Teh Bunga Telang: Data Keamanan yang Sudah Ada
Data keamanan yang paling lengkap untuk bunga telang berasal dari penilaian FDA Amerika Serikat atas ekstrak bunganya sebagai pewarna makanan. FDA menyimpulkan ekstrak itu aman untuk mewarnai minuman dan sejumlah makanan. Tapi penilaian itu untuk ekstrak yang disaring khusus, bukan untuk teh seduhan bunga kering, dan uji jangka panjang pada manusia belum ada.
Apa yang Dinilai FDA
Bunga Telang (Clitoria ternatea) diizinkan FDA sebagai pewarna makanan pada 2021. Aturan FDA tentang ekstrak bunga telang di Federal Register[1] menjelaskan bahwa yang dinilai adalah cairan biru tua hasil ekstraksi kelopak kering dengan air. Warnanya berasal dari antosianin, terutama turunan delfinidin, dan kandungan antosianin ekstraknya dibakukan sekitar 2 persen.
Ekstrak itu tidak sama dengan seduhan di dapur. Pabriknya wajib menyaring ekstrak dengan ultrafiltrasi, penyaringan sangat halus yang membuang molekul lebih besar dari 2.500 dalton. Batas logam beratnya juga ditetapkan, yaitu arsen, kadmium, timbal, dan merkuri masing-masing kurang dari 1 miligram per kilogram. Izin itu mencakup minuman beralkohol, minuman olahraga, jus, teh, permen, es krim, dan beberapa kategori lain, dengan takaran sesuai cara produksi pangan yang baik.
Data dari Uji Hewan dan Uji Laboratorium
Sebagian besar bukti keamanan berasal dari hewan. FDA menerima uji pemberian pakan 28 hari dan 90 hari pada tikus. Dalam uji 90 hari, dosis tertinggi yang diuji, 3.500 miligram ekstrak per kilogram berat badan per hari, tidak menimbulkan efek merugikan. Angka itu hampir 500 kali perkiraan asupan harian orang Amerika dari pewarna ini.
Uji laboratorium tidak menemukan sifat mutagenik atau genotoksik, yaitu kemampuan merusak materi genetik. Uji jangka panjang (kronis) tidak tersedia, dan FDA menilainya tidak perlu untuk pemakaian sebagai pewarna karena antosianin dan flavonol sedikit diserap tubuh dan sudah lazim ada di buah dan sayur. Hasil pada tikus tetap perlu dibaca hati-hati, karena bukti dari hewan tidak setara dengan uji pada manusia.
Data pada Manusia Masih Sedikit
Uji pada manusia masih kecil dan singkat. FDA mencatat satu studi klinis ekstrak bunga telang yang tidak menemukan efek merugikan akut pada dosis sampai 2 gram per orang. Tinjauan pemakaian bunga telang dalam pangan di jurnal Plants[2] tahun 2025 menyebut sebagian besar bukti manfaatnya masih berasal dari penelitian praklinis, dan mengutip uji silang acak pada 15 pria sehat yang minum ekstrak bersama gula. Pada uji itu, kadar gula dan insulin darah setelah minum lebih rendah, tanpa gula darah puasa yang turun terlalu jauh.
Uji yang lebih panjang dilakukan di India. Studi teh bunga telang pada penderita diabetes tipe 2 di Avicenna Journal of Phytomedicine[3] memberi ekstrak 5 atau 10 gram per hari selama 12 minggu. Dari 114 peserta yang didaftar, 90 dianalisis, dan penelitian itu mengukur penanda stres oksidatif, bukan efek samping secara rinci. Jadi studi ini belum bisa dipakai untuk menyatakan teh telang aman diminum setiap hari dalam jangka panjang.
Yang Belum Diketahui dan Siapa yang Perlu Berhati-hati
Seduhan kelopak kering tidak melewati ultrafiltrasi. FDA mencatat kelopak telang mengandung siklotida, peptida kecil berbentuk cincin, yang tidak terdeteksi di ekstrak tersaring. Ekstraknya juga mengandung 8 sampai 12 persen protein, dan lima urutan proteinnya mirip protein alergen yang dikenal, meski protein itu diperkirakan tersaring. Artinya, penilaian FDA tidak otomatis berlaku untuk teh yang diseduh dari kelopak utuh.
Belum ada data keamanan untuk ibu hamil dan menyusui, jadi kelompok ini sebaiknya tidak menjadikan teh telang minuman rutin tanpa bertanya ke dokter atau bidan. Karena ekstraknya diteliti untuk pengaruhnya pada gula darah setelah makan, orang yang minum obat diabetes sebaiknya memberi tahu dokternya bila rutin meminumnya. Hentikan dan periksakan diri bila muncul gatal, bengkak, atau sesak setelah minum.
Di dapur, telang dipakai terutama sebagai pewarna, dan tinjauan di jurnal Plants mencontohkan nasi kerabu dari Malaysia. Warnanya berubah bila bertemu asam, misalnya perasan Jeruk Nipis, karena antosianin peka terhadap keasaman. Bunga lain yang juga diseduh, seperti Rosella, punya data keamanan sendiri dan tidak bisa disamakan.
Rujukan
Sumber untuk penilaian keamanan FDA, uji pada hewan dan manusia, serta pemakaian telang dalam pangan.
- ↑ Listing of Color Additives Exempt From Certification; Butterfly Pea Flower Extract. Federal Register, U.S. Food and Drug Administration, 2021
- ↑ Clitoria ternatea: Perspectives on Its Application in Foods and Potential Health Benefits. Plants, 2025
- ↑ A clinical study on Clitoria ternatea tea therapy to manage diabetic distress in people with type 2 diabetes. Avicenna Journal of Phytomedicine, 2026
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
