Lewati ke konten

Safron dan Batas Takarannya: Dosis yang Tercatat Berbahaya

4 menit baca

Safron dalam takaran masak dianggap aman, dan tinjauan uji klinis menyebut pemakaian sebagai bumbu umumnya di bawah 30 miligram sehari. Dosis suplemen yang diuji pada manusia berkisar 15 sampai 100 miligram sehari, kadang sampai 400 miligram. Angka yang tercatat berbahaya jauh lebih tinggi: tinjauan tentang safron dan kehamilan mencatat lebih dari 5 gram dapat beracun dan 20 gram dapat mematikan. Selisih besar itu tidak berarti suplemen safron bebas masalah, terutama bagi ibu hamil dan orang yang minum obat pengencer darah.

Berapa Safron dalam Masakan dan dalam Suplemen

Safron adalah kepala putik bunga Crocus sativus, dan beratnya sangat ringan. Takaran masaknya diukur dalam helai atau sejumput, bukan kapsul. Suplemen berbeda: banyak uji klinis dalam tinjauan yang sama memakai 30 miligram sehari, dibagi dua kapsul 15 miligram, diminum setiap hari selama berminggu-minggu.

Perbedaan jenis paparan ini yang perlu diingat saat membaca penelitian. Hasil uji suplemen tidak otomatis berlaku untuk nasi kuning bersafron, dan sebaliknya. Cara menimbang beda uji suplemen dan pemakaian dapur berlaku juga di sini.

Efek Samping dalam Uji Klinis

Tinjauan sistematis efek samping safron di Health Science Reports[1] mengumpulkan 102 uji klinis dan satu laporan kasus. Dari 1.479 peserta yang mendapat safron, tercatat 441 keluhan, atau 29,8 persen. Pada 1.202 peserta kelompok pembanding tercatat 531 keluhan, atau 44,1 persen. Angka pembanding itu lebih tinggi karena sebagian uji memakai obat antidepresi sebagai pembanding, dan obat itu punya efek samping sendiri.

Keluhan terbanyak pada kelompok safron adalah gangguan pencernaan: mual, muntah, perubahan nafsu makan, sembelit, diare, dan nyeri perut. Jumlahnya 38,77 persen dari seluruh keluhan, dengan tingkat ringan sampai sedang. Berikutnya keluhan saraf seperti lelah, sakit kepala, sulit tidur, dan pusing, sebanyak 33,1 persen. Beberapa uji pada pasien Alzheimer juga mencatat hipomania, yaitu suasana hati yang naik berlebihan.

Penulis tinjauan menyimpulkan safron umumnya dapat ditoleransi, tetapi meminta pemantauan klinis pada dosis tinggi atau pemakaian panjang. Mereka juga mengingatkan bahwa banyak uji hanya mencatat keluhan secara pasif, jadi angka sebenarnya bisa berbeda.

Uji Keamanan pada Relawan Sehat

Uji keamanan tablet safron pada relawan sehat di jurnal Phytomedicine[2] membagi 30 orang dewasa sehat ke tiga kelompok berisi 10 orang. Kelompok pertama mendapat plasebo, dua kelompok lain mendapat tablet safron 200 dan 400 miligram setiap hari selama 7 hari.

Dosis 400 miligram menurunkan tekanan darah sistolik saat berdiri dan tekanan arteri rata-rata. Safron juga sedikit menurunkan sel darah merah, hemoglobin, hematokrit, dan trombosit, serta menaikkan natrium, ureum, dan kreatinin. Semua perubahan itu masih dalam batas normal dan dinilai tidak bermakna secara klinis. Uji ini kecil dan hanya seminggu, jadi tidak menjawab keamanan pemakaian berbulan-bulan.

Kehamilan dan Dosis Gram

Tinjauan safron dan kehamilan di Journal of Evidence-Based Integrative Medicine[3] merangkum 12 penelitian. Uji pada kehamilan cukup bulan memakai sekitar 250 miligram sehari untuk membantu pematangan leher rahim, dan penulisnya menilai efeknya bergantung dosis. Tabel tinjauan itu mencatat dosis di atas 5 gram dapat beracun, 20 gram dapat mematikan, dan pemakaian safron untuk menggugurkan kandungan menimbulkan perdarahan dan vertigo, yaitu pusing berputar.

Tinjauan yang sama mengutip penelitian kasus-kontrol pada petani dan pekerja pengolah safron: angka keguguran pada kelompok yang terpapar 10,6 persen, sedangkan pada kelompok pembanding 0 persen. Penulis meminta data keamanan jangka panjang sebelum safron direkomendasikan untuk kehamilan. Ibu hamil sebaiknya tidak minum suplemen atau seduhan safron pekat tanpa persetujuan dokter kandungan, sama seperti rempah berisiko lain selama hamil.

Obat Pengencer Darah dan Kapan ke Dokter

Satu-satunya laporan kasus dalam tinjauan sistematis tadi menyangkut pria 64 tahun yang minum rivaroxaban, obat pengencer darah, bersama suplemen safron. Ia mengalami perdarahan akut, dan pemeriksaan menunjukkan gangguan fungsi trombosit. Perdarahan berhenti setelah safron dan rivaroxaban dihentikan. Penulis tinjauan meminta kehati-hatian pada lansia dan pada pengguna obat antikoagulan atau antiplatelet.

Periksakan diri ke dokter kalau muncul memar tanpa sebab, gusi berdarah, atau tinja hitam selama minum suplemen safron, terutama bila juga minum obat pengencer darah. Jangan menghentikan obat antidepresi atau obat resep lain lalu beralih ke suplemen safron tanpa berbicara dengan dokter.

Risiko lain datang dari safron palsu. Helai yang dijual murah bisa berupa Kesumba atau bahan lain yang diwarnai, dan cara mengenalinya ada pada uji air untuk helai tiruan. Kalau tujuannya hanya warna kuning pada nasi, Kunyit memberi warna itu dengan harga jauh lebih murah, meski rasanya berbeda.

Rujukan

Sumber untuk efek samping, uji keamanan, dan dosis safron yang tercatat berbahaya.

  1. ↑ Adverse Events of Saffron (Crocus sativus L.): Systematic Review of Current Evidence. Health Science Reports, 2026
  2. ↑ Safety evaluation of saffron (Crocus sativus) tablets in healthy volunteers. Phytomedicine, 2008
  3. ↑ Saffron and Pregnancy: Cultural Practices, Beliefs, and Safety Evidence: An Integrative Review. Journal of Evidence-Based Integrative Medicine, 2026

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.