Air Asam Jawa: Cara Merendam, Memeras, dan Menakarnya
Air asam jawa dibuat dengan merendam daging buah asam dalam air hangat sampai lunak, meremasnya sampai larut, lalu menyaring biji dan seratnya. Tidak ada perbandingan baku antara asam dan air, karena kepekatan asam di pasar berbeda-beda. Cara menakar yang paling bisa diandalkan adalah membuat air asam yang kental, lalu menambahkannya ke masakan sedikit demi sedikit sambil dicicipi.
Apa yang Dibeli di Pasar
Asam Jawa dijual sebagai bongkahan cokelat lengket yang masih bercampur biji dan serat. Menurut catatan PROSEA tentang asam jawa[1], daging buah yang bisa dimakan hanya 40-50 persen dari buah masak. Rasa asamnya berasal dari asam tartrat, yang tidak hilang saat buah masak, tetapi diimbangi gula yang terus bertambah. Karena itu asam jawa disebut buah yang paling asam sekaligus paling manis.
Daging buahnya juga mengandung asam sitrat dan asam malat. Penelitian granul efervesen di Jurnal Jamu Indonesia[2] mengutip terbitan Departemen Kesehatan tahun 1995 bahwa sebagian besar asam itu terikat dengan kalium. Bongkahan yang lebih banyak bijinya memberi air asam lebih sedikit untuk berat yang sama, jadi pilih yang dagingnya tebal dan bijinya sedikit.
Merendam: Air Hangat dan Waktu
Ambil asam sesuai kebutuhan, buang kulit keras yang masih menempel, lalu masukkan ke mangkuk kecil. Tuang air hangat sampai asam terendam. Tunggu sampai bongkahan terasa lunak saat ditekan sendok. Lama rendaman tergantung kerasnya asam: bongkahan yang masih lembap cepat lunak, sedangkan asam yang kering dan keras butuh waktu lebih lama.
Di laboratorium, sari asam jawa diambil dengan cara yang mirip tetapi lebih terukur. Penelitian di Jurnal Jamu Indonesia memanaskan serbuk daging buah dalam air bersuhu 96-98 derajat Celsius selama 15 menit, dengan perbandingan serbuk dan air 1:4. Angka itu dipakai untuk membuat ekstrak kering, bukan untuk memasak, tetapi memperlihatkan bahwa panas dan air yang cukup banyak membantu menarik isi daging buah.
Memeras dan Menyaring
Remas bongkahan dengan jari atau tekan dengan punggung sendok sampai daging buah lepas dari biji dan serat, dan airnya berubah cokelat keruh. Saring dengan saringan kawat halus, lalu tekan ampas di saringan supaya sisa daging buah ikut turun. Ampas boleh direndam sekali lagi dengan sedikit air kalau masih tampak banyak daging buah. Buang biji dan seratnya.
Pakai mangkuk kaca, keramik, atau baja tahan karat. Penelitian peralatan masak sebagai sumber timbal[3] di Journal of Exposure Science and Environmental Epidemiology menemukan sebagian panci aluminium dan kuningan melepaskan timbal ke cairan asam yang dipanaskan lalu didiamkan 24 jam, sedangkan baja tahan karat melepaskan jauh lebih sedikit. Penelitian itu memakai larutan cuka 4 persen, bukan air asam jawa, tetapi merendam dan menyimpan air asam di wadah aluminium tetap sebaiknya dihindari.

- Tuang air hangat sampai asam terendam.
- Remas bongkahan dengan jari atau tekan dengan punggung sendok sampai daging buah lepas dari biji dan serat, dan airnya berubah cokelat keruh.
- Saring dengan saringan kawat halus, lalu tekan ampas di saringan supaya sisa daging buah ikut turun.
- Masukkan sekitar sepertiga dari takaran resep dulu, aduk, masak sebentar, lalu cicipi sebelum menambah.
Foto asam jawa: ObaTango / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, dipotong dan diperkecil. Gambar ini dibagikan dengan CC BY-SA 4.0.
Menakar di Masakan
Air asam yang kental memberi pilihan: encerkan untuk sayur asam, atau pakai apa adanya untuk bumbu yang tidak boleh terlalu berair. Karena kepekatan asam tiap bongkah berbeda, takaran sendok di resep hanya perkiraan. Masukkan sekitar sepertiga dari takaran resep dulu, aduk, masak sebentar, lalu cicipi sebelum menambah. Asam yang terlanjur banyak sulit ditarik kembali.
Pada masakan yang bumbunya ditumis, air asam biasanya masuk setelah bumbu halus matang, bersama kuah. Bumbu tumis yang sudah matang punya tanda yang bisa dikenali. Untuk jamu, air asam dipadukan dengan Kunyit, dan takaran kunyit asam dari penelitian sudah dicatat.
Supaya hasilnya bisa diulang, timbang asam dan ukur airnya sekali, lalu catat takaran yang pas di lidah. Kalau asam jawa habis, Belimbing Wuluh atau Asam Kandis bisa memberi rasa asam, tetapi rasanya berbeda karena tiap pengasam membawa rasa lain.
Sisa Air Asam
Air asam yang sudah dibuat sebaiknya dipakai hari itu juga. Kalau tersisa, simpan dalam wadah kaca tertutup di kulkas dan buang bila berbuih, berlendir, atau berbau tidak wajar. Bongkahan asam yang belum direndam jauh lebih awet, asal disimpan jauh dari lembap dan serangga. Jeruk nipis, jahe, dan kunyit masing-masing punya peran meredam bau amis ikan.
Rujukan
Sumber untuk keterangan daging buah asam jawa, cara ekstraksi di laboratorium, dan timbal dari peralatan masak.
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
