Kapulaga Hijau dari Ghat Barat: Sentra Kerala dan Guatemala
Kapulaga hijau (Elettaria cardamomum) berasal dari hutan pegunungan Ghat Barat di India selatan. Kerala masih menjadi penghasil terbesar di India, tetapi eksportir terbesar dunia sekarang Guatemala, negara yang baru menanamnya sekitar satu abad lalu. Kapulaga ini berbeda tanaman dari kapulaga lokal yang dijual di pasar Indonesia.
Asal di Ghat Barat
Catatan PROSEA tentang kapulaga hijau[1] menyebut tanaman ini tumbuh liar di celah hutan hujan pegunungan Ghat Barat, India selatan, dan di dataran tinggi barat Sri Lanka. Ghat Barat adalah deretan pegunungan yang membentang di sisi barat semenanjung India. Kapulaga menyukai celah hutan yang terbuka dan tidak ditemukan di hutan yang tajuknya rapat. Di sentra India dan Sri Lanka, tanaman ini ditanam pada ketinggian 600 sampai 1.500 meter, dengan curah hujan ideal 2.500 sampai 3.800 mm per tahun.
Di Indonesia, PROSEA mencatat nama kapulaga sabrang untuk Kapulaga Hijau. Sabrang berarti seberang, nama yang cocok untuk tanaman dari luar Nusantara. Kapulaga yang umum di pasar Indonesia adalah Kapulaga lokal atau kapulaga jawa (Amomum compactum), yang oleh PROSEA disebut sebagai pengganti “kapulaga palsu” terpenting di Indonesia. Keduanya juga berbeda dari Kapulaga Hitam, dan aroma keempat kapulaga dunia tidak sama.
Kerala dan Varietas Malabar
Di India, kapulaga hijau ditanam di tiga negara bagian selatan: Kerala, Karnataka, dan Tamil Nadu. Penelitian genom kapulaga di Frontiers in Plant Science[2] mencatat Kerala sendiri menyumbang lebih dari 58 persen produksi tahunan India, mengutip statistik hortikultura India tahun 2018.
Halaman kapulaga kecil dari Spices Board India[3] membagi tanamannya menjadi tiga varietas menurut bentuk malainya, yaitu tangkai bunga. Malabar bermalai rebah ke tanah, Mysore bermalai tegak, dan Vazhukka di antara keduanya. Buah Malabar bulat, buah Mysore lonjong. Kapulaga India dijual dengan nama kelas Alleppey Green Extra Bold, Alleppey Green Bold, dan Alleppey Green Superior. Spices Board menyebut pembeli utamanya negara-negara Timur Tengah, tempat kapulaga direbus bersama kopi menjadi gahwa.
Guatemala Menyalip India
Kapulaga hijau dibawa ke Amerika Tengah pada awal abad ke-20. Penelitian keragaman genetik kapulaga Guatemala di jurnal Plants[4] tahun 2026 menyebut tanaman ini masuk antara 1910 dan 1914, dengan benih pertama ditanam di Chinasayub, Cobán, Alta Verapaz. PROSEA menyebut masa masuknya tahun 1920-an, jadi tahun pastinya masih berbeda antarsumber.
Hasilnya besar. Menurut penelitian yang sama, Guatemala kini eksportir kapulaga terbesar dunia, dengan sekitar 169.429 hektare kebun dan nilai ekspor tahunan sekitar 450 juta dolar AS. Sentranya ada di Jalur Transversal Utara: Alta Verapaz, Baja Verapaz, Quiché, Huehuetenango, dan Izabal. PROSEA mencatat keadaan pada 1990-an, saat produksi dunia sekitar 10.000 ton per tahun, dengan 5.000 ton dari Guatemala dan 4.000 ton dari India.
Keberhasilan itu berasal dari bahan tanam yang sedikit. Analisis 288 tanaman dengan 11 penanda genetik menemukan keragaman genetik kapulaga Guatemala rendah. Para peneliti mengaitkannya dengan jumlah bibit awal yang terbatas, seleksi petani, serta dua penyusutan populasi akibat virus mosaik kapulaga dan serangan thrips, serangga kecil pengisap daun.
Hijau karena Pengeringan
Warna hijau kapulaga dagang dijaga sejak pascapanen. Menurut PROSEA, buah dipetik saat masih hijau, dicuci, dan tangkainya digunting. Kadar airnya diturunkan dari sekitar 75 persen menjadi 13 persen. Buah untuk kapulaga hijau biasanya dikeringkan di ruang pengering berpemanas untuk mengunci warnanya. Buah yang dijemur matahari berwarna jerami, dan sebagian diputihkan dengan asap belerang.
Jadi kapulaga hijau yang warnanya sudah pudar kecokelatan kemungkinan sudah lama disimpan atau dikeringkan dengan cara lain. Buah yang hijau dan padat biasanya masih harum. PROSEA mencatat konsumen utama kapulaga hijau adalah negara Arab di Timur Tengah, untuk kopi dan teh, serta negara Skandinavia, untuk kue dan roti. Kisah Guatemala mengulang pola lama perpindahan tanaman rempah antarbenua: tanaman yang dulu hanya ada di satu kawasan akhirnya dipanen lebih banyak di tempat lain. Kapulaga lokal Indonesia punya pasarnya sendiri di sentra kapulaga di dalam negeri.
Rujukan
Sumber untuk asal, sentra, dan pengolahan kapulaga hijau.
- ↑ Elettaria cardamomum (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Small cardamom genome: development and utilization of microsatellite markers from a draft genome sequence of Elettaria cardamomum Maton. Frontiers in Plant Science, 2023
- ↑ Cardamom (small). Spices Board India
- ↑ Genetic Diversity and Differentiation Among Guatemalan Cardamom (Elettaria cardamomum (L.) Maton) Accessions. Plants, 2026
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
