serricorne) dan kumbang apotek (Stegobium paniceum) adalah dua kumbang yang biasa memakan rempah kering. Menurut panduan hama dapur dari UC IPM[1], University of California, keduanya berukuran sekitar 3 mm, berbentuk silinder, dan berwarna cokelat muda merata. Sayap kumbang apotek bergaris memanjang, sedangkan sayap kumbang rokok halus.
Kumbang rokok memakan herba kering, rempah, kacang, serealia, buah kering, dan tembakau. Di rumah, kumbang ini bisa bersarang di cabai kering hias dan rempah seperti chili powder atau Paprika. Kumbang apotek lebih rakus lagi, dan UC IPM mengutip julukannya sebagai serangga yang memakan apa saja kecuali besi cor. Satu siklus hidup kedua kumbang ini, dari telur sampai dewasa, berlangsung kurang dari dua bulan.
Kenapa Cabai Bubuk Sering Diserang
Bau cabai kering memang menarik kumbang rokok. Penelitian bau cabai kering sebagai pemikat kumbang rokok[2] di jurnal Insects menguji bubuk tiga jenis cabai. Kumbang tertarik pada bau Capsicum annuum, jenis yang mencakup Cabai Merah Besar, dan Capsicum frutescens, jenis Cabai Rawit. Bau Capsicum chinense tidak menarik. Senyawa alfa-ionon dan beta-ionon, yang lebih banyak di dua jenis pertama, juga memikat kumbang dalam uji lanjutan.
Jadi toples cabai bubuk dan paprika layak diperiksa lebih sering. Tanda awalnya berupa lubang kecil di kemasan, serbuk yang menggumpal atau terikat benang halus seperti jaring, atau kumbang kecil yang merayap di tutup toples.
Kalau Sudah Ada Serangga
UC IPM menyarankan membuang semua bahan yang menunjukkan tanda serangga, sekecil apa pun tandanya. Periksa juga kemasan lain di rak yang sama, karena saat serangga pertama terlihat biasanya ia sudah menyebar. Bungkus rapat kemasan yang tercemar lalu keluarkan dari rumah. Sedot debu di sudut dan celah lemari, lalu cuci raknya dengan sabun dan air.
Menurut panduan yang sama, semprotan serangga tidak dianjurkan untuk hama dapur, karena racun yang disemprotkan di dekat makanan bisa lebih berbahaya daripada serangganya. Serangga yang tersisa bisa bertahan berminggu-minggu tanpa makanan, jadi selama beberapa bulan sesudahnya simpan bahan yang rentan di wadah kedap udara, kulkas, atau freezer. Bahan yang dimakan larva kumbang gudang tertentu juga harus dibuang, karena bulu larvanya bisa mengiritasi mulut dan saluran cerna.
Dingin dan Panas Mematikan Kumbang
Penelitian suhu panas dan dingin pada kumbang apotek[3] di Journal of Economic Entomology mengukur berapa lama setiap tahap hidup kumbang ini bertahan. Kumbang dewasa adalah tahap yang paling tahan dingin. Untuk membunuh 90 persen kumbang dewasa, dibutuhkan 58 jam pada -5 derajat Celsius, 2 jam pada -10 derajat, dan 0,8 jam pada -15 derajat. Karena tahap lain lebih tidak tahan dingin, perlakuan yang membunuh kumbang dewasa diperkirakan membunuh semua tahap. Untuk panas, larva muda paling tahan, dan pada 60 derajat 90 persen larva muda mati dalam kurang dari 5 menit. Para penelitinya menyarankan tanaman kering disimpan pada 5 derajat selama 45 hari atau dipanaskan pada 42 derajat selama 30 jam, lalu disimpan di bawah 18 derajat.
Panduan suhu kulkas dari FDA[4] menyebut freezer seharusnya berada pada 0 derajat Fahrenheit, sekitar -18 derajat Celsius. Penelitian tadi mengukur kumbangnya saja, sedangkan sekantong rempah butuh waktu untuk ikut dingin sampai ke tengah. Jadi rempah baru sebaiknya dibekukan semalam penuh dalam kantong tertutup sebelum dipindah ke toples, waktu yang jauh lebih panjang daripada angka dalam penelitian. Setelah dikeluarkan, biarkan kantong tetap tertutup sampai suhunya sama dengan suhu ruang, supaya uap air tidak mengembun di rempah. Embun yang sama menjadi alasan rempah yang rutin dipakai tetap di rak, tidak disimpan di kulkas.
Mencegah dari Awal
Jangan membeli kemasan yang sobek atau rusak, dan jangan mencampur stok lama dengan yang baru. Cuci toples sebelum diisi ulang, karena sisa bubuk di dasarnya bisa menyimpan telur. Kantong plastik tidak cukup; UC IPM menyarankan wadah bertutup rapat. Bahan wadah ikut menentukan, dan pilihan wadah untuk rempah kering punya pembahasan sendiri. Serangga juga bisa membawa mikroba yang merusak bahan pada kondisi hangat dan lembap, dan jamur yang tumbuh saat penyimpanan lembap bisa meninggalkan racun pada rempah.
Membeli secukupnya juga membantu, karena kemasan yang sudah dibuka dan lama terlupakan di rak sering menjadi sarang. Rempah yang sudah terlalu lama disimpan paling mudah diperiksa dengan mencium aroma dan melihat warnanya.
Rujukan
Sumber untuk keterangan hama dapur, daya tarik cabai, suhu yang mematikan kumbang, dan suhu freezer.
- ↑ Pantry Pests. UC Statewide IPM Program, University of California
- ↑ Odorants of Capsicum spp. Dried Fruits as Candidate Attractants for Lasioderma serricorne F. (Coleoptera: Anobiidae). Insects, 2021
- ↑ Effect of high and low temperatures on the drugstore beetle (Coleoptera: Anobiidae). Journal of Economic Entomology, 2010
- ↑ Refrigerator Thermometers: Cold Facts about Food Safety. U.S. Food and Drug Administration
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
