Merendam Rempah Kering sebelum Dihaluskan: Cabai Kering, Kemiri, dan Ketumbar
Merendam paling berguna untuk cabai kering, karena kulitnya liat dan baru bisa dihaluskan setelah menyerap air. Kemiri hampir tidak pernah perlu direndam, sebab bijinya sudah lunak dan berlemak. Ketumbar lebih mudah dihaluskan kalau disangrai dan digiling kering; merendamnya hanya menambah air yang nanti harus diuapkan di wajan.
Cabai Kering Menyerap Air Hampir Empat Kali Bobotnya
Cabai kering yang langsung diulek cenderung pecah menjadi serpihan kulit yang tidak mau lumat. Setelah direndam, kulitnya lentur dan menyatu dengan bawang. Penelitian pengeringan cabai di jurnal Ultrasonics Sonochemistry[1] mengukur daya serap air cabai kering dengan merendam 2 gram potongan cabai dalam 200 ml air bersuhu 25 °C selama 30 menit. Cabai yang dikeringkan biasa menyerap 3,81 gram air per gram, dan cabai dengan perlakuan tertentu sebelum dikeringkan sampai 4,14 gram per gram.
Penelitian itu juga menyebut daya serap air mencerminkan seberapa rusak jaringan cabai selama pengeringan. Cabai kering tidak pernah kembali persis seperti cabai segar. Jadi 30 menit dalam air bersuhu ruang sudah cukup untuk melunakkan potongan cabai, walau teksturnya tetap berbeda dari Cabai Merah Besar segar. Penelitian itu memakai potongan cabai; cabai utuh yang besar biasanya butuh waktu lebih lama, jadi potong atau belah dulu supaya air cepat masuk.
Cabai kering impor seperti guajillo dan ancho yang berkulit tebal diperlakukan sama: direndam sampai lentur, baru dihaluskan.
Air Rendaman Cabai: Dibuang atau Dipakai
Pedas cabai tidak banyak pindah ke air rendaman. Tinjauan tentang kapsaisin di jurnal Polymers[2] menyebut kapsaisin, zat pedas utama cabai, sukar larut dalam air. Pedasnya tetap tertinggal di daging dan urat cabai, jadi membuang air rendaman tidak banyak menurunkan pedas.
Yang terbawa ke air adalah debu, pasir, dan sebagian zat yang larut air. Cabai kering dari pasar sering berdebu, sehingga rendaman pertama sebaiknya dibuang. Untuk cabai yang bersih, sedikit air rendaman boleh dipakai untuk membantu memblender. Pertimbangan membilas rempah sebelum dipakai berlaku juga di sini.
Bumbu dari cabai rendaman lebih berair daripada bumbu cabai segar. Akibatnya bumbu itu butuh tumisan lebih lama sampai airnya menguap sebelum minyaknya terpisah.
Kemiri Tidak Perlu Direndam
Catatan PROSEA untuk kemiri[3] menyebut biji keringnya mengandung lemak 60 sampai 62 gram dan air hanya 5 sampai 8 gram per 100 gram. Biji yang selemak itu sudah mudah hancur di cobek. Merendamnya tidak membuatnya lebih halus, tetapi menambah air ke bumbu.
Catatan yang sama menyebut Kemiri mentah sedikit beracun dan bersifat pencahar, sehingga di dapur ia dipakai mentah dalam jumlah kecil atau disangrai sebentar. Kemiri yang disangrai sampai kecokelatan pun langsung diulek tanpa direndam, lalu dimasak matang bersama bumbu.
Ketumbar Lebih Baik Digiling Kering
Wangi Ketumbar berasal dari minyak atsiri, minyak wangi yang mudah menguap. Catatan PROSEA untuk ketumbar[4] menyebut kadar minyak atsiri bijinya berkisar dari hampir nol sampai 2 persen, lebih dari 60 persen di antaranya linalool, dan minyak itu tersimpan di saluran pada dinding buah. Biji ketumbar juga mengandung lemak sekitar 19 gram per 100 gram.
Tidak ada penelitian yang ditemukan tentang berapa banyak wangi ketumbar yang hilang karena direndam. Dari sisi dapur, ketumbar kering sudah rapuh dan mudah dihaluskan, apalagi setelah disangrai. Merendamnya membuat biji licin di cobek dan menambah air. Kalau ketumbar diblender bersama bawang, cairan dari bawang biasanya sudah cukup.
Pedoman Singkat
- Cabai kering: rendam sekitar 30 menit sampai lentur, buang air pertama bila cabainya berdebu.
- Kemiri: tidak direndam; sangrai sebentar bila ingin lebih harum.
- Ketumbar: sangrai dan giling kering, atau ulek langsung bersama bawang.
- Semua bumbu dari bahan rendaman: tumis lebih lama sampai tidak berair.
Alat yang dipakai ikut menentukan. Blender yang butuh cairan untuk berputar lebih cocok untuk cabai rendaman, sedangkan cobek lebih mudah menghaluskan kemiri dan ketumbar kering.
Rujukan
Sumber untuk daya serap air cabai kering, kelarutan kapsaisin, kandungan kemiri, dan minyak atsiri ketumbar.
- ↑ Influence of ultrasonic pretreatment on the quality attributes and pectin structure of chili peppers (Capsicum spp.). Ultrasonics Sonochemistry, 2024
- ↑ Recent Advances in the Applications and Studies of Polysaccharide-, Protein-, and Lipid-Based Delivery Systems in Enhancing the Bioavailability of Capsaicin: A Review. Polymers, 2025
- ↑ Aleurites moluccana (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Coriandrum sativum (PROSEA). Pl@ntUse
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
