Pasta Jahe dan Bawang Putih: Perbandingan, Warna Hijau, dan Umur Simpannya
Pasta jahe dan bawang putih bisa berubah hijau karena reaksi alami di dalam bawang putih yang sudah dihancurkan, bukan karena busuk. Warna itu bisa dicegah dengan memanaskan siung sebentar sebelum digiling. Yang lebih perlu dijaga adalah umur simpannya: pasta mentah yang direndam minyak hanya aman beberapa hari di kulkas, dan untuk simpanan lebih lama harus dibekukan. Olahan jahe lain awet dengan cara berbeda: sirup jahe dengan gula minimal 65 persen bertahan karena gulanya, bukan karena rempahnya.
Perbandingan Jahe dan Bawang Putih
Pasta ini dipakai di dapur India untuk kari dan tumisan, dan di dapur Indonesia sebagai jalan pintas bumbu halus. Tidak ada perbandingan baku di sumber yang dibuka. Perbandingan Jahe dan Bawang Putih bisa dimulai dari sama banyak, lalu digeser menurut selera: jahe yang pedas akan cepat terasa di masakan berkuah ringan. Pilih perbandingan menurut masakan yang paling sering dibuat, lalu tulis di label wadah supaya takaran di resep tetap bisa diulang.
Jahe dikupas, diiris melintang serat, lalu digiling bersama siung bawang putih. Sedikit air atau minyak membantu pisau blender berputar. Pasta ini tetap harus dimasak sampai bau mentahnya hilang, sama seperti bumbu halus yang ditumis sampai langunya lenyap. Bawang putih cepat gosong, jadi pasta dimasukkan sesudah Bawang Merah atau bawang bombay mulai layu.
Kenapa Pasta Menjadi Hijau
Warna hijau berasal dari bawang putih. Kajian pigmen hijau bawang putih di Frontiers in Nutrition[1] menjelaskan prosesnya dalam beberapa tahap. Begitu siung dihancurkan, enzim alliinase mengubah senyawa belerang di dalamnya menjadi tiosulfinat. Senyawa ini bereaksi pelan dengan asam amino dan membentuk bahan awal pigmen, yang lalu menjadi pigmen biru. Pigmen biru bercampur dengan pigmen kuning, dan hasilnya tampak hijau.
Kajian itu juga mencatat dua pemicu. Keasaman sekitar pH 5, yaitu agak asam, paling mendukung pembentukan warna hijau. Umbi bawang putih yang disimpan dingin menimbun lebih banyak bahan awal pigmen, jadi bawang yang lama di gudang pendingin lebih mudah menghijau. Di Tiongkok, warna yang sama justru dicari pada bawang laba, bawang putih yang direndam cuka sampai hijau. Warna kebiruan pada bawang putih yang membiru di acar juga berasal dari pigmen biru pada tahap ini.
Mencegah Warna Hijau
Cara yang paling mungkin dilakukan di rumah adalah memanaskan dulu, baru menggiling. Penelitian urutan panas dan giling pada pasta bawang putih[2] di Journal of Food Science and Technology membandingkan bawang yang digiling lalu dipanaskan dengan bawang yang dipanaskan lalu digiling. Urutan pertama menghasilkan pasta hijau, dengan beda warna 2 sampai 6 kali lebih besar daripada urutan kedua. Panas yang diberikan lebih dulu menghentikan enzim sebelum siung hancur.
Ada harganya. Pada bawang yang dipanaskan lalu digiling, senyawa belerang pemberi aroma turun 29,56 persen pada 75 °C, 90,63 persen pada 85 °C, dan 94,79 persen pada 95 °C. Para peneliti menyarankan pemanasan tidak lebih dari 75 °C selama kurang dari 5 menit. Di dapur, pendekatan terdekatnya adalah mencelup siung sebentar ke air panas yang belum mendidih sebentar saja, lalu segera meniriskannya.
Industri memakai cara lain. Penelitian protein whey dan tekanan tinggi pada pasta bawang putih[3] di jurnal Foods menahan warna hijau dengan menambahkan 2 persen protein whey lalu memberi tekanan 500 MPa selama 5 menit, dan umur simpannya menjadi 25 hari. Alat seperti itu tidak ada di rumah, jadi angka 25 hari itu tidak berlaku untuk pasta buatan sendiri.
Umur Simpan dan Risiko Botulisme
Bawang putih, jahe, dan bahan segar lain yang terendam minyak membuat ruang tanpa udara. Panduan sayuran dan herba dalam minyak dari Oregon State University Extension[4] menyebut bawang putih sebagai bahan berkeasaman rendah yang bisa membawa bakteri Clostridium botulinum, dan keadaan tanpa oksigen di dalam minyak cocok untuk pertumbuhannya. Karena itu pasta mentah yang terendam minyak tidak boleh dinilai dari bau dan rupanya saja.
Panduan itu memberi batas yang jelas:
- Campuran sayuran atau herba dalam minyak buatan rumah disimpan di kulkas dan dipakai paling lama 4 hari.
- Untuk simpanan lebih lama, bekukan. Cetakan es batu memudahkan, lalu kubus bekunya dipindah ke wadah kedap udara.
- Tulis tanggal pembuatan dan tanggal batas pakai di wadah.
- Produk bawang putih dalam minyak buatan pabrik boleh disimpan di suhu ruang karena sudah diasamkan dengan takaran yang teruji.
Pasta yang sudah ditumis matang dan diberi minyak penutup tetap masuk kulkas, dan cara menyimpan minyak bawang buatan rumah berlaku juga di sini. Membuat pasta dalam jumlah besar lalu membiarkannya di rak dapur berminggu-minggu adalah cara yang tidak aman.
Rujukan
Sumber untuk penyebab warna hijau, cara mencegahnya, dan batas penyimpanan.
- ↑ Transcriptome in Combination Proteome Unveils the Phenylpropane Pathway Involved in Garlic (Allium sativum) Greening. Frontiers in Nutrition, 2021
- ↑ Effect of different combined mechanical and thermal treatments on the quality characteristics of garlic paste. Journal of Food Science and Technology, 2021
- ↑ Quality Improvement of Garlic Paste by Whey Protein Isolate Combined with High Hydrostatic Pressure Treatment. Foods, 2023
- ↑ Herbs and vegetables in oil. Oregon State University Extension Service, 2025
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
