Penghasil Cengkeh dan Pala Terbesar: Angka dan Sentranya
Maluku penyumbang cengkeh terbesar, dan Indonesia produsen pala kedua dunia. Angkanya dari Outlook Kementan.
Sejarah rempah Nusantara, jalur perdagangannya, sentra produksi, dan kenapa harganya bergerak. Untuk pembaca yang sedang penasaran, bukan sedang memasak.
Maluku penyumbang cengkeh terbesar, dan Indonesia produsen pala kedua dunia. Angkanya dari Outlook Kementan.
Cengkeh ditentukan industri kretek, luas kebun lada menyusut, dan sebagian besar pala diekspor. Angkanya dari Kementan.
Pala dan cengkeh dari Maluku, asam dan andaliman dari Sumatra, cendana dari Nusa Tenggara. Angkanya dihitung dari data situs.
Ternate berdiri 1257, Tidore 1109. Baabullah mengusir Portugis 1575, Spanyol memihak Tidore, dan perjanjian VOC 1607-1683 mengikat Ternate.
Industri rokok kretek menyerap sebagian besar cengkeh Indonesia, dan permintaannya pernah memicu ledakan kebun lalu jatuhnya harga.
Pelayaran hongi berpatroli dengan kora-kora, ekstirpasi menebang pohon cengkeh dan pala, ditambah contingenten dan verplichte leverantie. Arti dan contohnya.
Bangka Belitung dan Lampung menghasilkan lebih dari separuh lada Indonesia, masing-masing dikenal lewat lada putih Muntok dan lada hitam Lampung.
Rantai perantara membuat harga rempah berlipat. Garis waktu Dias, Kolumbus, Vasco da Gama, Magelhaens, dan De Houtman menunjukkan urutannya.
Rempah Nusantara sudah berlayar dua ribu tahun lalu, lewat Jawa Timur, Malaka, lalu Aceh, Banten, dan Makassar, sebelum VOC memonopolinya dari 1602 sampai 1799.
Nilam, kemenyan, akar wangi, cendana, dan gaharu dicari dunia karena aromanya, bukan rasanya. Sebagian dipakai industri parfum untuk menahan wangi.