Kayu Manis dan Gula Darah: Apa Kata Penelitian
Penelitian pada manusia belum memberi jawaban tegas apakah Kayu Manis memengaruhi gula darah. Dua tinjauan besar atas uji klinis sampai pada kesimpulan yang berbeda, dan tinjauan yang hasilnya paling positif sendiri menilai kepastian buktinya sangat rendah. Semua uji itu memakai kapsul suplemen dengan dosis terukur, dan hasilnya tidak berlaku untuk kayu manis di kue atau wedang. Obat diabetes tetap diminum seperti yang diresepkan dokter.
Dua Tinjauan, Dua Kesimpulan
Tinjauan pertama terbit di jurnal Nutrients pada 2023. Meta-analisis dosis-respons kayu manis pada penderita diabetes tipe 2[1] itu menggabungkan 15 uji acak terkontrol dengan 965 peserta, yang terbit antara 2006 dan 2021. Uji acak terkontrol adalah percobaan yang membagi peserta secara acak ke kelompok kayu manis dan kelompok plasebo, kapsul tiruan tanpa zat aktif.
Hasil gabungannya: kayu manis tidak berpengaruh nyata pada gula darah puasa maupun HbA1c, angka yang menggambarkan rata-rata gula darah dua sampai tiga bulan terakhir. Pengaruh pada gula darah puasa hanya muncul di satu subkelompok, yaitu uji yang memakai dosis 1.200 mg per hari atau kurang. Temuan yang lebih jelas justru ada di lemak darah, yaitu trigliserida dan kolesterol LDL.
Tinjauan kedua lebih besar. Tinjauan sistematis 49 uji kayu manis dengan penilaian GRADE[2] di Journal of Health, Population and Nutrition tahun 2025 melibatkan 3.038 peserta. Tinjauan ini melaporkan penurunan gula darah puasa, gula darah sesudah makan, dan HbA1c pada kelompok yang minum suplemen kayu manis.
Kenapa Hasilnya Bisa Berlawanan
Tinjauan 2025 memberi jawabannya sendiri. Dengan metode GRADE, cara baku untuk menilai seberapa bisa dipercaya sebuah kumpulan bukti, para penulisnya menilai kepastian bukti sangat rendah untuk semua hasil yang diukur. Artinya, pengaruh sebenarnya bisa jauh berbeda dari angka yang dilaporkan.
Isi uji-ujinya memang beragam. Dosisnya berkisar dari 120 mg sampai 12.000 mg per hari, lamanya 4 sampai 24 minggu, dan pesertanya mencakup penderita diabetes tipe 2 serta orang dengan sindrom ovarium polikistik, perlemakan hati, dan tekanan darah tinggi. Sebanyak 25 dari 49 uji dilakukan di Iran.
Lembar fakta kayu manis dari NCCIH[3], lembaga kesehatan pemerintah Amerika Serikat, menambahkan satu masalah lagi. Banyak penelitian tidak jelas menyebut jenis kayu manis atau bagian tanaman yang diuji, padahal kandungan kimianya berbeda. Kesimpulan NCCIH: belum jelas apakah suplemen kayu manis membantu penderita diabetes, dan penelitian yang lebih baik masih dibutuhkan. Cara membaca jenis-jenis penelitian ini punya uraian tersendiri.
Dosis Kapsul Tidak Sama dengan Takaran Dapur
Uji klinis memberi bubuk atau ekstrak kayu manis dalam kapsul, dengan jumlah yang ditimbang dan diminum setiap hari selama berminggu-minggu. Kayu manis di dapur dipakai sebatang untuk sepanci semur, atau sejumput bubuk untuk satu loyang kue yang dibagi ke banyak orang. Jumlah yang sampai ke satu orang tidak terukur dan tidak rutin. Lain halnya bila kayu manis direbus dan diminum setiap hari, karena kayu manis cassia punya batas tercatat.
Karena itu hasil penelitian suplemen tidak bisa dipindahkan ke masakan. Menambah kayu manis di teh setiap pagi tidak sama dengan mengikuti dosis uji klinis, dan tidak ada penelitian yang dibuka untuk artikel ini yang menguji cara seperti itu.
Jenis Kayu Manis Ikut Menentukan Risikonya
Kayu manis yang umum di Indonesia adalah Cinnamomum burmannii, kelompok cassia. NCCIH mencatat cassia mengandung kumarin, senyawa yang dilaporkan bisa mengganggu hati. Takaran masak biasanya tidak membawa kumarin sebanyak itu, tetapi pemakaian cassia jangka panjang dalam jumlah besar bisa jadi masalah bagi orang yang hatinya bermasalah. Kayu Manis Ceylon hanya mengandung sedikit kumarin, sedangkan Kayu Manis Vietnam berkadar kumarin tinggi.
Ketiganya berbeda, termasuk dalam batas kumarin tiap jenis kayu manis. Keluhan lain pada dosis suplemen, terutama gangguan pencernaan dan alergi, juga tercatat.
Kalau Sedang Minum Obat Diabetes
Jangan menghentikan atau mengurangi obat karena mulai minum kayu manis. NCCIH menyarankan siapa pun yang minum obat untuk membicarakan suplemen herbal dengan dokter lebih dulu, karena sebagian herbal berinteraksi dengan obat.
Periksakan diri ke dokter kalau gula darah sering di luar target, atau kalau muncul keluhan sesudah mulai minum suplemen. Ibu hamil juga perlu berhati-hati: menurut NCCIH, kayu manis ceylon dalam jumlah besar selama kehamilan dianggap tidak aman, sedangkan jumlah yang lazim di makanan tampaknya aman.
Rujukan
Sumber untuk hasil uji klinis dan keterangan keamanan kayu manis di artikel ini.
- ↑ The Effect of Cinnamon on Glycolipid Metabolism: A Dose-Response Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials. Nutrients, 2023
- ↑ The effect of cinnamon supplementation on cardiovascular risk factors in adults: a GRADE assessed systematic review, dose-response and meta-analysis of randomized controlled trials. Journal of Health, Population and Nutrition, 2025
- ↑ Cinnamon. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), 2024
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
