Lewati ke konten

Kayu Manis Ceylon di Sri Lanka: Portugis, Belanda, dan Kebun Pertama

4 menit baca

Kayu manis ceylon berasal dari Sri Lanka, dan selama lebih dari dua abad perdagangannya dikuasai dua bangsa Eropa: Portugis sejak 1536, lalu Belanda sejak 1656. Sampai pertengahan abad ke-18, semua kulitnya dikupas dari pohon liar. Kebun kayu manis pertama baru dicoba di Kolombo antara 1765 dan 1785, oleh gubernur Belanda Iman Willem Falck.

Pohon Liar di Pantai Barat Sri Lanka

Kayu Manis Ceylon (Cinnamomum verum) tumbuh liar di barat daya India, bagian barat Sri Lanka, dan Pegunungan Tenasserim di Myanmar. Sebaran itu dicatat oleh catatan PROSEA untuk kayu manis ceylon[1], yang juga menyebut Sri Lanka sebagai penghasil kulit kayu manis ceylon terbanyak dan bermutu terbaik, terutama dalam bentuk gulungan tipis yang disebut quill.

Nama Sri Lanka sudah melekat pada rempah ini jauh sebelum orang Eropa datang. Department of Cinnamon Development Sri Lanka menyebut rujukan tertulis pertama tentang kayu manis ceylon ada di buku Aja’ib al-Hind karya Burzug ibn Shahriyar dari akhir abad ke-10. Sejarawan Portugis Diogo do Couto juga mencatat bahwa pada masa Raja Parakramabahu, yang memerintah 1236 sampai 1270, pulau itu sudah terkenal karena kayu manisnya yang bermutu dan melimpah.

Portugis dan Belanda Menguasai Dagangnya

PROSEA mencatat Portugis menduduki Sri Lanka pada 1536 dan Belanda mengambil alih pada 1656. Kedua bangsa itu membangun monopoli yang nyaris penuh atas perdagangan kayu manisnya. Pola ini mirip dengan yang dilakukan VOC di Maluku atas Cengkeh dan pala pada abad yang sama, bagian dari perebutan jalur dagang rempah Asia oleh Eropa.

Bedanya ada pada sumber barangnya. Kayu manis ceylon pada masa Portugis dan awal masa Belanda masih dikumpulkan dari tegakan liar. Pasokan dari hutan sulit diatur, karena jumlahnya bergantung pada pohon yang tumbuh sendiri dan pada tenaga pengupas yang harus masuk ke sana.

Kebun Pertama di Kolombo

Belandalah yang memulai budi daya kayu manis secara teratur di Sri Lanka. Sejarah kayu manis dari Department of Cinnamon Development[2] mencatat bahwa antara 1765 dan 1785 Gubernur Iman Willem Falck mulai menanam kayu manis sebagai percobaan di Kolombo. Percobaan itu mematahkan anggapan bahwa kayu manis tidak bisa dibudidayakan secara komersial. PROSEA memberi angka tahun yang sejalan: kayu manis ceylon menjadi tanaman budi daya di Sri Lanka sekitar 1770.

Kebun mengubah cara memanen. Pohon di kebun dipangkas berulang sampai tumbuh menjadi rumpun batang muda, dan batang muda itulah yang dikupas kulitnya. PROSEA menyebut panen di Sri Lanka memuncak dua kali setahun, pada Mei sampai Juni dan Oktober sampai November.

Inggris Meneruskan, Jawa Mencoba

Penguasa berikutnya meneruskan cara Belanda. Menurut Department of Cinnamon Development, pada 1799 Gubernur Inggris Frederick North sudah menguasai lahan kayu manis terbaik di Kolombo dan Negombo, dan pada 1850 luas kebun kayu manis di Sri Lanka mencapai sekitar 40.000 ekar.

Belanda juga mencoba memindahkan tanaman ini ke Nusantara. PROSEA mencatat penanaman kayu manis ceylon di Jawa dimulai pada 1825, sempat berhasil, lalu cepat merosot. Kayu manis yang kemudian menjadi andalan Indonesia justru jenis lain, yaitu Kayu Manis cassia dari Sumatra, yang tumbuh subur di dataran tinggi Kerinci.

Sri Lanka Hari Ini

Dominasi Sri Lanka atas kayu manis ceylon bertahan sampai sekarang. Kajian ekspor kayu manis di jurnal PLOS One[3] tahun 2025 menyebut Sri Lanka memasok hampir 90 persen kayu manis ceylon dunia. Sebaliknya, lebih dari 90 persen kayu manis yang diperdagangkan adalah cassia, yang terutama diekspor Tiongkok, Vietnam, Madagaskar, dan Indonesia.

Department of Cinnamon Development mencatat bahwa pada 2022 Sri Lanka mengekspor 18.300 ton produk kayu manis senilai 71.716 juta rupee, dari lahan seluas 36.506 hektare. Jadi pulau yang dulu hanya punya pohon liar kini punya kebun berpuluh ribu hektare, dan kebun itu berawal dari percobaan seorang gubernur Belanda di Kolombo. Kisah ini juga menunjukkan kenapa bangsa Eropa rela berlayar ke Asia: rempah seperti ini hanya tumbuh di segelintir tempat, dan siapa yang menguasai tempat itu menguasai harganya.

Rujukan

Sumber untuk sebaran alami, sejarah monopoli dan budi daya, serta angka produksi kayu manis ceylon.

  1. ↑ Cinnamomum verum (PROSEA). Pl@ntUse
  2. ↑ History. Department of Cinnamon Development, Sri Lanka, 2025
  3. ↑ Unlocking cinnamon export success: Key determinants from the world’s top five producers. PLOS One, 2025

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.