Lewati ke konten

Vanili Asli dan Vanilin: Cara Membedakan dan Memakainya

4 menit baca

Vanili asli adalah polong anggrek Vanilla planifolia yang sudah diolah, dan aromanya tersusun dari puluhan senyawa. Vanilin adalah satu senyawa saja, yang paling banyak di dalam polong itu, dan sebagian besar vanilin di pasaran dibuat di pabrik. Cara paling pasti membedakannya di rumah adalah membaca label: vanili asli dijual sebagai polong atau ekstrak vanili, sedangkan label bertuliskan perisa sintetik atau vanilin berarti aromanya tidak berasal dari polong.

Satu Senyawa atau Puluhan

Penelitian profil aroma polong vanili[1] di jurnal Molecules tahun 2025 menemukan sekitar 50 senyawa aroma di dalam polong vanili. Vanilin adalah yang terbanyak, rata-rata 66 persen dari senyawa yang mudah menguap, dengan kisaran 35 sampai 82 persen antarsampel. Senyawa kedua terbanyak, 4-hidroksibenzaldehida, hanya 3 sampai 10 persen.

Menurut penelitian yang sama, vanilin di polong segar masih terikat dengan gula dan baru terlepas selama pengolahan. PROSEA mencatat aroma khas vanili memang baru terbentuk selama pengolahan: polong dicelup air panas sebentar, diperam, dijemur beberapa hari, lalu disimpan tertutup selama 2 sampai 3 bulan.

Senyawa-senyawa kecil itulah yang membedakan rasanya. Catatan PROSEA tentang vanili[2] menyebut vanilin alami dinilai lebih unggul, kemungkinan karena senyawa pendamping yang ikut terbawa. PROSEA juga mencatat kadar vanilin polong yang sudah diolah sekitar 1,5 sampai 3 gram per 100 gram.

Kenapa Vanilin Buatan Menguasai Pasar

Vanili mahal. PROSEA menyebutnya rempah termahal kedua sesudah Safron. Setiap bunganya diserbuk dengan tangan, dan pengolahan polongnya makan waktu berbulan-bulan. Vanilin sintetis dibuat antara lain dari lignin, zat kayu, dan dari eugenol, senyawa utama minyak Cengkeh. Menurut PROSEA, harganya hanya sekitar satu persen harga vanili alami, dan vanilin sintetis menguasai lebih dari 90 persen pasar perisa vanili di Amerika Serikat.

Ada juga etil vanilin. Penelitian di jurnal Molecules menyebut etil vanilin tiga sampai empat kali lebih kuat aromanya daripada vanilin, dan seluruh etil vanilin di pasar dibuat secara kimia. Penelitian itu tidak menemukan etil vanilin di satu pun polong vanili yang diperiksa. Jadi kalau label menyebut etil vanilin, aromanya pasti bukan dari polong.

Membaca Label di Toko Bahan Kue

Di Indonesia, Peraturan BPOM tentang label pangan olahan[3] mewajibkan perisa dicantumkan di daftar bahan beserta kelompoknya, yaitu perisa alami atau perisa sintetik. Bubuk atau cairan beraroma vanili yang labelnya menyebut perisa sintetik atau vanilin tidak berisi polong vanili sebagai sumber aromanya.

Produk impor dari Amerika Serikat mengikuti aturan lain. Standar FDA untuk ekstrak vanili[4] menetapkan bahwa ekstrak vanili mengandung etanol minimal 35 persen dan setiap galonnya memuat sari dari sedikitnya 13,35 ons polong berkadar air 25 persen. Produk dengan etanol di bawah 35 persen harus bernama perisa vanili. Produk campuran vanili dan vanilin wajib menulis bahwa isinya mengandung vanilin sebagai perisa buatan. Kandungan alkohol ini perlu diperhatikan pembeli yang menghindarinya.

Memilih Polong Vanili

PROSEA menggambarkan polong bermutu baik sebagai cokelat tua, panjang, lentur, berminyak, licin, dan harum. Polong yang kering kaku, pucat, atau nyaris tidak berbau jauh dari gambaran itu. Membaca ciri fisik seperti ini sama pentingnya dengan mengenali temulawak di antara kunyit.

Kadar vanilin vanili Indonesia yang sudah diolah tercatat tinggi, sekitar 2,75 persen menurut PROSEA. Sejarah vanili di sini dimulai ketika tanaman ini tiba di Jawa pada 1819, dan sentranya sekarang punya ulasan sendiri.

Kapan Memakai yang Mana

Pilihan praktisnya: pakai polong untuk hidangan yang aroma vanili menjadi bintang, seperti puding susu, es krim, dan vla. Belah polong memanjang, kerok bijinya, lalu rendam kulit polongnya di susu yang dihangatkan supaya aromanya ikut keluar. Kulit polong yang sudah dipakai bisa dikeringkan dan dimasukkan ke toples gula.

Vanilin bisa dipakai untuk kue yang aromanya sudah ramai oleh mentega, gula merah, atau rempah lain, karena harganya jauh lebih murah. Takaran pengganti antara polong, ekstrak, dan vanilin bubuk berbeda-beda menurut kekuatan produknya, jadi ikuti petunjuk di kemasan dan mulai dari sedikit. Rempah lain yang memberi aroma pada kue, seperti kayu manis, pala, dan cengkeh, ikut membentuk aroma kue Natal.

Rujukan

Sumber untuk komposisi aroma, pasar vanilin, dan aturan label vanili di artikel ini.

  1. ↑ Authentic Aroma and Compound-Specific Isotope Ratios (δ13C, δ2H) Profiles of Vanilla Pods (V. planifolia and V. tahitensis). Molecules, 2025
  2. ↑ Vanilla planifolia (PROSEA). Pl@ntUse
  3. ↑ Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. JDIH BPK, 2018
  4. ↑ 21 CFR Part 169, Food Dressings and Flavorings. Electronic Code of Federal Regulations

Rempah yang Disebut di Artikel Ini

Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.