Lewati ke konten

Kunyit dan Perut Kembung: Uji Klinis pada Dispepsia

4 menit baca

Kurkumin dari kunyit sudah diuji pada orang dengan dispepsia fungsional, yaitu keluhan perut begah, kembung, cepat kenyang, atau nyeri ulu hati yang tidak disebabkan kelainan yang terlihat saat diperiksa. Satu uji acak di Thailand mendapati keluhan peserta yang minum kapsul kurkumin membaik sebanyak keluhan peserta yang minum omeprazol, obat penekan asam lambung. Satu uji belum cukup untuk mengubah cara dokter menangani keluhan ini. Dosisnya juga jauh dari takaran bumbu.

Apa yang Diuji di Thailand

Uji acak tersamar ganda kurkumin dan omeprazol di BMJ Evidence-Based Medicine[1] terbit pada 2023. Peserta dibagi tiga kelompok: kurkumin saja, omeprazol saja, atau keduanya. Kelompok gabungan minum dua kapsul kurkumin 250 mg empat kali sehari ditambah satu kapsul omeprazol 20 mg sekali sehari, selama 28 hari. Tersamar ganda artinya peserta maupun peneliti tidak tahu siapa menerima apa.

Sebanyak 206 orang ikut, dan 151 orang menyelesaikan uji. Rata-rata umur mereka hampir 50 tahun dan 73 persen perempuan. Keluhan diukur dengan skor SODA, kuesioner yang memisahkan rasa nyeri, keluhan tanpa nyeri seperti kembung dan begah, serta rasa puas.

Hasilnya dan Batasnya

Pada hari ke-28, ketiga kelompok sama-sama membaik, dan perbaikannya berlanjut sampai hari ke-56. Skor keluhan tanpa nyeri turun 2,22 pada kelompok gabungan, 2,32 pada kelompok kurkumin, dan 2,31 pada kelompok omeprazol. Perbedaan antarkelompok tidak bermakna, dan tidak ada efek samping serius. Peneliti menyimpulkan kurkumin dan omeprazol sebanding, dan menggabungkan keduanya tidak menambah manfaat.

Ada beberapa hal yang membatasi arti temuan ini. Uji ini tidak punya kelompok plasebo, jadi sebagian perbaikan bisa terjadi dengan sendirinya. Seperempat peserta tidak menyelesaikan uji. Pesertanya didiagnosis dispepsia fungsional, bukan maag karena luka lambung atau bakteri. Bobot satu temuan seperti ini masih di bawah beberapa uji terkendali yang melibatkan pasien dengan hasil yang searah. Kehati-hatian yang sama perlu dipakai saat membaca uji jinten pada berat badan, yang pesertanya masih sedikit dan waktunya singkat.

Gambaran dari Tinjauan Cochrane

Tinjauan Cochrane 2023 tentang obat herbal non-Tiongkok untuk dispepsia fungsional[2] mengumpulkan 41 uji dengan 4.477 peserta. Untuk Curcuma longa, dua uji dengan 110 peserta menunjukkan perbaikan keluhan yang sedang dibanding plasebo setelah empat minggu, dengan tingkat kepastian sedang. Laju efek samping tidak jauh berbeda dari plasebo. Dibanding pengobatan lain, kunyit mungkin tidak memberi kelebihan.

Tinjauan yang sama mencatat beberapa bahan dapur lain yang pernah diuji, seperti Jinten Hitam dan campuran Jahe dengan artisok. Sebagian besar hanya didukung satu uji, dan kepastiannya rendah sampai sedang. Penulis tinjauan meminta uji yang lebih besar dan lebih rapi.

Kapsul Berbeda dari Kunyit di Dapur

Dosis di uji Thailand setara 2.000 mg kurkumin sehari, dalam bentuk kapsul yang takarannya pasti. Kunyit di dalam gulai atau kunyit asam tidak bisa disamakan dengan dosis itu, karena kandungan kurkumin rimpang beragam dan sebagian besar masakan memakainya dalam jumlah kecil. Beda antara kurkumin murni dan kurkuminoid juga membuat label suplemen perlu dibaca teliti.

Halaman keamanan kunyit dari NCCIH[3] menyebut kunyit atau kurkumin biasa kemungkinan aman pada takaran anjuran sampai 2 atau 3 bulan. Efek sampingnya bisa berupa mual, refluks asam, perut tidak nyaman, diare, atau sembelit. Produk kurkumin yang dibuat lebih mudah diserap dikaitkan dengan cedera hati; lelah, mual, hilang nafsu makan, urine gelap, atau kulit menguning adalah tanda untuk berhenti dan menemui dokter. Suplemen kunyit saat hamil mungkin tidak aman, dan orang yang rutin minum obat perlu bertanya dulu karena interaksi bisa terjadi. Rincian lain ada di keluhan yang tercatat pada dosis kapsul.

Kapan Keluhan Perut Perlu Diperiksa

Keluhan begah dan kembung bisa punya banyak sebab, dan sebagian perlu ditangani dokter. Keterangan NIDDK tentang gejala gangguan pencernaan[4] meminta orang segera ke dokter bila mengalami:

  • nyeri di dada, rahang, leher, atau lengan
  • sulit atau nyeri saat menelan
  • muntah berulang atau muntah darah
  • nyeri perut hebat yang terus-menerus, atau kembung yang lama tidak hilang
  • sesak napas
  • berat badan turun tanpa sebab atau nafsu makan hilang
  • mata atau kulit menguning, atau tinja hitam seperti aspal

Keluhan yang tidak membaik juga perlu diperiksakan. Kapsul kurkumin tidak boleh menunda pemeriksaan itu.

Rujukan

Sumber untuk uji kurkumin dan omeprazol, tinjauan obat herbal untuk dispepsia, keamanan kunyit, dan tanda bahaya keluhan perut.

  1. ↑ Curcumin and proton pump inhibitors for functional dyspepsia: a randomised, double blind controlled trial. BMJ Evidence-Based Medicine, 2023
  2. ↑ Non-Chinese herbal medicines for functional dyspepsia. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2023
  3. ↑ Turmeric: Usefulness and Safety. National Center for Complementary and Integrative Health, 2025
  4. ↑ Symptoms & Causes of Indigestion. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.