Tadka atau Tempering: Rempah yang Digoreng dalam Minyak Panas
Tadka, yang dalam bahasa Inggris disebut tempering, adalah rempah utuh yang digoreng sebentar dalam minyak atau ghee panas, lalu minyak beraroma itu dituang ke masakan. Teknik ini dipakai di dapur India untuk dal, sayur, dan nasi. Hasilnya ditentukan oleh dua hal: suhu minyak dan urutan rempah yang masuk, karena setiap rempah matang dan gosong pada waktu yang berbeda.
Apa Bedanya dengan Menumis Bumbu
Menumis bumbu halus di dapur Indonesia memakan waktu lama, karena air dari bawang dan cabai harus menguap dulu sampai minyak menggenang di pinggir wajan. Tadka bekerja sebaliknya. Rempahnya kering dan utuh, jadi yang dibutuhkan hanya beberapa detik sampai kira-kira satu menit dalam minyak yang sudah panas. Rempah yang masuk ke minyak panas lewat adonan tepung pelapis gorengan umumnya hanya bawang putih bubuk dan lada.
Minyak di sini bertugas membawa aroma. Banyak senyawa wangi rempah larut dalam lemak, sehingga minyak yang dituang ke dal menyebarkan aromanya ke seluruh panci. Dal yang sama tanpa tadka rasanya datar walau isinya sudah diberi garam dan kunyit.
Suhu Minyak Mengubah Aromanya
Belum ada penelitian khusus tentang tadka India yang bisa dirujuk, tetapi masakan Cina punya teknik yang mirip: minyak panas disiramkan ke cabai kering untuk membuat minyak cabai. Penelitian suhu minyak pada minyak cabai[1] di jurnal Foods membandingkan minyak bersuhu 150, 180, dan 210 derajat Celsius. Minyak 150 derajat menghasilkan aroma jeruk, kayu, dan rumput yang lebih kaya. Pada 180 derajat aroma berlemak lebih menonjol, dan pada 210 derajat aroma kacang sangrai paling kuat.
Penelitian minyak bumbu dari minyak rapeseed[2] di jurnal yang sama menggoreng campuran rempah pada 150, 160, dan 170 derajat. Suhu 160 derajat menghasilkan senyawa aroma paling beragam, sedangkan pada 170 derajat keragamannya justru berkurang. Pelajarannya untuk tadka: minyak harus panas, tetapi minyak yang makin panas tidak otomatis makin harum, dan rempah di dalam minyak yang berasap lebih cepat gosong.
Urutan Rempah dari yang Paling Tahan Panas
Urutan yang umum dipakai adalah dari biji yang keras ke bahan yang cepat gosong:
- biji Mustard Cokelat lebih dulu, ditunggu sampai meletup
- biji Jinten, yang cukup beberapa detik sampai berbuih dan berubah sedikit gelap
- cabai merah kering dan biji Kelabet, yang pahit kalau sampai cokelat tua
- Daun Kari segar, yang memercik karena mengandung air
- sejumput Asafoetida paling akhir, beberapa detik sebelum api dimatikan
Letupan biji mustard adalah tanda yang paling bisa dipegang. Penelitian biji mustard yang digongseng[3] di jurnal Food Chemistry: X memanaskan biji pada 160 derajat selama sekitar 5 menit dan menghentikannya begitu terdengar letupan terus-menerus. Aroma biji berubah dari tajam khas mustard menjadi aroma gorengan yang gurih. Jadi jangan memasukkan rempah berikutnya sebelum letupan itu terdengar, karena biji yang belum meletup aromanya belum berubah.
Di Awal atau di Akhir Masakan
Tadka bisa dibuat di awal atau di akhir. Di awal, rempah digoreng dulu di panci, lalu bawang, tomat, dan bahan lain menyusul di atasnya. Di akhir, rempah digoreng di wajan kecil terpisah lalu dituang ke dal yang sudah matang, dan panci segera ditutup supaya aromanya tertahan. Cara kedua memberi aroma yang lebih segar dan tajam, karena rempahnya tidak ikut direbus lama.
Tuang dengan hati-hati. Minyak panas yang bertemu kuah akan berdesis dan memercik, jadi jauhkan wajah dan tangan. Isi garam masala yang biasanya ditaburkan sesudahnya punya uraian tersendiri.
Tanda Tadka Gagal
Jinten yang berwarna hitam dan berbau hangus tidak bisa diselamatkan. Buang minyaknya dan ulangi, karena rasa pahitnya akan menyebar ke seluruh masakan. Tanda gosong yang sama juga muncul saat rempah kering disangrai tanpa minyak. Siapkan semua rempah di dekat kompor sebelum minyak dipanaskan. Mencari toples asafoetida saat jinten sudah di wajan hampir selalu berakhir dengan jinten gosong. Kari Jepang yang dikentalkan tepung dan kari Thailand punya perbandingan sendiri dengan gulai.
Rujukan
Sumber untuk keterangan suhu minyak dan perubahan aroma rempah yang dipanaskan.
- ↑ Impact of Oil Temperature and Splashing Frequency on Chili Oil Flavor: Volatilomics and Lipidomics. Foods, 2025
- ↑ Effects of Frying Temperature and Composite Spices on the Release Characteristics of Rapeseed Seasoning Oil. Foods, 2026
- ↑ Effects of cultivar and stir-frying on the volatile flavor characteristics of white and yellow mustard seeds. Food Chemistry: X, 2026
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
- AsafoetidaFerula assa-foetidaTajam dan getir mentah, gurih seperti bawang setelah digoreng
- Daun KariMurraya koenigiiGetir tipis, tidak menonjol sendiri
- JintenCuminum cyminumTajam hangat, sedikit pahit
- KelabetTrigonella foenum-graecumPahit halus dengan sisa manis seperti karamel
- Mustard CokelatBrassica junceaPedas menyengat hidung setelah dihancurkan; manis seperti kacang panggang setelah diletupkan
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
